Membentuk Karakter Insan UNIDA Berbasis Uswah Hasanah Rasulallah SAW
Oleh:
Yudi Wahyudin
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Djuanda
Perjalanan panjang yang luar biasa dengan berbagai macam ujian mengiringi
kekasih sejati Allah SWT ini. Lahir dalam keadaan yatim dan masih balita
menjadi yatim-piatu, lalu hidup dan bertumbuh dalam lingkungan sangat sederhana
namun penuh kemurnian, keras dan tegas, yang kemudian direkognisi sebagai Al
Amin hingga dipersunting ibunda Khadijah karena kemuliaan akhlak dan karakter
kejujuran dan kecerdasannya. Hingga
kemudian Allah SWT mengangkat kemuliaan baginda nabi dengan risalah penutup
yang sempurna dan menjadi rahmatan lil’alamiin hingga yaumil akhir, dan semoga
kita termasuk ke dalam jajaran umatnya yang akan mendapatkan syafaatnya
kelak. InsyaaAllah.
Rohatil athyaru tasyduw (burung-burung berkicauan teramat
bahagia)
Fii laya lil maulidi (di malam kelahiran baginda nabi)
Wabarikunu riyabdu (dan kilatan cahaya terpancarkan penuh makna)
Min maani Ahmadi (dari Ahmad, yakni baginda nabi Muhammad SAW)
Rasulallah SAW merupakan kekasih sejati dari Allah SWT satu-satunya
Rasulallah SAW merupakan pemimpin sejati satu-satunya
Rasulallah SAW merupakan nabi pemberi syafaat satu-satunya
Rasulallah SAW merupakan satu-satunya manusia yang diperintah Allah
(dimana Allah sendiri melakukan perintah tersebut secara langsung bersama para
malaikat-Nya dan selanjutnya menyeru kepada semua orang yang beriman (serta
seluruh makhluk ciptaan-Nya) untuk bershalawat kepada baginda nabi SAW)
Risalah implementasi shalawat ini pernah ditanyakan langsung kepada
baginda nabi SAW, dimana diceritakan bagaimana seseorang akan mendapatkan
kemuliaan di dunia dan di akhirat jika seluruh waktu hidupnya ia curahkan untuk
selalu bershalawat kepada baginda nabi SAW.
Sungguh fadhilah shalawat ini akan menjadi ruang terbuka kita untuk
dapat memperoleh syafaatnya di yaumil akhir kelak, insyaaAllah.
Peringatan maulid nabi besar dan penghulu para nabi ini seharusnya
menjadi momentum kita untuk terus berintrospeksi dengan mengingat, memahami,
menghayati, menginternalisasi, mengkristalisasi dan mengamalkan kemuliaan
ajaran dan semua risalah yang telah diwariskan baginda nabi kepada kita
semua. Baginda nabi seharusnya kita
tempatkan sebagai satu-satunya uswah sejati, teladan yang paling sempurna untuk
kita contoh dalam berbagai aspek hidup, kehidupan dan penghidupan kita di
dunia, terlebih ketika kita ingin mewujudkan pribadi dan komunitas yang dapat
menggenggam dunia dan meraih akhirat.
Universitas Djuanda sebagai kampus bertauhid telah membangun 21 nilai
karakter tauhid, dimana nilai-nilai tersebut secara iteratif telah dikaji dan
jika diterapkan, maka jalan dakwah jasmani dan rohani dengan mengacu kepada
akhlak rasulallah SAW dapat kita implementasi dengan baik. Tidak ada satupun dari 20 nilai karakter
tauhid yang dibangun, dimana ultimate goal-nya untuk membentuk pribadi
dan komunitas yang ber-akhlakul karimah yang tidak sesuai dengan ajaran
nabi. Yang perlu dilakukan adalah dengan
cara ikut terlibat, berkolaborasi dan berpartisipasi aktif untuk bertumbuh dan
berkembang secara bersama-sama dalam mewujudkan Visi Universitas Djuanda.
Kita bermohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT agar
Universitas Djuanda dapat memenuhi tanggungjawab dalam rangka mencerdaskan dan
mentaqwakan manusia (mahasiswa/i) dengan menuntut ilmu di dalam ibadah dan
mengemban amanah sebagai khalifah sesuai dengan kandungan Hymne Unida, sehingga
diharapkan semua insan dan anggota keluarga besar Universitas Djuanda dapat
berproses untuk memiliki dan mengamalkan ilmu yang padat, amal kreatif, luas
pandangan dan akrab lingkungan.
Kolaborasi dan partisipasi menjadi bagian terpenting dalam mewujudkan
apa yang kita cita-citakan bersama.
Bentuk kolaborasi dan partisipasi sekecil apapun akan memberikan ruang step
by step bagi upaya menggapai cita kita.
Ketika tujuan akhir kita adalah membentuk pengetahuan dan keterampilan
yang rahmatan lil’alamiin dengan nilai karakter utama akhlakul karimah, maka
input nilai-nilai karakter ini harus diketahui terlebih dahulu, setelah
diketahui dan diingat maka perlu dilatih secara terus menerus agar dapat
berproses untuk dipahami, dihayati, diinternalisasi, dan dikristalisasi,
sehingga pada akhirnya dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari secara
sempurna. Tentu saja input-proses-output
dilakukan secara learning by doing agar dapat dilakukan penguatan dan
pemantapan, sehingga outcome (akhlakul karimah) dari tujuan
pembentukan 21 nilai karakter tauhid tersebut dapat tercapai.
Spirit to be rahmatan lil’alamiin:
-
Sharing (give the best)
-
Be the best
-
ATM
-
Berbeda itu biasa (hindari
berdebat karena cenderung emosi)
-
Berproses menggapai
(hindari merasa sudah mencapai)
-
Benar itu relatif (berusaha
untuk terus berkembang)
-
Optimizing 24 hours per day
(pahala maksimal dan serve the best).