Membangun Insan Berilmu dan Bertauhid, Unida Bogor Mewisuda 486 Sarjana dan Master Berprestasi
BOGOR –
Universitas Djuanda (Unida) Bogor, mewisuda 486 mahasiswanya pada
penyelenggaraan wisuda Ke-45 Program Sarjana dan Pascasarjana semester genap
tahun 2022 di Braja Mustika Hotel and Convention Center, Kota Bogor.
Wisuda
yang diselenggarakan pada 13 Juli 2022 ini merupakan wisuda luring terbesar
setelah sebelumnya kegiatan tersebut terselenggara secara terbatas bahkan
daring selama pandemi.
Rektor
Unida Bogor, Prof Suhaidi mengatakan, wisudawan dalam sidang terbuka Senat
Akademik itu merupakan mahasiswa yang memiliki prestasi dengan rata-rata IPK 3,39
untuk S1 dan 3,62 untuk S2.
“Untuk
capaian IPK tertinggi S1 adalah 3,95 dan IPK tertinggi untuk S2 mencapai nilai
maksimum, yakni 4.00. Sementara masa studi S1 tercepat ditempuh dalam waktu 3
tahun 5 bulan 17 hari (7 semester), dan masa studi S2 tercepat ditempuh dalam
waktu 1 tahun 8 bulan 13 hari,” ungkap Suhaidi dalam keterangan tertulis yang
diterima PAKAR, Kamis (14/7).
Di
samping itu, Suhaidi memaparkan jika Unida Bogor saat ini menduduki peringkat
kedua di wilayah LLDikti 4 Jawa Barat Banten. Lalu dalam bidang publikasi
berdasarkan pemeringkatan Sinta 4 Juli 2022, Unida berada pada posisi ke-123
peringkat nasional dari 5.245 afiliasi perguruan tinggi dan Lembaga lainnya di
Indonesia.
Adapun
kinerja bidang kemahasiswaan, kata dia, mahasiswa Unida telah memenangi
berbagai hibah kompetitif kegiatan kemahasiswaan dan berdasarkan sistem pemeringkatan
mahasiswa nasional.
“Kinerja
mahasiswa Unida mencapai peringkat nasional ke-66 dari seluruh perguruan tinggi
di Indonesia,” kata Suhaidi.
Sementara,
para dosen Unida Bogor pada tahun 2022 mendapatkan hibah penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat dengan total pembiayaan hibah yang disetujui tahun
2022 sebesar Rp 2,498 miliar.
Prodi
Hukum Fakultas Hukum memenangi hibah kompetisi Program Kompetisi Kampus Merdeka
(PKKM) pada tahun 2021 sebesar Rp1,2 miliar dan pada tahun 2022 memperoleh dana
PKKM tahun keduan sebesar Rp. 500 juta yang merupakan bagian dari implementasi
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Pada
tanggal 12 Desember 2021, kita juga telah menandatangani hibah insentif MBKM
Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian
Masyarakat Berbasis hasil Penelitian dan Purwarupa PTS sebesar Rp1,8 miliar
(satu kelompok kegiatan penelitian dan tiga kelompok pengabdian masyarakat yang
menyertakan 16 program studi),” terang Suhaidi.
Dengan
total pembiayaan hibah yang diterima, Dosen Unida Bogor sampai tahun 2022 telah
mendaftarkan paten dan hak cipta oleh sentra Hak Kekayaaan Intelektual (HKI)
407 Hak Cipta, lima merek, 15 paten sederhana dan empat paten.
Selain
itu, Unida Bogor juga meningkatkan sarana dan prasarana dengan pengembangan
fasilitas laboratorium pangan halal untuk keperluan praktikum dan penelitian
diantaranya laboratorium sarana praktikum (SARTIKA).
Kemudian
laboratorium lapangan baik sendiri maupun bekerjasama dengan mitra antara lain
seperti laboratorium perikanan aliran sungai Ciasin dan Citeko, laboratorium
peternakan di Ciburayut Caringin, kemudian mengelola sendiri laboratorium yang
disebut dengan Unida Business Center yang saat ini bekerjasama dengan PTPN
VIII, menyediakan 20 hektare tanah pertanian untuk studi lapangan, sehingga
bisa menjadi laboratorium produksi dan teaching farm.
Lalu,
di area ini juga didirikan Unida Tahfiz Camp yang sudah berjalan untuk
mendorong penjabaran visi bertauhid Unida.
Suhaidi
juga menuturkan, pada tahun 2022 Unida juga telah berhasil mencetak buku nilai
karakter bertauhid yang menjadi landasan filosofis Pancadarma, yaitu
pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat, profesionalitas, dan
ketauhidan.
Dengan
dilahirkannya buku 21 nilai karakter bertauhid (NKT), maka Unida sudah memiliki
panduan yang kuat ke arah mana visi dan misi akan berlayar dan berlabuh di
sebuah tujuan mulia yaitu fiddunya hasanah wafil-akhirati hasanah.
Ketua
Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) Bambang
Widjojanto menyampaikan pesan kepada wisudawan untuk mengemban amanah sebagai lulusan
kampus BERTAUHID, UNIDA.
