Membangun Citra Polri: Menilik Kesesuaian Tema Hari Bhayangkara dengan Bentuk Acara dan Pernyataan Kapolri
Oleh :?Dr. Agustina M. Purnomo, SP., M.Si
(Dosen Prodi Sains Komunikasi Fisipkom Unida Bogor)
Hari ulang
tahun Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atau dikenal dengan Hari
Bhayangkara jatuh pada tanggal 1 Juli 2022. Tema Hari
Bhayangkara ke-76 tahun 2022 adalah "Polri Presisi Mendukung Pemulihan
Ekonomi dan Reformasi Struktural untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia
Tumbuh." Tema ulang tahun Polri ini kental dengan warna dukungan Polri
terhadap dua hal, pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.
Berfokus
pada kata pemulihan ekonomi, pemulihan ekonomi merupakan fokus pembangunan
pemerintah Indonesia pasca pandemi. Pemulihan ekonomi dalam kerangka pembangunan
berkelanjutan terutama menekankan pada pemulihan sektor-sektor ekonomi yang
sempat terhambat karena pandemi yang berdampak pada masyarakat luas (Kementrian
PPN/Bapenas, 1 Juli 2022).
Makna
ini dibenarkan oleh pihak legislatif. Dilansir olet tribunnews.com, Ketua MPR
RI menyampaikan tema Hari Bhayangkara ke-76 ini menunjukkan semangat kesertaan
Polri dalam mendukung pemerintah memulihkan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Menurut Ketua MPR RI, tema ini menunjukkan Polri akan menghindari tindakan
penegakan hukum kontra produktif yang dapat menghambat upaya pemerintah dalam
meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional (Shiftanto, 1 Juli 2022).
Polri sendiri merayakan
Hari Bhayangkara dengan menggelar malam Nusantara Gemilang pada Selasa, 28 Juni 2022. Kegiatan
tersebut diikuti oleh 14 provinsi. Tiga?
peserta terbaik yang tampil langsung di depan Kapolri, Wakapolri,
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Menparekraf) Sandiaga Uno adalah peserta dari Nusa Tenggara Timur, Jawa
Tengah, dan Sumatera Utara (Rizkia, 28 Juni 2022). Kegiatan tersebut
mengedepankan nilai persatuan dalam keragaman.
Di
sisi lain, Kapolri, Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam twitter
pribadinya menyampaikan "Saya berpesan kepada seluruh anggota Polri di
manapun bertugas. Tetaplah semangat dan ikhlas dalam memberikan pengabdian
terbaik, sehingga Polri semakin dekat dan dicintai masyarakat." Mengutip
Fitiana (1 Juli 2022) Kapolri meminta seluruh anggota Polri untuk menjaga
kehormatan institusi dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Tribrata dan Catur
Prasetya. Selanjutnya disebutkan bahwa Kapolri menegaskan bahwa Polri dengan
seluruh elemen bangsa akan mampu mengubah segala tantangan menjadi peluang
untuk membuat Indonesia tumbuh lebih kuat. Kompas.tv menyimpulkan pernyataan
Kapolri selaras dengan tema HUT Bhayangkara.
Pernyataan Kapolri selaras
dengan moto dan arti lambang Polri, Rastra Sewakottama?yang
berarti "Polri adalah Abdi Utama dari pada Nusa dan
Bangsa."?Lambang Polri berarti Polri tumbuh dan berkembang dari
rakyat, untuk rakyat. Polri harus berinisiatif dan bertindak sebagai abdi,
pelindung, dan pengayom rakyat. Polri harus jauh dari tindak dan sikap sebagai
"penguasa". Polri akan selalu berusaha sepanjang waktu mewujudkan
masyarakat tentram (Polri, 2022).
Pesan Kapolri menyiratkan
Polri mengedepankan unsur pengabdian yang membuat Polri diperlukan dan dicintai
masyarakat. Ini tentunya tidak melenceng dari moto dan arti lambang Polri. Namun,
apakah ini menunjukkan ?tema
ulang tahun Polri? Peran Polri sebagai pendukung perekonomian bangsa tercantum
dalam bentuk padi dan kapas dalam logo Polri yang menggambarkan cita-cita
bangsa menuju kehidupan adil dan makmur (Polri, 2022).
Tidak salah tentunya jika tema ulang tahun Polri ke-76 menyebutkan dukungan
Polri pada pemulihan ekonomi.
