Menwa UNIDA Berikan Pelatihan Al-Must Scout Camp di Ponpes Al-Musthafawiyah, Bentuk Karakter Santri Berlandaskan Ukhuwah Islamiyah
Resimen Mahasiswa (Menwa)
Mahawarman Universitas Djuanda (UNIDA) berikan pelatihan kepada siswa/i SMP dan
SMK Al-Musthafawiyah pada Sabtu (18/10/23) di Pondok Pesantren
Al-Musthafawiyah, Megamendung, Bogor. Kegiatan yang bertajuk Al-Must Scout Camp
ini bertemakan “Membentuk Karakter Santri Al-Musthafawiyah yang Disiplin Waktu
dan Mampu Bekerja Sama dengan Landasan Ukhuwah Islamiyah”. Adapun tujuan
kegiatan ini ialah agar para siswa dan siswi lebih memahami mengenai kepramukaan,
kedisiplinan dan karakter building.
Fathir Pahlevi selaku Ketua Pelaksana
mengemukakan bahwasanya kegiatan Al-Must Scout Camp diikuti oleh 177 siswa dan
siswi. Pelatihan ini merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh organisasi
Santri Ma’had Al-Musthafawiyah yang diharapkan dapat menambah wawasan tentang
kepramukaan, kedisiplinan, kerja sama dan juga menumbuhkan karakter building
dalam menempuh organisasi ataupun dalam kehidupan sehari-hari,
“Karena para siswa/i ini
dipersiapkan untuk menjadi penerus pengurus esktrakulikuler dan juga organisasi
pondok pesantren, jadi kegiatan ini dipersiapkan untuk mereka agar mempunyai
bekal ilmu dan mindset dalam setiap
kegiatan organisasi, Ponpes ataupun kegiatan sehari-hari,” tuturnya.
“Saya selaku Ketua Pelaksana dalam
kegiatan ini mengucapkan terima kasih kepada Menwa UNIDA yang telah bersedia
untuk mengisi materi kepada para siswa/siswi SMP, SMK Al-Musthafawiyah. Semoga
dalam kegiatan ini para peserta dapat belajar banyak tentang kepramukaan, disiplin
yang tinggi dan menjadikan pribadi yang
berkarakter,” sambung Fathir.
Hadir sebagai pemateri, Ripal
Gustamam selaku Komandan Batalyon VII/Suryakancana, Zery Gusdiansyah sebagai
Wakil Komandan Kompi Universitas Djuanda, Asep Ubaedillah, S.sos sebagai Kakak
Pembina Menwa UNIDA, Nurul Ayu Wardani, Indra Kurniawan dan juga Deja Maulidin.
Rangkaian pada kegiatan ini diberikan materi dengan konsep outdoor melalui praktek langsung di lapangan.
“Untuk menjadi seorang pramuka
harus memegang teguh Tri Satya seorang pramuka serta mengimplementasikan dalam
kehidupan sehari-hari, seorang pramuka juga harus aktif dalam setiap kegiatan,
harus siap ketika dipercaya dan juga harus teliti dalam aktivitas maupun
mengerjakan setiap tugas sehingga menjadikan priadi yang berkarakter,” tutur Ripal
Gustamam.
Selain itu pada kesempatan
yang sama Zery Gusdiansyah mengatakan bahwa seorang pramuka harus menjadikan
disiplin sebagai nafas dari kehidupan yang harus diterapkan dalam sehari-hari.
“Disiplin dalam pribadi
seorang pramuka untuk melatih dan mendidik seseuai dengan dasa dharma atau kode
etik kehormatan pramuka, sehingga apabila dirinya melakukan suatu pelanggaran
akan timbul suatu perasaan bersalah, malu, takut, dan tidak mau untuk melakukan
perbuatannya lagi,” pungkasnya.
Sementara itu pada sesi
wawancara, Zaskia Safhina Tunazah sebagai salah satu peserta mengatakan
kegiatan ini sangat baik.
“Saya selaku perwakilan dari peserta sangat berterima kasih kepada kakak Menwa UNIDA untuk sharing ilmunya dan pengalaman yang luar biasa bagi kita semua,” ujarnya.
