[email protected] 0251-8240773
Informasi

Membentuk Karakter Insan UNIDA Berbasis Uswah Hasanah Rasulallah SAW

Oleh:

Yudi Wahyudin

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Djuanda

 Setiap 12 Rabiul Awal tahun hijriah, umat Islam memperingati hari dimana seorang manusia mulia dilahirkan di muka bumi untuk menjadi penerang, pembeda, penutup dan penghulu para pembawa risalah Ilahi Rabbi.  Kehadirannya merupakan cahaya di atas cahaya yang menerangi dunia dengan kemuliaan akhlak yang menjadi uswah hasanah bagi seru sekalian alam.  Kebersihan hati, kecemerlangan pikiran, kelembutan tutur, kesempurnaan sikap dan kemuliaan perilaku diwariskan kepada umatnya agar dapat menjadi wasilah kehadiran bahagia lahir dan batin serta karunia dan rahmat Allah SWT di dunia dan akhirat.   Bagaimana tidak rasulallah SAW tidak menjadi menjadi teladan yang sempurna, karena beliau adalah Al Qur’an yang berjalan, seluruh ucapan, tindakan dan perbuatan menjadi sunnah.  Bahkan rasulallah SAW di akhir hayatnya menyampaikan kepada umatnya bahwa dengan Al Qur’an dan Sunnah yang diwariskan kepada umatnya untuk menjadi pedoman dan panduan, maka umatnya pasti tidak tersesat dan akan istiqamah berada dalam jalur jalan yang lurus yang diridhoi oleh Allah SWT.

 

Perjalanan panjang yang luar biasa dengan berbagai macam ujian mengiringi kekasih sejati Allah SWT ini.   Lahir dalam keadaan yatim dan masih balita menjadi yatim-piatu, lalu hidup dan bertumbuh dalam lingkungan sangat sederhana namun penuh kemurnian, keras dan tegas, yang kemudian direkognisi sebagai Al Amin hingga dipersunting ibunda Khadijah karena kemuliaan akhlak dan karakter kejujuran dan kecerdasannya.  Hingga kemudian Allah SWT mengangkat kemuliaan baginda nabi dengan risalah penutup yang sempurna dan menjadi rahmatan lil’alamiin hingga yaumil akhir, dan semoga kita termasuk ke dalam jajaran umatnya yang akan mendapatkan syafaatnya kelak.  InsyaaAllah.

 

Rohatil athyaru tasyduw (burung-burung berkicauan teramat bahagia)

Fii laya lil maulidi (di malam kelahiran baginda nabi)

Wabarikunu riyabdu (dan kilatan cahaya terpancarkan penuh makna)

Min maani Ahmadi (dari Ahmad, yakni baginda nabi Muhammad SAW)

 

Rasulallah SAW merupakan kekasih sejati dari Allah SWT satu-satunya

Rasulallah SAW merupakan pemimpin sejati satu-satunya

Rasulallah SAW merupakan nabi pemberi syafaat satu-satunya

Rasulallah SAW merupakan satu-satunya manusia yang diperintah Allah (dimana Allah sendiri melakukan perintah tersebut secara langsung bersama para malaikat-Nya dan selanjutnya menyeru kepada semua orang yang beriman (serta seluruh makhluk ciptaan-Nya) untuk bershalawat kepada baginda nabi SAW)

 

Risalah implementasi shalawat ini pernah ditanyakan langsung kepada baginda nabi SAW, dimana diceritakan bagaimana seseorang akan mendapatkan kemuliaan di dunia dan di akhirat jika seluruh waktu hidupnya ia curahkan untuk selalu bershalawat kepada baginda nabi SAW.   Sungguh fadhilah shalawat ini akan menjadi ruang terbuka kita untuk dapat memperoleh syafaatnya di yaumil akhir kelak, insyaaAllah. 

 

Peringatan maulid nabi besar dan penghulu para nabi ini seharusnya menjadi momentum kita untuk terus berintrospeksi dengan mengingat, memahami, menghayati, menginternalisasi, mengkristalisasi dan mengamalkan kemuliaan ajaran dan semua risalah yang telah diwariskan baginda nabi kepada kita semua.  Baginda nabi seharusnya kita tempatkan sebagai satu-satunya uswah sejati, teladan yang paling sempurna untuk kita contoh dalam berbagai aspek hidup, kehidupan dan penghidupan kita di dunia, terlebih ketika kita ingin mewujudkan pribadi dan komunitas yang dapat menggenggam dunia dan meraih akhirat.

 

Universitas Djuanda sebagai kampus bertauhid telah membangun 21 nilai karakter tauhid, dimana nilai-nilai tersebut secara iteratif telah dikaji dan jika diterapkan, maka jalan dakwah jasmani dan rohani dengan mengacu kepada akhlak rasulallah SAW dapat kita implementasi dengan baik.  Tidak ada satupun dari 20 nilai karakter tauhid yang dibangun, dimana ultimate goal-nya untuk membentuk pribadi dan komunitas yang ber-akhlakul karimah yang tidak sesuai dengan ajaran nabi.  Yang perlu dilakukan adalah dengan cara ikut terlibat, berkolaborasi dan berpartisipasi aktif untuk bertumbuh dan berkembang secara bersama-sama dalam mewujudkan Visi Universitas Djuanda.

 

Kita bermohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT agar Universitas Djuanda dapat memenuhi tanggungjawab dalam rangka mencerdaskan dan mentaqwakan manusia (mahasiswa/i) dengan menuntut ilmu di dalam ibadah dan mengemban amanah sebagai khalifah sesuai dengan kandungan Hymne Unida, sehingga diharapkan semua insan dan anggota keluarga besar Universitas Djuanda dapat berproses untuk memiliki dan mengamalkan ilmu yang padat, amal kreatif, luas pandangan dan akrab lingkungan.

 

Kolaborasi dan partisipasi menjadi bagian terpenting dalam mewujudkan apa yang kita cita-citakan bersama.  Bentuk kolaborasi dan partisipasi sekecil apapun akan memberikan ruang step by step bagi upaya menggapai cita kita.  Ketika tujuan akhir kita adalah membentuk pengetahuan dan keterampilan yang rahmatan lil’alamiin dengan nilai karakter utama akhlakul karimah, maka input nilai-nilai karakter ini harus diketahui terlebih dahulu, setelah diketahui dan diingat maka perlu dilatih secara terus menerus agar dapat berproses untuk dipahami, dihayati, diinternalisasi, dan dikristalisasi, sehingga pada akhirnya dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari secara sempurna.  Tentu saja input-proses-output dilakukan secara learning by doing agar dapat dilakukan penguatan dan pemantapan, sehingga outcome (akhlakul karimah) dari tujuan pembentukan 21 nilai karakter tauhid tersebut dapat tercapai.

 

Spirit to be rahmatan lil’alamiin:

-          Sharing (give the best)

-          Be the best

-          ATM

-          Berbeda itu biasa (hindari berdebat karena cenderung emosi)

-          Berproses menggapai (hindari merasa sudah mencapai)

-          Benar itu relatif (berusaha untuk terus berkembang)

-          Optimizing 24 hours per day (pahala maksimal dan serve the best).