Memperingati Hari Bank International, Apa peran Bank dalam Perekonomian Global?
Oleh : Sofyan Hidayat, S.E, M.S.M (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Djuanda)
Majelis Umum PBB melalui resolusi 74/245 pada 19 Desember 2019, menetapkan bahwa tanggal 4 Desember menjadi Hari Bank International sebagai momen penting untuk menghargai peran lembaga keuangan ini dalam memajukan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas global. Dengan berbagai kegiatan dan acara yang diadakan di seluruh dunia, peringatan ini menyoroti dampak positif yang sistem perbankan bawa pada masyarakat global dan pengaruhnya terhadap perekonomian.
Peran Bank dalam Ekonomi Global:
Bank memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Bank sebagai suatu sistem keuangan modern saat ini berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan peningkatan standar hidup dengan menyediakan berbagai layanan kepada seluruh perekonomian.1 Saat ini bank memfasilitasi perdagangan, menyalurkan sumber daya keuangan yang efektif antara penabung dan peminjam, serta menyediakan berbagai produk untuk menghadapi risiko dan ketidakpastian.
Bank sebagai perantara keuangan diharapkan dapat menyediakan layanan keuangan dasar untuk semua orang. Perbankan, yang dianggap sebagai cermin pertumbuhan ekonomi, dapat memberikan kontribusi pada pembangunan ekonomi setidaknya dengan dua cara: secara langsung, dengan meningkatkan pos-pos neraca, dan secara tidak langsung, melalui pembiayaan. Dalam ekonomi global, semakin pentingnya bank menjadi jelas, mengingat bahwa dalam konteks percepatan pengembangan sistem informasi dan komunikasi, kita menyaksikan munculnya jaringan keuangan global.2
Peran Bank dalam Menghadapi Krisis Ekonomi:
Sejarah mencatat bahwa bank memiliki peran utama dalam menanggapi dan meredakan krisis ekonomi. Dalam situasi ketidakpastian, bank menjadi pilar kepercayaan dan stabilitas, membantu mengamankan simpanan nasabah dan menyediakan likuiditas untuk mencegah kegagalan sistem keuangan. Pemulihan perekonomi dari suatu krisis tidak lepas dari peran bank sebagai perpanjangan tangan dari kebijakan Bank Sentral yg ditetapkan seperti pengendalian inflasi melalui transmisi kebijakan moneter, penyaluran dana untuk sektor yg membutuhkan serta peran dalam inklusifitas keuangan pada kalangan masyarakat.
Bank memainkan peran penting dalam perkembangan krisis keuangan sebagai perantara keuangan yang berkontribusi secara efisien dari agen yang berkelimpahan dana kepada agen yang kekurangan dana. Bank dapat memfasilitasi krisis keuangan melalui aktivitas yang dilakukan di pasar keuangan yang dapat mempengaruhi tingkat suku bunga, ketidakpastian di pasar dan harga aset.3
Inovasi Finansial dan Teknologi:
Peringatan Hari Bank Internasional juga memberikan kesempatan untuk merayakan inovasi finansial dan teknologi yang telah mengubah cara bank beroperasi. Pengenalan teknologi keuangan atau fintech telah mempermudah akses ke layanan keuangan, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan kesempatan baru dalam sektor perbankan. Dengan adanya inovasi teknologi, membuat pemrosesan dan transmisi informasi pada perbankan menjadi lebih mudah dan cepat.4 Produk perbankan dapat dengan mudah dipasarkan, juga karena jaringan yang lebih luas berdasarkan koneksi regional dan global.
Salah satu bentuk nyata dadri adanya inovasi teknologi dimana saat ini nasabah-nasabah bank di Indonesia dapat berbelanja dengan menggunakan aplikasi bank dalam negeri untuk bertransaksi diluar negeri tanpa harus melakukan penukaran uang tunai melalui money changer ataupun membuka rekening bank di luar negeri. Terbukti dengan adanya inovasi teknologi membuat efisiensi dalam bertransaksi serta membuat kesadaran nasabah semakin meningkat dimana hal ini membuat inklusi keuangan yg diinginkan menjadi lebih mudah tercapai.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan:
Meskipun perbankan internasional telah mencapai banyak kesuksesan, masih ada tantangan yang perlu dihadapi, termasuk risiko keuangan global, keamanan cyber, dan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata. Sementara itu, peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan, keberlanjutan, dan kolaborasi internasional terbuka lebar.
Menurut Delloit5, Masa depan perbankan akan terlihat sangat berbeda dari saat ini. Dihadapkan pada perubahan ekspektasi konsumen, teknologi baru, dan model bisnis baru, dimana bank harus mulai menerapkan strategi sekarang untuk membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi perbankan di tahun 2030. Agar sukses, bank perlu merangkul teknologi yang sedang berkembang (on-trend-market), tetap fleksibel dalam mengadopsi model bisnis yang terus berkembang dan menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap strategi.
Referensi :
- Bollard, A., Hunt, C. and Hodgetts, B., 2011, August. The role of banks in the economy–improving the performance of the New Zealand banking system after the global financial crisis. In The New Zealand Shareholders Association Annual Meeting, Tauranga (Vol. 6, No. 2, p. 11).
- Drigă, I. and Dura, C., 2014. The financial sector and the role of banks in economic development. In 6th International Multidisciplinary Symposium “Universitaria SIMPRO (pp. 10-11).
- Andrieş, A.M., 2009. What role have banks in financial crises?. Review of Economic and Business Studies (REBS), (3), pp.149-159.
- Campanella, F., Della Peruta, M.R. and Del Giudice, M., 2017. The effects of technological innovation on the banking sector. Journal of the Knowledge Economy, 8, pp.356-368.
- Bank of 2030: Transform boldly. https://www.deloitte.com/ng/en/Industries/ financial -services/perspectives/bank-of-2030-the-future-of-banking.html
Bank for International Settlements (BIS). https://www.bis.org
Bank Indonesia. https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/cerita-bi/Pages/QR-Cross-Border-Solusi-Transaksi-Antar-Negara.aspx