[email protected] 0251-8240773
Berita

Menwa UNIDA Berikan Pelatihan Al-Must Scout Camp di Ponpes Al-Musthafawiyah, Bentuk Karakter Santri Berlandaskan Ukhuwah Islamiyah

Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahawarman Universitas Djuanda (UNIDA) berikan pelatihan kepada siswa/i SMP dan SMK Al-Musthafawiyah pada Sabtu (18/10/23) di Pondok Pesantren Al-Musthafawiyah, Megamendung, Bogor. Kegiatan yang bertajuk Al-Must Scout Camp ini bertemakan “Membentuk Karakter Santri Al-Musthafawiyah yang Disiplin Waktu dan Mampu Bekerja Sama dengan Landasan Ukhuwah Islamiyah”. Adapun tujuan kegiatan ini ialah agar para siswa dan siswi lebih memahami mengenai kepramukaan, kedisiplinan dan karakter building.

Fathir Pahlevi selaku Ketua Pelaksana mengemukakan bahwasanya kegiatan Al-Must Scout Camp diikuti oleh 177 siswa dan siswi. Pelatihan ini merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh organisasi Santri Ma’had Al-Musthafawiyah yang diharapkan dapat menambah wawasan tentang kepramukaan, kedisiplinan, kerja sama dan juga menumbuhkan karakter building dalam menempuh organisasi ataupun dalam kehidupan sehari-hari,

“Karena para siswa/i ini dipersiapkan untuk menjadi penerus pengurus esktrakulikuler dan juga organisasi pondok pesantren, jadi kegiatan ini dipersiapkan untuk mereka agar mempunyai bekal ilmu dan mindset dalam setiap kegiatan organisasi, Ponpes ataupun kegiatan sehari-hari,” tuturnya.

“Saya selaku Ketua Pelaksana dalam kegiatan ini mengucapkan terima kasih kepada Menwa UNIDA yang telah bersedia untuk mengisi materi kepada para siswa/siswi SMP, SMK Al-Musthafawiyah. Semoga dalam kegiatan ini para peserta dapat belajar banyak tentang kepramukaan, disiplin yang tinggi dan  menjadikan pribadi yang berkarakter,” sambung Fathir.

Hadir sebagai pemateri, Ripal Gustamam selaku Komandan Batalyon VII/Suryakancana, Zery Gusdiansyah sebagai Wakil Komandan Kompi Universitas Djuanda, Asep Ubaedillah, S.sos sebagai Kakak Pembina Menwa UNIDA, Nurul Ayu Wardani, Indra Kurniawan dan juga Deja Maulidin. Rangkaian pada kegiatan ini diberikan materi dengan konsep outdoor melalui praktek langsung di lapangan.

“Untuk menjadi seorang pramuka harus memegang teguh Tri Satya seorang pramuka serta mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, seorang pramuka juga harus aktif dalam setiap kegiatan, harus siap ketika dipercaya dan juga harus teliti dalam aktivitas maupun mengerjakan setiap tugas sehingga menjadikan priadi yang berkarakter,” tutur Ripal Gustamam.

Selain itu pada kesempatan yang sama Zery Gusdiansyah mengatakan bahwa seorang pramuka harus menjadikan disiplin sebagai nafas dari kehidupan yang harus diterapkan dalam sehari-hari.

“Disiplin dalam pribadi seorang pramuka untuk melatih dan mendidik seseuai dengan dasa dharma atau kode etik kehormatan pramuka, sehingga apabila dirinya melakukan suatu pelanggaran akan timbul suatu perasaan bersalah, malu, takut, dan tidak mau untuk melakukan perbuatannya lagi,” pungkasnya.

Sementara itu pada sesi wawancara, Zaskia Safhina Tunazah sebagai salah satu peserta mengatakan kegiatan ini sangat baik.

“Saya selaku perwakilan dari peserta sangat berterima kasih kepada kakak Menwa UNIDA untuk sharing ilmunya dan pengalaman yang luar biasa bagi kita semua,” ujarnya.