[email protected] 0251-8240773
Berita

Mendapatkan Visitasi Asesmen Lapangan dari Diktis Kemenag RI, UNIDA Segera Buka Program Doktor Studi Islam

Sebagai langkah strategis dalam mewujudkan Universitas Djuanda (UNIDA) sebagai center of excellence berbasis tauhid, UNIDA bersiap membuka Program Doktor (S3) Studi Islam (Islamic Studies) pada Sekolah Pascasarjana. Dalam proses menuju pembukaan tersebut, UNIDA menjalani asesmen lapangan dari Kementerian Agama Republik Indonesia pada Ahad (19/4/2026) di Ruang Rapat ATJ.

Asesmen dilakukan oleh tim asesor yang terdiri dari Prof. Dr. H. Ija Suntana, M.Ag., CLA dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Yopi Kusmiati, S.Sos.I., M.Si dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta perwakilan DIKTIS Kemenag RI Dr. Rusdi Batun, M.Ag.

Kedatangan tim asesor disambut oleh Ketua Pembina Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) sekaligus Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Ketua Umum YPSPIAI Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd, Pembina UNIDA Bidang Eksternal Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A, serta Rektor UNIDA Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I bersama para Wakil Rektor dan jajaran pimpinan universitas.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I menyampaikan selayang pandang terkait UNIDA, bahwasanya saat ini UNIDA telah meraih akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) Unggul, dengan lebih dari 50 persen program studi juga berpredikat unggul. Program studi di bawah naungan Kementerian Agama pun terus dikembangkan secara berkelanjutan, seiring upaya institusi dalam mengharmonisasikan nilai tauhid dalam berbagai aspek kehidupan kampus.

Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I juga menegaskan bahwa pembukaan Program Doktor (S3) Studi Islam menjadi langkah strategis dalam mengembangkan kajian Islamic studies yang kuat dan berdampak bagi masyarakat.

“Asesmen lapangan ini merupakan momentum yang telah lama dinantikan. Keberadaan Program Doktor Studi Islam diharapkan menjadi ruang strategis untuk mengkaji, mengembangkan, sekaligus menguatkan nilai-nilai tauhid, baik dalam tataran keilmuan maupun praktik kehidupan sehari-hari (amaliyah),” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pembina YPSPIAI sekaligus Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengemukakan, sejak awal para pendiri telah memiliki visi menjadikan UNIDA sebagai center of excellence tauhid di Indonesia. Atas dasar tersebut, UNIDA mengusung konsep Kampus Bertauhid sebagai fondasi dalam seluruh aktivitas dan pengembangan institusi.

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengungkapkan, UNIDA telah menyusun berbagai literatur pendukung sebagai penguatan konsep tersebut, di antaranya buku Adab-adab Kehidupan Kampus Bertauhid, Implementasi Karakter Tauhid dalam Kehidupan Sehari-hari, hingga book chapter “Tauhid dalam Diriku”.

“Kami berkomitmen meneruskan amanah para pendiri untuk menjadikan tauhid sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menyampaikan bahwa UNIDA pada tahun ini mulai melangkah menuju sertifikasi internasional dan pemeringkatan dunia. Semangat kemandirian terus dibangun sebagai bagian dari penguatan institusi.

“Pengembangan Program Studi Islamic Studies menjadi salah satu wujud nyata, sebagai pusat kajian yang memperkuat nilai-nilai tauhid,” tambahnya.

Dari pihak Kementerian Agama, Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat PTKI Ditjen Pendidikan Islam, Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im, yang hadir secara virtual, menekankan pentingnya sinergi dalam proses asesmen. Ia berharap kemitraan antara UNIDA dan Kementerian Agama terus diperkuat guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam.

“UNIDA diharapkan mampu melahirkan akademisi dan ilmuwan yang berkontribusi bagi masyarakat. Hal ini juga menjadi bagian dari dakwah Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak serta berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.

Ketua Tim Asesor, Prof. Dr. H. Ija Suntana, M.Ag., CLA, menyampaikan bahwa asesmen bertujuan memastikan komitmen dan kesiapan UNIDA dalam membuka Program Doktor Studi Islam. Ia menilai identitas Kampus Bertauhid menjadi poin penting yang menunjukkan arah pengembangan institusi.

“Kami perlu mendalami lebih lanjut terkait fokus, keunikan, dan distingsi program doktor ini, termasuk kesiapan kurikulum, sumber daya manusia, sistem penjaminan mutu, serta sarana dan prasarana,” ujarnya.

Hal senada disampaikan anggota tim asesor, Dr. Yopi Kusmiati, S.Sos.I., M.Si yang menegaskan bahwa verifikasi dilakukan terhadap seluruh aspek kelayakan penyelenggaraan program. Menurutnya, akreditasi unggul yang telah diraih UNIDA menjadi indikator kuat bahwa sistem penjaminan mutu telah berjalan dengan baik.

“UNIDA saat ini telah meraih akreditasi unggul pada tingkat institusi, sehingga kami meyakini bahwa sistem penjaminan mutu telah berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Selain itu, sarana dan prasarana yang dimiliki juga dinilai sudah memadai dalam menunjang proses pembelajaran serta kegiatan penelitian di tingkat doktoral,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag, dalam arahannya secara virtual menyampaikan bahwa proses pembukaan Program Doktor memerlukan pertimbangan komprehensif. Melalui visitasi ini, pihaknya ingin memastikan kesiapan institusi secara menyeluruh sebelum izin diberikan.

“Pengembangan program studi harus berjalan sesuai koridor regulasi. Visitasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh aspek, baik sumber daya manusia maupun infrastruktur, telah siap secara optimal,” tegasnya.