[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

MANUSIA ITU SIAPA DAN BAGAIMANA?

Mengenal kecerdasan adversity

Oleh Hj. Dr. Rita Rahmawati, Dra.,M.Si pada Kajian Majelis Tasbih



Dalam Al- Qur`an ada tiga hakekat manusia:

1.      Basyar, bahwa manusia adalah makhluk biologis

Basyar, bahwa manusia adalah makhluk biologis, dijelaskan pada Alquran “Dan di antara ayat-ayat-Nya adalah  ia  menciptakan  kamu  dari  tanah  (turab) kemudian kamu menjadimanusia (basyar) yang bersebar”.” QS. Al Rum (30):20.

Makna BasyarKata “بشر”  yang terdiri dari huruf  huruf رشب   yang arti dasarnya tampaknya sesuatu  baik dan indah.

Kata “basyar” juga berarti menggembirakan, menguliti, memperlihatkan  dan  mengurus sesuatu.

Al  Raghib  Al  Ashfahani  mengatakan bahwa “basyar” berarti al-jild(kulit).

Manusia disebut basyar karena  kulitnya terlihat jelas,  berbeda  dengan  binatang,  kulitnya  tidak  tampak  karena  tertutup  oleh  bulu.

Basyar yang menunjuk pada makna kulit, anggota tubuh dan fungsi-fungsinya

Sebagai basyar manusia hanyalah kumpulan dari organ-organ tubuh yang memiliki fungsi fisiologis semata dan memiliki kaitan dengan tindakan-tindakan yang memerlukan topangan organ-organ fisik.

2.      Al- Insan, bahwa manusia adalah khalifah atau pemikul amanah, “Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa  di  bumi  dan  Dia  meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa (QS Al An am (6): 165). Makna al-Insan/al-ins/al-nas (الناس-الانس-الانسان)Kataانسانانس berakar  kata انسان) ) segala  sesuatu  yang  berlawanan dengan   cara   liar,   tidak   biadab,   tidak   liar,   jinak,   dinamis,   harmonis,   dan bersahabat.   Kata al-ins biasanya  berdampingan  dengan  kata  al-jin   الجن)  Manusia “al-ins” makhluk yang nampak secara fisik ini sedangkan jin makhluk yang tidak  nampak  (metafisik) Kata ini lebih menekankan pada aspek psikologis manusia yang dapat berpikir dan merasakan apa yang dialaminya.

3.      Al-Nas, bahwa   manusia adalah makhluk sosial

Manusia dalam aktualnya di muka bumi dengan segala sepak terjangnya, apakah negatip ataupun positip. Manusia ini adalah manusia yang berada dalam ruang dan waktu yang aktual. Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (surat Al Hujurat ayat 13)

Siklus Manusia “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari Keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah Keadaan lemah itu menjadi kuat,

kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat  itu  lemah  (kembali)  dan  beruban. 

Dia  menciptakan  apa  yang  dikehendaki-Nya  dan Dialah yang Maha mengetahui lagi Maha Kuasa” (QS. Al Rum (30): 54) yakni masa kanak-kanak yang polos, masa dewasa yang prima dan  kembali ke masa tua  yang  renta  dan  selanjutnya  kembali  ke  asal  penciptaannya  tanah.

Manusia Diberi Masalah Sesuai Kemampuan

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.

(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS. Al-Baqarah: 286)

Apakah Masalah Itu Ujian Atau Hukuman?

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman," dan mereka tidak diuji?" (QS Al-Ankabut: Ayat 2)

"Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu.

Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (QS Al-Baqarah Ayat 214)

Artinya: "Manusia yang paling dashyat ujiannya adalah para Anbiya (Nabi dan Rasul) kemudian orang-orang serupa lalu orang-orang yang serupa. Seseorang itu diuji menurut ukuran (dalam suatu riwayat kadar) agamanya. Jika agamanya kuat, maka cobaannya pun dashyat. Dan jika agamanya lemah, maka ia diuji menurut agamanya. Maka cobaan akan selalu menimpa seseorang sehingga membiarkannya berjalan di muka bumi, tanpa tertimpa kesalahan lagi." (HR At-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Ibnu Hibban, Al-Hakim). Maka kaitannya dengan ADVERSITY atau KELENTINGAN yaitu Pantang Menyerah/Bekerja keras, Berdamai dengan situasi, Bersyukur dan Mengendalikan Diri, Memiliki Daya Tahan yang tinggi, Memiliki Kemantapan Hati, Selalu Berpikir Positif(Buku 21 Nilai karakter Tauhid)

Imam Ali bin Musa ar-Ridha as berkata: “Iman berada satu derajat di atas Islam sedang takwa berada satu derajat di atas iman dan yakin berada satu derajat di atas takwa dan tidak ada sesuatu pun bisa dibagi dalam diri manusia yang ukurannya lebih kecil dari yakin”.

 

REFERENSI

      Aminatuz Zahro, 2017. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam. Volume 10, Nomor 1, Februari 2017; p-ISSN: 2085-6539, e-ISSN: 2242-4579; 79-93

      Dudung Abdullah, 2017. Konsep Manusia Dalam Al-quran (Telaah Kritis tentang Makna dan Eksistensi). Jurnal Al-Daulah Vol.6/ No.2/ Desember 2017

      Darusman D, dkk. 2001. Resiliensi kehutanan, Masyarakat di Indonesia. Yogyakarta: Debut press.

      Grotberg E. 1999. The lnternational Resilience Project. In R. Roth (ed.), Psychologists Pacing the Challenge ola Global Culture with Human Rights and Mental Health, Pabst: 239-256.

      Jackson S. 2002. Reducing Risk and Promoting Resilience in Vulnerable Children. the I.U.C. Journal of Social Work Theory and Practice.Journal Issue 4.

      Reivich K, Shatte A. 2002. The resilience factor. New York: Broadway Books

      Siebert A. 2005. The Resiliency Advantage. Bennett-Koehler Pu.blishers.

      Siti Pupu Fauziah dkk, Buku 21 Nilai karakter Tauhid