Menggeliatnya Bisnis Kuliner, Sekolah Vokasi UNIDA Siapkan Program Studi Bisnis Jasa Makanan
Rumah Kreatif Aliansi Kuliner Indonesia (Kul-Ind)
mengunjungi Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor dalam rangka penjajakan kerja
sama dengan Sekolah Vokasi, Jumat (15/7/2022).
Dalam pertemuan ini, hadir Kepala Sekolah Vokasi UNIDA Bogor
Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si, Wakil Kepala Sekolah Vokasi UNIDA Bogor Mulyadi,
SH., MH, Guru Besar Fakultas Pertanian UNIDA Bogor Prof. Dr. Ir. Mohammad
Winugroho, M.Sc, dan perwakilan dari Rumah Kreatif Aliansi Kul-Ind, yakni Founder sekaligus Ketua Rumah Kreatif
Aliansi Kul-Ind Subagyo, ST, beserta jajarannya.
Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si dalam sambutannya menyampaikan,
UNIDA Bogor memiliki visi menjadi universitas riset yang menyatu dalam tauhid
dan diakui dunia, juga misi menyelenggarakan pancadarma pendidikan tinggi
berkualitas dan modern yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada
masyarakat, profesionalitas dan ketauhidan untuk mendorong terwujudnya lulusan
yang cerdas intelektual, spiritual, emosional, sosial, berkompeten, berjiwa
wirausaha yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa, serta menjadi rahmatan lilalamin.
Untuk itu, dalam perkembangannya UNIDA Bogor saat ini telah
membuka Sekolah Vokasi sebagai bagian dalam upaya mencapai visi dan misi
tersebut. Lebih jauh, Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si memaparkan mengenai Sekolah
Vokasi serta Rencana Program ke depan yang menjadi potensi dan peluang kerja
sama di antara kedua belah pihak.
“Pendidikan Vokasi merupakan pendidikan yang mengarahkan
mahasiswa untuk mengembangkan keahlian terapan, beradaptasi pada bidang
pekerjaan tertentu dan dapat menciptakan peluang kerja. Pendidikan vokasi
bertujuan menciptakan tenaga kerja yang terampil dalam keahlian tertentu yang
terlibat langsung dalam proses produksi,” ujarnya mengawali pembicaraan.
Pendidikan Vokasi juga memiliki tugas pokok, diantaranya
meningkatkan kompetensi peserta didik dengan mengeluarkan Surat Keterangan
Pendamping Ijazah (SKPI), ujian sertifikasi profesi melalui lembaga Sertifikasi
Profesi (LSP), pendidikan keterampilan masyarakat melalui balai latihan kerja,
pendidikan entrepreneurship
diaplikasikan sesuai keahlian, serta rintisan pendidikan vokasi tingkat
perguruan tinggi.
“Salah satu agenda pada hari ini ialah tentang membuat
rintisan sekolah vokasi tingkat PT, baik itu Diploma I, Diploma II, Diploma
III, Diploma IV ataupun setara Diploma. Selanjutnya akan kita diskusikan,
bagaimana rencana perintisan program studi vokasi tersebut sesuai dengan
beberapa rekomendasi yang telah dibuat sebelumnya,” ungkapnya.
Ketua Rumah Kreatif Aliansi Kul-Ind Subagyo, ST menuturkan,
Rumah Kreatif Aliansi Kul-Ind adalah sebuah tempat untuk menaungi pelaku pangan
kreatif, terutama pelaku pangan dalam
bidang kuliner. Menurutnya, kekayaan kuliner tradisional Indonesia yang
tersebar dari Sabang sampai Merauke amat beragam dari sisi jenis maupun
rasanya, sehingga perlu adanya pengemasan yang baik untuk bisa membawa kuliner
Indonesia mendunia.
Subagyo, ST mengutarakan, berdasar dari hal tersebut maka
diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan tujuan menguatkan satu sama lain guna
lebih mudah mencapai apa yang dicita-citakan.
“Ini sebenarnya cita-cita bersama kami di Aliansi Kul-Ind,
istilahnya kami tidak punya kaki yang kuat namun insyaAllah dengan adanya UNIDA, kita bisa lebih kuat bersama.
Sangat menarik apa yang disampaikan oleh Pak Miftah, pondasi kerja sama ini
perlu dibangun. Dijelaskan juga sebelumnya ada beberapa bidang yang bisa kita
kerjasamakan. Intinya, kami tentu siap untuk berkolaborasi. Luar biasa, di
samping tadi rekomendasi yang telah dibuat, kita munculkan ide-ide kreatif
lainnya, thinking out of the box.
Tujuannya, Indonesia bisa lebih baik dari negara lain, tentu dengan kita
menonjolkan kearifan lokal,” tuturnya menyampaikan.