Membangun Branding Desain Grafis Di Era 4.0, Sains Komunikasi Adakan Webinar
Program Studi Sains Komunikasi Fakultas
Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) Universitas Djuanda
(UNIDA) selenggarakan webinar desain grafis bersama praktisi, pada Sabtu
(14/01/2023). Mengusung tema “Membangun Branding
Desain Grafis di Era 4.0” pada kesempatan webinar ini peserta
webinar dibekali pengelolaan branding
dalam desain dengan tujuan agar
mampu mengenal, membuat konsep dan menganalisa pasar dalam membentuk ketertarikan
terhadap suatu produk. Kegiatan
ini merupakan bagian rangkaian mata kuliah desain komunikasi grafis yang
membuka
ruang diskusi kepada pihak luar guna
memperkaya wawasan mahasiswa dalam
pentingnya desain dalam sebuah pesan komunikasi.
“Saya mengharapkan mata kuliah
ini merupakan langkah awal untuk membangun konsep desain dalam membuat acara
ataupun kegiatan. Tentu kefokusan, ritme harmonisasi serta keseimbangan
merupakan kata kunci dalam membuat desain yang baik,” jelas Dosen pengampu mata kuliah
Dr. Ali Alamsyah Kusumadinata, SP., M.Si.
Lebih lanjut Nadia
Amalia, S.I.Kom.,M.AP
sebagai pengajar kedua dalam mata kuliah ini menuturkan agar terus menggali
informasi desain tidak hanya di kampus tapi juga dalam komunitas yang mampu
memberikan tambahan input pembelajaran.
Pengelolaan branding dalam desain
dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen. Pengolaan desain diharapkan mampu menambah
jumlah konsumen dan menunjukkan kualitas dari satu produk. Diversitas media
yang memungkinkan membangun komunikasi branding lebih dari satu konsep desain.
Oleh karena itu dibutuhkan sumberdaya manusia yang mampu mendesain konsep
visualisasi sesuai dengan selera pasar dan nilai dari produk yang dimiliki.
Dalam pembukaan acara wakil dekan
non-akademik sekaligus Ketua Program Studi Sains Komunikasi Maria Fitriah, M.Si
mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi dapat memperkenalkan diri
seseorang jauh lebih mudah.
“Dalam membentuk branding jauh
lebih cepat dengan manajemen yang baik dan memberikan dampak yang sangat cepat
bagi khalayak,” tuturnya.
Pada sesi
penyampaian materi
Fadil
Rizqi Pangestu sebagai praktisi designer dan illustrator mengungkapkan bahwa
yang menjadi tujuan akhir desain adalah branding personal yang merupakan ucapan
kita kepada dunia bahwa kita siapa, bisa apa, menjual apa sehingga mampu
menjadi mandiri.
“Kenapa harus personal branding karena menunjukkan top of mind, memudahkan dikenal klien dan memiliki status sosial
yang baik tanpa melihat harga. Personal
branding perlu dibangun apa yang kita suka, sehingga lebih percaya diri,”
jelas Fadil
Rizqi Pangestu.
Selain itu kuantitas dalam desain
yang akan dibuat
dinilai lebih
penting daripada kualitas desain, karena dengan semakin banyaknya desain yang dibuat dapat mengevaluasi dari
desain yang kita buat serta meningkatkan bagaimana style dan karakter dari desain tersebut.
“Beberapa skill
yang perlu dikuasai adalah Niche da
positioning perlu ditegaskan kembali selain itu adalah kemampuan negosiasi. WoM, worth of mouth memiliki kekuatan
besar bagi pemula untuk mengawali usaha desain grafis. Kemampuan membangun
portofolio perlu dimiliki dalam mencari pengalaman yang menjadi kekuatan bagi bisnis pemula. Peran komunitas mampu meningkatkan kemampuan
desainer,” pungkas pemateri.