Melalui Praktisi Mengajar, Prodi Administrasi Publik FISIP UNIDA Hadirkan Tim Optimasi Pembangunan Bandung Utama Bahas Program Buruan Sae di Kota Bandung
Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Komunikasi dan Advokasi Kebijakan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting pada Kamis, 15 Januari 2026.
Praktisi Mengajar kali ini menghadirkan Priyanka Puteri Ariffia, S.T., M.Si. Ia merupakan bagian dari Tim Optimasi Pembangunan (TOP) Bandung Utama serta Dekranasda Kota Bandung, dan tercatat sebagai 3rd Runner Up Miss Indonesia 2024. Adapun Materi yang disampaikan mengangkat tema “Framework Design and Implementation of Data-Based Policy in Bandung City Urban Farming Program: Buruan Sae.”
Koordinator Dosen Mata Kuliah Komunikasi dan Advokasi Kebijakan, Denny Hernawan, Drs., M.A menjelaskan bahwa Praktisi Mengajar kali ini menghadirkan perwakilan dari TOP Bandung Utama, tim ad hoc yang dibentuk oleh Wali Kota Bandung. Tim tersebut berperan memberikan rekomendasi kebijakan terhadap berbagai program strategis Pemerintah Kota Bandung.
Denny Hernawan, Drs., M.A menuturkan bahwa materi yang disampaikan memberikan gambaran konkret mengenai penerapan kebijakan publik yang dikaji dari aspek advokasi dan strategi komunikasi kebijakan.
“Salah satu program yang dielaborasi oleh narasumber adalah Buruan Sae, yaitu program pertanian perkotaan yang dikembangkan di Kota Bandung. Program ini dirancang dengan pendekatan urban farming yang memanfaatkan ruang-ruang terbatas di wilayah perkotaan, sehingga berbeda dari praktik pertanian konvensional,” tuturnya.
Dekan FISIP UNIDA, Dr. Hj. Rita Rahmawati, Dra., M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Praktisi Mengajar memiliki makna strategis bagi mahasiswa maupun program studi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, perkembangan keilmuan perlu didukung oleh pemahaman praktik yang diperoleh langsung dari para pelaku kebijakan.
“Terkait tema yang membahas Program Buruan Sae, diharapkan mahasiswa dapat memahami konsep program, tujuan, serta perannya dalam mewujudkan resiliensi pangan perkotaan. Pemahaman ini penting untuk melihat keterkaitan isu pangan dalam konteks kebijakan publik serta memberikan wawasan aplikatif berbasis pengalaman lapangan,” ujarnya.
Sementara itu dalam sesi pemaparannya, Priyanka Puteri Ariffia, S.T., M.Si menjelaskan bahwa kebijakan pangan perkotaan perlu dipahami melalui pendekatan sistem pangan terpadu yang mencakup seluruh rantai pangan, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah dan sisa makanan.
“Sistem pangan yang berkelanjutan harus mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang serta melibatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” jelasnya.
Ia juga menguraikan sejumlah tantangan sistem pangan di Kota Bandung, di antaranya alih fungsi lahan pertanian yang berdampak pada krisis ruang produksi, keterbatasan akses lahan bagi petani urban, rendahnya regenerasi petani dan partisipasi pemuda, serta tingginya angka food waste yang belum didukung oleh sistem ekonomi sirkular yang kuat. Kondisi tersebut menuntut kehadiran kebijakan berbasis data yang mampu menjawab persoalan secara kontekstual dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Priyanka Puteri Ariffia, S.T., M.Si menyontohkan implementasi kebijakan berbasis data, yakni Program Buruan Sae (Sehat, Alami, Ekonomis) yang dikembangkan Pemerintah Kota Bandung sebagai program pertanian perkotaan terintegrasi.
“Program ini memadukan berbagai komponen pertanian, seperti sayuran, buah, perikanan, peternakan skala kecil, tanaman obat keluarga, pengolahan hasil pertanian, hingga pengelolaan sampah organik. Berdasarkan data DKPP Kota Bandung tahun 2025, Program Buruan Sae telah melibatkan ratusan kelompok yang tersebar di seluruh kecamatan dan menjadi bagian dari rencana aksi prioritas Wali Kota Bandung,” ungkapnya.