[email protected] 0251-8240773
Informasi

Makna Idul Adha dan Aktualisasi Nilai Karakter Tauhid dalam Kehidupan

Oleh: Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I (Rektor Universitas Djuanda)

Idul Adha merupakan momentum agung dalam sejarah peradaban Islam yang sarat makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketundukan kepada Allah SWT. Kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Ismail AS, demi menjalankan perintah Allah, menjadi simbol ketauhidan yang murni dan pengabdian total seorang hamba kepada Sang Khalik. Peristiwa ini bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, melainkan manifestasi dari nilai-nilai spiritual yang mendalam, yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kelembagaan.

Sebagai Kampus Bertauhid, Universitas Djuanda (UNIDA) menjadikan Idul Adha sebagai refleksi untuk memperkuat implementasi 21 Nilai Karakter Tauhid, sebuah sistem nilai yang menjadi identitas dan ciri khas insan UNIDA. Nilai-nilai ini terbagi dalam empat dimensi: Local Wisdom, National Wisdom, Global Wisdom, dan Spiritual Wisdom — semua bermuara pada prinsip Akhlakul Karimah.

Dalam konteks Idul Adha, dimensi Spiritual Wisdom menjadi sangat menonjol. Nilai seperti Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), Fathonah (cerdas), dan Istiqomah (konsisten dalam kebaikan) tercermin jelas dalam kisah Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS. Allah SWT berfirman dalam Surah Ash-Shaffat ayat 102:

"Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: 'Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!' Ia (Ismail) menjawab: 'Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.'” (QS. Ash-Shaffat: 102)

Ketaatan dan kesabaran Ismail merupakan cerminan dari istiqomah dan amanah, dua dari 21 karakter yang terus ditanamkan kepada seluruh insan UNIDA.

Dalam tataran Global Wisdom, karakter seperti Accountability, Awareness, Creativity, Partcipatory, dan Adversity menjadi penting sebagai bekal menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. Idul Adha mengajarkan kita untuk tangguh dalam ujian (adversity) dan memiliki kesadaran penuh atas tugas-tugas keumatan (awareness).

Adapun pada aspek National Wisdom, semangat nasionalitas, integritas, respeksitas, kapasitas dan loyalitas yang ditanamkan UNIDA sejalan dengan semangat kurban untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Di tengah semangat persatuan dan kepedulian sosial yang dibangun melalui pembagian daging kurban, nilai-nilai kebangsaan semakin nyata dirasakan dan diperkuat.

Tidak kalah penting adalah Local Wisdom, seperti nilai Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer, yang merupakan ekspresi dari kearifan lokal Sunda yang memperkaya karakter tauhid. Nilai-nilai ini membumi dan membentuk insan UNIDA agar senantiasa sehat secara jasmani dan rohani (cageur), berperilaku baik (bageur), jujur (bener), cerdas (pinter), dan terampil (singer).

Idul Adha tahun ini adalah momentum strategis untuk memperbaharui komitmen kita dalam meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dan menjadikannya sebagai inspirasi dalam membangun pribadi dan masyarakat yang bertauhid. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban itu telah sampai kepada Allah sebelum darah itu jatuh ke tanah, maka ikhlaskanlah dalam berkurban.”
(HR. Tirmidzi)

Marilah kita menjadikan semangat Idul Adha sebagai titik tolak untuk menghidupkan nilai-nilai karakter tauhid dalam setiap aspek kehidupan, baik sebagai pendidik, pelajar, pemimpin, maupun warga negara. Dengan 21 Nilai Karakter Tauhid, kita siap menggenggam dunia, meraih akhirat.