Matangkan Persiapan Muker 2022, UNIDA Bogor Selenggarakan Pra Muker
Universitas Djuanda
(UNIDA) Bogor bersama Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia
(YPSPIAI) selenggarakan Pra Musyawarah Kerja (Muker) secara hybrid yaitu
daring menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings dan luring di Villa BYC
Cibereum Puncak, Kabupaten Bogor pada Senin sampai dengan Selasa, 26 s.d. 27
Juli 2022. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H.
Martin Roestamy, SH., MH beserta jajaran, Rektor UNIDA Bogor, Prof. Dr.
Suhaidi, SH., MH beserta jajaran, dan Ketua YPSPIAI, Dr. Bambang Widjojanto,
SH., M.Sc serta diikuti oleh Dekan Fakultas di UNIDA Bogor. Kegiatan Pra Muker
ini merupakan persiapan untuk Muker yang
direncanakan akan dilakukan pada 31 Juli-2 Agustus 2022.
Chancellor UNIDA
Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH dalam paparan arahannya menyampaikan
bahwasanya untuk mendukung Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) yang
bisa berjalan cepat yang sesuai target untuk UNIDA Bogor tahun 2026 yaitu
menjadi unggul maka tidak bisa kerja setahun atau dua tahun justru harus
dimulai dengan satu tahun, dua tahun, tiga tahun dengan begitu selesai masa
bakti rektor nanti maka kita sudah memiliki 60℅ unggul.
"Kita harus
optimis dan dalam penggunaan anggaran juga harus konservatif. Rencana Rektor
maka ini merupakan rencana universitas jadi seluruhnya harus bekerja sama dan
tidak hanya berhenti di menengah ke atas saja, oleh karena itu Muker tahun ini
akan menyertakan Kepala Program Studi dan seluruh wakil Dekan serta seluruh
pengurus penting dari Yayasan PSPIAI untuk pengerjaan rencana universitas ini.
Dengan kegiatan Muker nanti akan ditarik kumpulan pemikiran untuk RKAT untuk
dijadikan penggerak Pancadarma yang dimiliki UNIDA Bogor karena bahan baku
Pancadarma yaitu RKAT, oleh karena itu RKAT kita harus diperkuat dan dipertajam
agar Rektor UNIDA Bogor lebih mudah menyetir kinerja UNIDA Bogor serta tercapai
tujuan UNIDA Bogor yaitu menjadi unggul," tutur Dr. H. Martin Roestamy, SH.,
MH.
Selanjutnya Rektor
UNIDA Bogor dalam arahannya menyatakan bahwa pramuker ini untuk mematangkan
persiapan dan memperjelas kearah mana Muker nanti yang akan dituju sehingga Pra
Muker ini menjadi sangat penting untuk dilaksakan. Muker nanti merupakan amanat
dari Majelis Tinggi Universitas (MTU) yang dimana MTU ingin melihat seperti apa
kerja universitas satu tahun ke depan. UNIDA Bogor setiap tahun akan mengadakan
Muker dan terlebih lagi saat ini kita akan memasuki tahun ajaran baru
2022/2023. Dasar dari Muker ini adalah statuta, dan dikarenakan organisasi di
universitas berbeda dan nomenkelatur dari beberapa fakultas sudah berubah maka
statuta diamandemen. Setelah statuta ada Rencana Induk Pengembangan (RIP) setelah
RIP ada Rencana Strategis (Renstra) dan baru Rencana
Operasional (RenOp), dalam RenOp inilah kita ingin menjadi
universitas akreditasi unggul dan itu merupakan harapan UNIDA Bogor di tahun
2026.
