Majelis Tasbih UNIDA: Puasa dalam Perspektif Interdisipliner dan Keilmuan Islam
Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali selenggarakan kegiatan rutin mingguan Majelis Tasbih pada Jumat, 28 Februari 2025 di Majelis Baitul Hamdi (MBH) UNIDA. Kegiatan Majelis Tasbih kali ini diisi oleh Dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) UNIDA, Dr. Amir Mahrudin, M.Pd.I yang menyampaikan materi berjudul “Shiyam: Eksplorasi Interdisipliner”.
Dalam pemaparannya, Dr. Amir Mahrudin, M.Pd.I menyampaikan bahwa sejarah perkembangan puasa dalam Islam bermula pada tahun 610 Masehi, yang menyoroti evolusinya melalui berbagai era Islam. Ia menekankan bahwa puasa memiliki banyak tujuan penting dalam perkembangan manusia.
“Konsep puasa diperkenalkan dalam Al-Quran sebagai praktik spiritual selama bulan suci Ramadhan, dan para ulama Islam mulai mengeksplorasi manfaat puasa secara filosofis dan kesehatan, yang mengarah pada pengembangan praktik budaya yang beragam,” ujarnya.
“Puasa selama Ramadhan juga telah menjadi praktik budaya pemersatu di berbagai komunitas Muslim, dengan variasi ritual dan perayaan di setiap wilayah, dan kemudian dilembagakan sebagai salah satu dari Lima Rukun Islam dengan aturan dan pedoman khusus,” tambahnya.
Kemudian Dr. Amir Mahrudin, M.Pd.I juga menjelaskan syarat-syarat sahnya puasa, diantaranya yaitu niat berpuasa dan menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan seksual sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Beliau juga menyebutkan bahwa terdapat orang-orang tertentu yang dikecualikan dari kewajiban berpuasa, seperti orang tua, orang sakit, musafir, dan wanita yang sedang haid atau nifas. Amalan yang dianjurkan saat berpuasa adalah makan sahur, berbuka dengan kurma atau air putih, serta memperbanyak ibadah dan dzikir kepada Allah.
Sementara itu, Dr. Amir Mahrudin, M.Pd.I membahas puasa dari berbagai sudut pandang keilmuan Islam, termasuk Fiqih (yurisprudensi), Tauhid (monoteisme Islam), Akhlak (etika), dan Tasawuf (spiritualitas). Ia merujuk pada ulama klasik termasuk Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan Imam Al-Ghazali, yang menjelaskan bagaimana puasa memperkuat kapasitas intelektual dan meningkatkan kejernihan mental.
Pemaparan lebih lanjut mengenai “Shiyam: Eksplorasi Interdisipliner” yang disampaikan oleh Dr. Amir Mahrudin, M.Pd.I ini dapat disimak kembali secara online melalui kanal YouTube UNIDA TV atau klik langsung tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=NMhTxQyYBQ8