[email protected] 0251-8240773
Berita

Momen Langka di Dunia Akademik: Suami sebagai Ketua Majelis Guru Besar UNIDA Kukuhkan dan Pasangkan Samir kepada Istrinya, Pertama di Indonesia

Sabtu, 24 Januari 2026, menjadi hari bersejarah sekaligus penuh haru bagi keluarga besar Universitas Djuanda (UNIDA). Dalam Sidang Terbuka Senat Dewan Guru Besar yang digelar di Aula Gedung C Kampus UNIDA, terjadi momen langka di dunia akademik Indonesia, Ketua Majelis Guru Besar UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H sebagai suami, secara langsung memasangkan dan mengukuhkan samir Guru Besar kepada istrinya, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I yang pada momen tersebut dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen Bimbingan dan Konseling.

Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I, yang juga Rektor UNIDA, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen Bimbingan Konseling, menjadi yang pertama dan satu-satunya di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.

Detik-detik ketika pengalungan dan pemasangan samir disertai pelukan dan ciuman penuh kasih sayang dari Ketua Majelis Guru Besar kepada istrinya, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I, diiringi isak pembaca puisi dan linangan air mata menjadi momen emosional yang menyentuh hati para hadirin, terutama keluarga besar UNIDA. Tepuk tangan meriah mengiringi prosesi langka tersebut, sementara beberapa hadirin terlihat terharu menyaksikan perjalanan akademik pasangan suami istri yang keduanya telah mencapai puncak karier sebagai profesor.

Raihan jabatan Guru Besar yang diraih Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I terbilang berjalan cepat dengan proses yang lancar dan penuh dukungan dari berbagai pihak. Sejak awal hingga puncak pengukuhan, seluruh tahapan dilalui dengan tertib dan khidmat.

Kebahagiaan dan keharuan tersebut tidak hanya tercermin dari ungkapan selamat dan doa yang mengalir, tetapi juga dari persembahan istimewa yang ditampilkan dalam rangkaian acara. Sekolah Pascasarjana dan Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) turut mempersembahkan lagu sebagai bentuk apresiasi dan rasa bangga. Suasana aula semakin hangat ketika Wakil Ketua KPK Periode 2011-2015 yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan PSPIAI, Dr. Bambang Widjojanto, S.H., M.H turut menyumbangkan suara emasnya.

Momentum semakin menyentuh ketika dibacakan puisi bertajuk “Salam dari Barzah” oleh perwakilan keluarga, sebuah karya yang sarat makna tentang kerinduan dan bakti kepada Ibunda. Dengan penuh penghayatan, puisi tersebut seakan menjadi jembatan doa antara dunia dan keabadian. Dalam momen itu pula, kalung kehormatan dikenakan oleh sang suami yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Guru Besar, menghadirkan simbol dukungan, cinta, dan perjalanan intelektual yang ditempuh bersama.

Kisah pasangan profesor ini menjadi inspirasi bagi banyak kalangan akademisi bahwa perjalanan intelektual dan karier akademik tidak harus mengorbankan kehidupan keluarga. Sebaliknya, saling mendukung dan tumbuh bersama justru menjadi kunci kesuksesan keduanya.