"Sebagai
rektor saya menginginkan satu tahun ke depan Prodi memiliki program jangka pendek, jangka
menengah dan jangka panjang. Apakah memungkinkan ketika akreditasi berakhir dan
prodi itu berhasil mencapai target akreditas A dan jika tidak bisa itu bisanya
kapan dan itu pun harus terukur. Di muker ini akan menyusun perencanaan kerja
untuk menuju akreditasi unggul dan disini dilihat rencana kerja rutin yang
memang berulang setiap tahunnya dan harus dikaitkan dengan rencana anggaran
karena untuk kegiatan tanpa rencana tidak akan lagi diberikan kecuali memang
darurat oleh karena itu memang kita harus rencanakan semuanya," ungkap
Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH.
Ketua Yayasan
PSPIAI, Dr. Bambang Widjojanto, SH., M.Sc dalam sambutannya menyatakan bahwa
semakin banyak bercakap maka akan menghasilkan konsentrasi kepada percakapan,
dan semakin banyak berdiskusi maka menghasilkan konsentrasi pada diskusinya.
Padahal kehebatan seseorang bukan dari banyaknya percakapan akan tetapi sejauh
mana seseorang tersebut mengerjakan apa yang telah disepakati bersama.
"Jadi kita
saat ini sedang melaksanakan kesepakatan. Kerumunan kita disini diubah menjadi
kekuatan melalui konsep kesepakatan yang dilaksanakan. Musyawarah kerja ini
adalah bagian mengkosulidasi seluruh kesepakatan menjadi sebuah kekuatan.
Mudah-mudahan kita bisa mengubah seluruh percakapan saat ini dan Muker nanti
menjadi sebuah kesepakatan sehingga kesepakatan tersebut menjadi kekuatan dan
itu merupakan kata kuncinya," ungkap Dr. Bambang Widjojanto, SH., M.Sc.
Selanjutnya Ketua
Dewan Pengawas Universitas (DPU) Samsuri, SE., MM dalam paparannya menyatakan
bahwasanya RKAT yang kita susun nanti diharapkan bisa menunjang pencapain
Renstra dan dari Renstra akan mencapai RIP yang kita raih. Nanti setelah RKAT
disetujui akan dibuat kesepakatan kinerja dan dalam kesepakatan kinerja itu
terdapat indikator kinerja dan targetnya
jadi setelah akhir periode akan ada evaluasi apakah targetnya tercapai
atau tidak. Jika tercapai programnya akan dilanjutkan dan jika tidak tercapai
maka diganti programnya agar tercapai.
"Dan jika
tidak tercapai apa kendalanya lalu akan dianalisis maka akan ada rencana
perbaikan berupa kebijakan maupun strategi. Kemudian di dua puluh tahun yang
akan datang UNIDA Bogor berencana menjadi Entrepreneurial University
yang dimana UNIDA Bogor sudah tidak bergantung kepada SPP mahasiswa akan tetapi
UNIDA Bogor banyak bekerjasama dengan pihak luar maupun inovasi baru yang bisa
dijual serta mahasiswa lulusannya tidak tertarik bekerja akan tetapi mandiri
mendirikan sebuah perusahaan," ungkap Samsuri, SE., MM.
Pada kesempatan
yang sama, Wakil Rektor III UNIDA Bogor, Dr. Ir. Ristika Handarini, MP selaku
Ketua Panitia Muker UNIDA Bogor dalam paparan paparannya menyatakan bahwasanya
tujuan diadakannya Muker nanti adalah menuju universitas dengan akreditasi
unggul sehingga semua luaran terkait dengan RKAT diarahkan untuk tujuan
akreditasi unggul di tahun 2026. Di Pra Muker kali ini nanti akan ada arahan di
masing-masing ketua komisi terkait dengan proses dan luaran dari masing-masing
komisi.
"Luaran yang diharapkan ada dua
aspek besar yang pertama dari aspek hukum dan kelembagaan karena berdasarkan
verifikasi dari LLDIKTI Wilayah IV bahwa statuta UNIDA Bogor belum sesuai
dengan merujuk pada peraturan tahun 2018 oleh karena itu statuta kita amandemen
sehingga statuta menjadi bahasan penting di Muker tahun ini," tandas Dr.
Ir. Ristika Handarini, MP.