Menuju Akreditasi Unggul, UNIDA Bogor Selenggarakan Muker XV
Universitas Djuanda (UNIDA)
Bogor selenggarakan Musyawarah Kerja (Muker) XV yang digelar pada tanggal 31
Juli sampai dengan 2 Agustus 2022 di Darmawan Park Hotel, Sentul,
Bogor. Kegiatan tersebut diikuti oleh Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin
Roestamy, S.H., M.H. beserta jajaran, Rektor UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi,
S.H., M.H. beserta jajaran, Direktur Eksekutif Yayasan Pusat Studi Pengembangan
Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI), Dr. Hj. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I,
Penasehat Pendidikan Tinggi YPSPIAI,
Prof. Uman Suherman, M.Pd dan Pejabat Struktural UNIDA Bogor yang menjadi
peserta Muker XV UNIDA Bogor.
Chancellor UNIDA Bogor Dr. H.
Martin Roestamy, S.H., M.H menuturkan
bahwasanya
tauhid yang menjadi visi bukan
hanya sebatas tagline. Dalam hal ini, pimpinan universitas maupun pada
tingkat fakultas memiliki peran yang sangat strategis. Nilai ketauhidan, perlu
dimiliki oleh para pemimpin yang berkewajiban menjadi uswah. Hal ini guna meningkatkan kesadaran kepada semua bahwa
tauhid merupakan visi bersama.
“Ini perlu ditingkatkan, awareness tentang bagaimana ini adalah visi untuk mencapai tujuan
bersama. Setelah awareness, poin
penting lainnya yaitu care. Semua
insan UNIDA disini bukan hanya sekedar harus care atau peduli, akan tetapi harus membangun kepedulian, baik
itu dosen maupun tendik.
Setelah Muker, kita
harus berfokus pada bagaimana membangun UNIDA melalui uswah atau
tauladan yang bisa kita berikan,”
ujarnya.
"Jika dianalisis SWOT, UNIDA pada dasarnya memiliki
kekuatan yaitu visi tauhid itu
sendiri,
karakter organisasi yang guyub atau kekeluargaan, SOTK dan nama baik lembaga. Hal ini yang perlu dijaga oleh seluruh insan UNIDA,”
tambahnya menuturkan.
Selanjutnya dalam kesempatan
yang sama, Rektor UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH mengatakan, Muker XV akan membahas bagaimana menuju pencapaian akreditasi institusi unggul
pada tahun 2026.
"Harapan saya sebagai
nahkoda, kita akan musyarawahkan, kita akan sepakati dan bekerja sama untuk mencapai UNIDA terakreditas unggul.
Rencana ke depan kita estafet sampai tahun 2026, Apa yang kita buat dengan
kondisi nyata yang
ada saat ini di prodi. Untuk menjadi unggul tentu harus terpenuhinya semua
instrumen BAN PT dan LAM, oleh karena itu mari kita sama-sama bekerja sama
memenuhi syarat-syarat menjadi universitas unggul," ujar Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH.
Direktur Eksekutif YPSPIAI, Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I
dalam paparannya mengungkapkan, beberapa
poin yang menjadi perhatian UNIDA Bogor dimulai dari nilai yang sudah
disepakati, yaitu menyadari dan meyakini bahwa 21 nilai karakter tauhid adalah sebuah
nilai yang harus dimiliki. Pada
prosesnya, hal ini berkaitan dengan komunikasi yang menjadi kunci utama
membangun kesadaran dan keyakinan tersebut.
"Dalam upaya peningkatan
akreditasi tentu perlu juga membangun komunikasi dari atas ke bawah, begitu juga sebaliknya. Komunikasi menjadi sangat penting, bagaimana
komunikasi dibangun atas dasar tauhid
dan
dibangun dengan kepedulian. Maka
nilai yang dikembangkan adalah nilai awareness, juga participatory.
Jangan ada sekat informasi seperti apa yang disampaikan oleh Chancellor yaitu dengan format WM Communication,"
ungkap Dr. Hj. R. Siti
Pupu Fauziah, M.Pd.I.
Sementara itu, Penasehat Pendidikan Tinggi YPSPIAI, Prof. Dr. Uman Suherman, M.Pd mengutarakan, kepedulian perlu diiringi dengan kemampuan serta perlu adanya
juga ketauladanan. Ini berkaitan dengan bagaimana melakukan aktualisasi diri
untuk menambah kepercayaan diri dengan meningkatkan kemampuan. Sehingga, dari
tingkat prodi dapat berkembang dan mencapai apa yang ditargetkan.
“Menjadi uswah, maka pertama ialah kita harus
mampu menjadi tauladan dan mengaktualisasi diri, agar bisa dicontoh oleh yang
lain. Pencapaian target universitas unggul tentu berdasarkan pada perkembangan
dan kemajuan dari tingkat prodi. Apa artinya universitas apabila prodi tidak
berkembang dan apa artinya pencapaian IKU universitas jika IKU di prodi tidak berhasil,
karena pencapaian prodi-lah yang menjadi dasar pencapaian target universitas,”
sebutnya.