Manfaatkan Sampah Plastik untuk Solusi Kreatif Lingkungan, Dosen FAPERTA UNIDA Latih Siswa SMA PGRI Ciawi Teknik Hidroponik
Dalam upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian modern, Dosen Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA), Yusuf Bachrul Ulum, S.P., M.P., melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMA PGRI Ciawi pada Rabu (25/02/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan pembuatan sistem budidaya hidroponik, sebuah solusi bertani di lahan sempit yang relevan dengan kondisi pemukiman saat ini.
Yusuf Bachrul Ulum, S.P., M.P menyampaikan bahwa persepsi mengenai pertanian yang identik dengan lumpur dan lahan berhektar-hektar harus mulai diubah di tingkat sekolah karena hanya dengan lahan yang kecil pun masih dapat membuka lahan pertanian dengan sistem hidroponik.
"Melalui hidroponik, kita ingin menunjukkan kepada siswa bahwa bertani bisa dilakukan dengan bersih, modern, dan memanfaatkan teknologi sederhana di lingkungan sekolah maupun rumah," ungkapnya.
Yusuf Bachrul Ulum, S.P., M.P menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada siswa/siswi bahwa sampah plastik tidak selalu menjadi masalah tetapi bisa menjadi solusi ketika dikelola degan kreatif. Melalui pengenalan media hidroponik sederhana, diharapkan dapat menanamkan kesadaran lingkungan sekaligus membangun jiwa inovatif dan kewirausahaan sejak dini.
“Semoga adik-adik siswa/siswi tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya baik di rumah maupun di sekolah,” pungkasnya.
Selain pemaparan teori, dalam pelatihan kali ini pun langsung dipraktikkan cara membangun pertanian hidroponik secara sederhana dan siswa/siswi langsung mempraktikkannya.
Kegiatan PKM ini merupakan wujud nyata dari Tridarma Perguruan Tinggi, di mana akademisi UNIDA turun langsung ke masyarakat untuk memberikan solusi aplikatif berbasis ilmu pengetahuan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para siswa SMA PGRI Ciawi dapat menjadi pelopor pertanian perkotaan (urban farming) di lingkungan mereka masing-masing.