“Pendidikan
S1 yang sudah diselesaikan tak menghilangkan kewajiban untuk menjadi pembelajar
sejati. Ketahuilah, di dalam Islam, ada kewajiban untuk tetap menuntut ilmu
selama hidup hingga kelak diujung hayat-dikandung badan. Hal ini sesuai dengan
hadist yang dikemukakan Rasulullah ‘Tuntutlah ilmu mulai sejak buaian hingga ke
liang lahat’ (H.R. Ibn. Abd. Bar). Bahkan, menuntut ilmu adalah kewajiban, hal
ini oleh Rasulullah melalui sabdanya “Menuntut ilmu adalah kewajiban atas
setiap orang Islam, laki-laki atau perempuan” (H.R Ibnu Majah, no. 224).
Alasannya
sangat jelas, kata dia, Islam memandang pendidikan sebagai proses yang terkait
dengan upaya mempersiapkan manusia untuk mampu memikul taklif (tugas hidup)
sebagai khalifatullah.
Untuk
maksud tersebut, manusia diciptakan Allah lengkap dengan segenap potensinya,
berupa akal dan kemampuan belajar (Noer Aly, 2003: 11). Pendidikan dalam bahasa
Arab dikenal dengan istilah tarbiyah yang berakar dari kata “rabba”, berarti
mendidik. Al Ashfahani mengatakan bahwa al-rabb berarti tarbiyah menunjukkan
kepada arti menumbuhkan perilaku secara bertahap hingga mencapai batas kesempurnaan
(Achmadi, 1992: 14).”
Bambang
juga berpesan untuk terus terus menerus meningkatkan kualitas diri agar menjadi
orang yang berilmu. Hal itu dapat dilakukan melalui jenjang pendidikan yang
lebih tinggi di paska sarjana, mengikuti beragam pelatihan lain atau belajar
hikmah pada universitas kehidupan dari orang-orang zuhud dan tawadhu.
Chancellor
Unida Bogor, Martin Roestamy menyampaikan terima kasih dan selamat kepada
Civitas Akademika seluruh insan Unida atas prestasi yang telah diraih berupa
capaian-capaian sebagaimana yang telah disampaikan Rektor.
Prestasi
yang diraih tersebut adalah hasil kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas,
kerja cepat, dan kerja berjamaah yang merupakan budaya kerja bertauhid yang
selama ini dianut oleh seluruh insan UNIDA Bogor, Kampus Bertauhid. Chancellor
berpesan untuk tetap berpegang dengan karakter bertauhid.
“Jika
anda tetap berpegang dengan karakter bertauhid, semua peluang akan datang
sendiri. Karena peluang itu tidak perlu dikejar, tetapi harus dibangun. Peluang
yang dikejar lebih cepat dari pada kecepatan angin. Semua yang kita kelola
dengan baik akan menciptakan membangun peluang itu sendiri. Khususnya bagi
alumni yang beragama Islam, tetap berpegang teguhlah dengan Alquran dan sunnah
Rosul” pesannya.
Selanjutnya,
dia juga berpesan untuk menjaga nama baik almamater wisudawan.
“Jaga
nama baik almamater kita Kampus Bertauhid Universitas Djuanda, dengan
menunjukkan kepribadian Anda yang terpuji, karena sikap prilaku, prestasi dan
dedikasi Anda ke jalan kebaikan dapat menjadi bukti kepribadian 21 karakter
bertauhid tentang semangat menggenggam dunia untuk meraih akhirat.”
Pada
kesempatan wisuda kali ini juga diisi oleh orasi ilmiah dari Prof Ediwarman.
Dalam paparannya, dia membahas mengenai Kajian Hukum Mengenai Tindak Pidana
Perikanan di Kawasan Selat Malaka dalam Perspektif Kriminologi.
Warga
negara asing yang menjadi pelaku tindak pidana di Selat Malaka sebagian besar
berasal dari Myanmar disusul oleh Thailand dan Malaysia. Orasi ilmiah ini
merupakan kajian ilmiah yang sangat bermanfaat bagi kajian terutama di bidang
hukum.
Orasi
ilmiah ini diharapkan dapat menyokong tumbuhnya pemikiran-pemikiran ilmiah yang
lebih banyak. Iklim ilmiah merupakan nafas perguruan tinggi. Ini pun telah
tumbuh di Unida Bogor. Laporan Rektor menyebutkan kumlah publikasi artikel
ilmiah dosen yang terindeks Scopus sebanyak 296 dokumen dengan jumlah sitasi
sebanyak 2068, dan pada web of science sebanyak 50 artikel, dan jumlah sitasi
pada WoS: 137. Jumlah dokumen yang terindeks google scholar sebanyak 4542
dokumen dengan jumlah sitasi sebanyak 14.040.
---
Editor:
Umam (Pakuan Raya)
Sumber
Berita:
https://pakuanraya.com/membangun-insan-berilmu-dan-bertauhid-unida-bogor-mewisuda-486-sarjana-dan-master-berprestasi/