Membanggakan, Tim Prodi Akuakultur FAPERTA UNIDA Raih Silver Awards Kompetisi Riset Internasional
Tim Program Studi (Prodi) Akuakultur Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) berhasil meraih prestasi membanggakan di tingkat internasional, kali ini meraih Juara 2 (Silver Awards) dalam International Research Project Olympiad (IRPrO) tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Indonesia Scientific Society (ISS) pada 11-13 Agustus 2023. Adapun pengumuman pemenang (Awarding) dilaksanakan pada Minggu (20/08/2023).
Tim Prodi Akuakultur FAPERTA UNIDA tersebut terdiri dari Dr. Eko Rini Farastuti, S.Pi., M.Si selaku dosen pembimbing, Aisyah Nur Divianti, Rina Natasha, dan Rafly Abdillah.
Dr. Eko Rini Farastuti, S.Pi., M.Si dalam sesi wawancara menuturkan, IRPrO merupakan kompetisi riset internasional bagi para pelajar, mahasiswa, maupun guru di seluruh dunia yang mana pada tahun ini Prodi Akuakultur FAPERTA UNIDA ikut sebagai peserta dengan mengirimkan artikel karya ilmiah berjudul “Natural Reproductive Hormones Based on Phytoestrogens: Sesame Seed Extract to Replace Synthetic Hormones in Fish Gonadal Maturation.”
Dalam prosesnya, IRPrO ini terdiri dari 3 rangkaian tahapan sebelum terpilih dan ditentukan yang terbaik. Tahap pertama, untuk dapat lolos masuk ke babak final, dilakukan seleksi administrasi dengan pengumpulan abstrak penelitian dan video presentasi beserta langkah-langkah selama penelitian.
“Ditahap pertama ini mahasiswa harus bersaing dengan 180 peserta dari seluruh dunia untuk mendapatkan posisi 10 besar di kategori Medicine and Health,” tuturnya.
Kemudian, tahap kedua setelah dinyatakan lolos ke babak final, dilakukan kembali penjurian berupa presentasi secara langsung di depan para juri dan seluruh finalis.
“Alhamdulillah di tahap kedua ini kita terpilih sebagai 10 finalis di kategori Medicine and Health yang hanya terdiri atas 2 peserta dari Indonesia yaitu Universitas Djuanda dan Universitas Airlangga, 8 sisanya berasal dari luar negeri seperti peserta dari Mesir, Rusia, 2 dari Singapura, Thailand, China, Rumania dan Malaysia,” terangnya.
Lalu, tahap terakhir, adalah Project and Culture Exchange judging session, yaitu presentasi yang disampaikan oleh 10 finalis per-kategori di depan para juri dengan menampilkan budaya perwakilan dari masing-masing negara.
“Pada kesempatan ini, mahasiswa menyampaikan presentasi tentang kebudayaan berupa destinasi wisata dan kuliner dari Cirebon Jawa Barat yaitu menampilkan kostum dan tari Kuncaran (Tari Topeng),” ujarnya yang juga merupakan Ketua Prodi Akuakultur FAPERTA UNIDA.
Dr. Eko Rini Farastuti, S.Pi., M.Si mengatakan, berkaitan dengan kompetisi riset tingkat internasional yang semuanya menggunakan bahasa Inggris baik pada saat presentasi maupun tanya jawab oleh juri, tentu hal mutlak yang dipersiapkan adalah melatih dengan rutin untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan hasil riset di depan seluruh finalis dan juri sebagai salah satu komponen nilai terpenting.
Selain harus menguasai isi riset yang mahasiswa sampaikan, juga melatih mahasiswa agar lebih banyak membaca artikel dan jurnal yang berkaitan dengan hasil riset yang dilombakan, sehingga saat juri menyampaikan pertanyaan, mahasiswa dapat menjawab dengan baik.
“Tentu saja sangat bersyukur atas Rahmat dan Karunia dari Allah SWT sekaligus bangga atas pencapaian mahasiswa kami. Walaupun program studi Akuakultur dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir telah banyak menorehkan prestasi di bidang akademik maupun non akademik di skala nasional, namun prestasi kali ini merupakan torehan yang cukup bergengsi karena dapat meraih juara ke-2 (Silver Award) di tingkat Internasional,” tuturnya.
“Ini pertama kali keikutsertaan kami, ternyata kami bukan hanya dapat mengalahkan peserta dari negara sendiri melainkan kami bisa membuktikan dapat bersaing dengan menyingkirkan ratusan peserta dari luar negeri. Semoga pencapaian ini dapat memberikan manfaat untuk semua khususnya Universitas Djuanda tercinta, dan menjadi motivasi bagi yang lain serta menjadi booster untuk kompetisi-kompetisi selanjutnya,” sambungnya.