Lalu
acara peringatan HUT Polri melalui gelaran malam Nusantara Gemilang masih relevan
dengan peran Polri seperti yang tercantum dalam logo Polri. Lambang perisai
yang bermakna pelindung rakyat dan negara menunjukkan Polri akan selalu
melindungi negara. Lambang pancaran obor?bermakna penegasan tugas Polri, dalam
memberi sesuluh atau penerangan dan penyadaran hati nurani masyarakat agar
selalu sadar akan perlunya kondisi Kamtibmas yang mantap (Polri, 2022). Telah menjadi pengetahuan umum bahwa
Indonesia adalah negara dengan keragaman agama, suku, budaya, ras, dan golongan
yang sangat tinggi. Telah banyak kasus konflik karena keragaman tersebut yang memerlukan
peran Polri. Tentunya tepat jika Polri mengedepankan nilai toleransi dalam
keragaman dalam mendukung perwujudan perdamaian di Indonesia.
Namun, menjadi pertanyaan adalah,
serangkaian pemberitaan mengenai acara perayaan HUT Polri dan pernyataan Kapolri
belum menyentuh langsung tema HUT Polri tahun ini. Simpulan dalam pemberitaan Kompas.tv tidak didukung
dengan informasi yang memadai. Simpulan Ketua
MPR RI tentunya tidak salah jika merujuk pada tema HUT Polri. Jarak yang nampak
adalah ketidak-langsungan antara tema HUT dengan bentuk acara perayaan HUT dan
pernyataan Kapolri. Polri masih mengedepankan unsur pengabdian secara umum
belum secara khusus pada pemulihan ekonomi bangsa. Pun mengenai unsur-unsur
lain dalam tema Hari Bhayangkara tahun ini. Unsur presisi (ketepatan) dan
reformasi struktural belum tersurat dalam pernyataan Kapolri atau tersirat dari
acara puncak perayaan HUT Polri.
Penelitian
Sayekti dan Nasucha (2018) menemukan bahwa Divisi Humas Polri melakukan
strategi membangun citra melalui strategi jangka panjang, menengah, dan jangka
pendek. Strategi yang dibangun melalui kemitraan dengan media massa ini
dibuktikan berhasil membangun citra Polri oleh penelitian ini. Sejarah panjang
Polri menunjukkan sejak masa penghapusan Dwi Fungsi ABRI, Polri memegang peran
penting dalam membangun perdamaian internal bangsa. Polri sebagai abdi
masyarakat merupakan citra yang ditonjolkan sesuai dengan motto Polri.
Penelitian Sayekti dan Nasucha (2018) menemukan, Polri berhasil membangun citra
ini.
Selaras
dengan semangat Hari Bhayangkara dan kondisi bangsa, reposisi citra Polri dalam
mendukung pemulihan ekonomi (khususnya) memerlukan perhatian Polri. Citra Polri
yang telah berhasil terbangun sebagai abdi dan pelindung masyarakat memerlukan
penguatan dari sisi jaminan keamanan aktivitas pemulihan ekonomi. Tentunya
citra ini terbangun selain dari pengemasan acara ulang tahun Polri dan pesan
Kapolri juga melalui kerja nyata Polri. Bangsa ini memerlukan kehadiran Polri
dalam menjaga keamanan dan ketertiban sebagai syarat mutlak pembangunan ekonomi
bangsa.
?
Referensi
Fitriana, Nurul (2022, 1 Juli). Pesan Kapolri untuk
Anggota Polisi di Hari Bhayangkara: Semangat dan Ikhlas Beri Pengabdian
Terbaik. Retrieved
from https://www.kompas.tv/article/304844/pesan-kapolri-untuk-anggota-polisi-di-hari-bhayangkara-semangat-dan-ikhlas-beri-pengabdian-terbaik?page=all
Kementrian
PPN/Bapenas (2022, 1 Juli). Siaran Pers. Retrieved from https://bappenas.go.id/berita/sdgs-solusi-bersama-pulihkan-indonesia-pascapandemi-covid-19-EeagZ
Polri (2022). Arti
Lambang Polri. Retrieved from https://polri.go.id/arti-lambang
Sayekti,
Indah Ayu & Muchammad Nasucha (2018). The Public Relation Strategy of
Indonesia Police in Elevating Good Image Through Media Relations. Dalam Yani Tri Wijayanti dan Yanuar Luqman (Eds.). ?Multiple
Platform in Transformative Public Relations, Cultural and Tourism ASPIKOM Indonesia, Jakarta.
Shiftanto, Muhammad Renald (Tema dan Logo Hari Bhayangkara 2022,
HUT ke-76 Polri pada 1 Juli, retrieved from https://www.tribunnews.com/nasional/2022/06/30/tema-dan-logo-hari-bhayangkara-2022-hut-ke-76-polri-pada-1-juli-2022.
Rizkia, Riana (2022,
28 Juni). HUT Bhayangkara ke-76, Polri Gelar Malam Nusantara Gemilang,
retrieved from https://nasional.sindonews.com/read/811687/15/hut-bhayangkara-ke-76-polri-gelar-malam-nusantara-gemilang-1656428792
?
?