[email protected] 0251-8240773
Informasi

Minat Baca dan Peningkatan Literasi

Minat Baca dan Peningkatan Literasi

(Dalam Rangka Hari Kunjung Perpustakaan)

Oleh:

Ruhimat, S.Sos, M.I.Kom

Kabiro Perpustakaan

Universitas Djuanda

 

28 tahun yang lalu, tepatnya 14 September 1995 Presiden Soeharto meresmikan hari kunjung perpustakaan melalui penetapan surat kepala perpustakaan nasional RI Nomor 010/A1/VIII/1995 pada tanggal 11 Agustus 1995, dimana tujuannya pada saat itu untuk mendorong minat orang untuk datang keperpustakaan nasional walaupun sekedar membaca beberapa buku, tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan minat baca. Menurut data dari Perpustakaan Nasional tahun 2022 Tingkat Gemar Membaca Masyarakat Indonesia tahun 2022 sebesar 63,90 poin dan ini mengalami kenaikan, dimana pada tahun 2021 sebesar 59,52 poin data ini menunjukan adanya peningkatan kegemaran membaca Masyarakat Indonesia. Dan dengan tujuan awal tersebut, bagaimana Masyarakat terutama dilingkungan kampus dapat meningkatkan minat baca, dan menumbuhkan kegemaran membaca, Gerakan hari kunjung perpustakaan ini merupakan Gerakan intelektual di Indonesia, utamanya menyebarkan budaya membaca dikalangan Masyarakat.

Al-Qur’an memandang perpustakaan sebagai sarana yang sangat penting untuk bisa mengubah suatu bangsa yang semula tidak memahami apa-apa menjadi bangsa yang berpengetahuan dan memiliki peradaban yang tinggi. peran-peran perpustakaan didalam al-Qur’an yang setidaknya terdiri dari beberapa konsep, konsep membaca, konsep menulis, konsep ilmu pengetahuan, konsep pendidikan, konsep ibadah, konsep komunikasi dan informasi. Walaupun di dalam kaitannya tersebut, al-Qur’an memang tidak secara langsung dan jelas membicarakan tentang konsep kepustakawanan karena ia bukanlah kitab ilmu perpustakaan.

Dalam Surat Al Alaq ayat 1-5 “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahui.”

 Makna dari ayat ini terkait perpustakaan.Pada ayat yang pertama Allah memerintahkan kepada Nabi agar membaca dengan menyebut nama Tuhan yang menciptakan.Dengan demikian dalam makna yang lebih luas, ayat pertama merupakan perintah untuk mencari ilmu. Pada ayat ketiga Allah memerintahkan kembali kepada Nabi untuk membaca, karena bacaan tidak dapat melekat pada diri seseorang kecuali dengan mengulang-ulang dan membiasakannya.
         Pada ayat keempat Allah menjelaskan bahwa dengan karunia dan dengan perantaraan kalam terjadi proses belajar-mengajar antar manusia, hubungan dan komunikasi antar manusia, sehingga pengetahuan seseorang dapat di transfer kepada orang lain. Pada ayat kelima Allah menambahkan keterangan tentang limpahan karunia-Nya yang tidak terhingga kepada manusia, bahwa Allah menjadikan Nabi-Nya pandai membaca. Dari lima ayat Alquran yang diturunkan pertama kali kepada Nabi Muhammad dapat di ambil hikmah yang sangat berharga bahwa membaca adalah perintah pertama kali yang disebut Alquran.

Semoga dimomentum Hari Kunjung Perpustakaan tahun ini, dijadikan oleh Insan Unida untuk berkunjung ke perpustakaan Universitas Djuanda, banyak jenis koleksi perpustakaan yang dapat dibaca, baik yang tercetak maupun yang berbentuk digital, berupa aplikasi perpustakaan digital yang sampai hari ini menyediakan 1796 judul buku dalam format digital yang dapat di akses di smartphone android maupun windows.

Akhir kata selamat hari kunjung perpustakaan 14 September 2023, ayo budayakan membaca diperpustakaan.