Matangkan Pengabdian Masyarakat Tim FISIP UNIDA Adakan Koordinasi dengan Kecamatan Tenjolaya
Tim
Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas
Djuanda (UNIDA) gelar matangkan pengabdian masyarakat melalui koordinasi kecamatan
tenjolaya, Kabupaten Bogor (15/9/2023).
Pengabdian
masyarakat yang mengembangkan potensi budaya dan wisata ini bagian dari skema
Program Kemitraan Masyarakat (PKM).
Kegiatan
ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang
didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek)
Republik Indonesia melalui program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat skema
Program Kemitraan Masyarakat.
Adakan
pematangan pengabdian masyarakat melalui koordinasi Kecamatan Tenjolaya yang
dihadiri oleh Camat Tenjolaya dan
seluruh tim meliputi Afmi Apriliani, S.Sos., M.A.P sebagai ketua, Faisal
Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P dan Maria Fitriah, S.Sos., M.Si sebagai anggota,
juga melibatkan 4 orang mahasiswa. Dalam pertemuan ini membahas rangkaian kegiatan sebagai program
yang akan dilaksanakan seperti peningkatan kapasitas kelompok sadar wisata
dalam pengembangan eduwisata cagar budaya melalui pelatihan dan penyuluhan
untuk masyarakat sekitar, khususnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang
bernaung di bawah organisasi Karang Taruna Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten
Bogor.
Tidak
hanya itu, tim melakukan diskusi konsep kegiatan, kesiapan teknis, stimulasi
peran, solusi permasalahan hingga publikasi ilmiah.
Ketua
PKM, Afmi Apriliani, S.Sos., M.A.P mengatakan bahwasanya koordinasi bersama
pemerintah Kecamatan Tenjolaya merupakan bagian pendukung yang sangat penting
dalam upaya pemberian kontribusi, serta mendukung kegiatan pengabdian
masyarakat agar dapat berjalan lancar.
“Bentuk
Pengabdian kepada masyarakat melibatkan banyak mitra
dengan berbagai rangkaian program kegiatan. Adapun program pelatihan dan penyuluhan yang akan dilaksanakan yaitu tata kelola eduwisata, pelatihan innovative governance,
pelatihan collaborative governance, pelatihan digital marketing,
pelatihan hospitality, serta memberikan peralatan kepada mitra yang
meliputi alat kebersihan dan membuat vidio promosi, bunglet serta webset.” tambahnya.
Camat
Tenjolaya menyatakan bahwa harapannya pengabdian kepada masyarakat ini dapat
membentuk kelompok sadar tani, serta terlaksananya pemetaan program kerja yang
memberikan perubahan positif untuk Kecamatan Tenjolaya melalui potensi
eduwisata cagar budaya.
“Untuk
wisata budaya kita mempunyai situs budaya arcadomas. Situs cibalay arcadomas
ditemukan pertama kali oleh belanda tahun 1914 dan tahun 1950 mulai dikelola
oleh masyarakat sekitar. Hingga akhirnya tahun 1982 telah ditetapkan sebagai
situs religi yang dilindungi oleh pemerintah. Situs cibalay arcadomas sudah
dikelola selama bertahun tahun hingga generasi ketiga. Situs cibalay arcadomas
mulai dibuka jadi wisata tahun 2005 hingga sekarang.” tuturnya.
"Ini
menjadi salah satu langkah untuk mengekpolarasi
dan melakukan pengembangan situs Cibalay
Arcadomas agar lebih menarik minat masyarakat. Situs Cibalay
Arcadomas pengeloaan dan pengembangan wisata diserahkan kepada desa Tapos 1" pungkasnya.