[email protected] 0251-8240773
Berita

Menuju Akreditasi Unggul, UNIDA Bogor Selenggarakan Muker XV

Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Musyawarah Kerja (Muker) XV yang digelar pada tanggal 31 Juli sampai dengan 2 Agustus 2022 di Darmawan Park Hotel, Sentul, Bogor. Kegiatan tersebut diikuti oleh Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H. beserta jajaran, Rektor UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H. beserta jajaran, Direktur Eksekutif Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI), Dr. Hj. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, Penasehat Pendidikan Tinggi YPSPIAI, Prof. Uman Suherman, M.Pd dan Pejabat Struktural UNIDA Bogor yang menjadi peserta Muker XV UNIDA Bogor.

Chancellor UNIDA Bogor Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menuturkan bahwasanya tauhid yang menjadi visi bukan hanya sebatas tagline. Dalam hal ini, pimpinan universitas maupun pada tingkat fakultas memiliki peran yang sangat strategis. Nilai ketauhidan, perlu dimiliki oleh para pemimpin yang berkewajiban menjadi uswah. Hal ini guna meningkatkan kesadaran kepada semua bahwa tauhid merupakan visi bersama.

“Ini perlu ditingkatkan, awareness tentang bagaimana ini adalah visi untuk mencapai tujuan bersama. Setelah awareness, poin penting lainnya yaitu care. Semua insan UNIDA disini bukan hanya sekedar harus care atau peduli, akan tetapi harus membangun kepedulian, baik itu dosen maupun tendik. Setelah Muker, kita harus berfokus pada bagaimana membangun UNIDA melalui uswah atau tauladan yang bisa kita berikan,” ujarnya.

"Jika dianalisis SWOT, UNIDA pada dasarnya memiliki kekuatan yaitu visi tauhid itu sendiri, karakter organisasi yang guyub atau kekeluargaan, SOTK dan nama baik lembaga. Hal ini yang perlu dijaga oleh seluruh insan UNIDA,” tambahnya menuturkan.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama, Rektor UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH mengatakan, Muker XV akan membahas bagaimana menuju pencapaian akreditasi institusi unggul pada tahun 2026.

"Harapan saya sebagai nahkoda, kita akan musyarawahkan, kita akan sepakati dan bekerja sama untuk mencapai UNIDA terakreditas unggul. Rencana ke depan kita estafet sampai tahun 2026, Apa yang kita buat dengan kondisi nyata yang ada saat ini di prodi. Untuk menjadi unggul tentu harus terpenuhinya semua instrumen BAN PT dan LAM, oleh karena itu mari kita sama-sama bekerja sama memenuhi syarat-syarat menjadi universitas unggul," ujar Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH.

Direktur Eksekutif YPSPIAI, Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I dalam paparannya mengungkapkan, beberapa poin yang menjadi perhatian UNIDA Bogor dimulai dari nilai yang sudah disepakati, yaitu menyadari dan meyakini bahwa 21 nilai karakter tauhid adalah sebuah nilai yang harus dimiliki. Pada prosesnya, hal ini berkaitan dengan komunikasi yang menjadi kunci utama membangun kesadaran dan keyakinan tersebut.

"Dalam upaya peningkatan akreditasi tentu perlu juga membangun komunikasi dari atas ke bawah, begitu juga sebaliknya. Komunikasi menjadi sangat penting, bagaimana komunikasi dibangun atas dasar tauhid dan dibangun dengan kepedulian. Maka nilai yang dikembangkan adalah nilai awareness, juga participatory. Jangan ada sekat informasi seperti apa yang disampaikan oleh Chancellor yaitu dengan format WM Communication," ungkap Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I.

Sementara itu, Penasehat Pendidikan Tinggi YPSPIAI, Prof. Dr. Uman Suherman, M.Pd mengutarakan, kepedulian perlu diiringi dengan kemampuan serta perlu adanya juga ketauladanan. Ini berkaitan dengan bagaimana melakukan aktualisasi diri untuk menambah kepercayaan diri dengan meningkatkan kemampuan. Sehingga, dari tingkat prodi dapat berkembang dan mencapai apa yang ditargetkan.

“Menjadi uswah, maka pertama ialah kita harus mampu menjadi tauladan dan mengaktualisasi diri, agar bisa dicontoh oleh yang lain. Pencapaian target universitas unggul tentu berdasarkan pada perkembangan dan kemajuan dari tingkat prodi. Apa artinya universitas apabila prodi tidak berkembang dan apa artinya pencapaian IKU universitas jika IKU di prodi tidak berhasil, karena pencapaian prodi-lah yang menjadi dasar pencapaian target universitas,” sebutnya.