Momentum 10 Muharram, UNIDA Perkuat Nilai Kampus Bertauhid melalui Refleksi Diri dan Semangat Berbagi
Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar Tabligh Islamiyah dan Santunan Anak Yatim dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 H yang menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Muharram. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA pada Sabtu (27/6/2026) ini menjadi ajang untuk mempererat kepedulian sosial sekaligus mengajak seluruh insan UNIDA menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperbaiki diri.
Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H., mengatakan bahwa peringatan 10 Muharram dan santunan anak yatim telah menjadi tradisi yang rutin diselenggarakan setiap tahun di lingkungan UNIDA. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud kecintaan kepada anak yatim sekaligus bentuk ikhtiar meneladani Rasulullah SAW.
Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H berharap UNIDA dapat terus menjadi tempat yang membuka kesempatan bagi anak-anak yatim untuk memperoleh pendidikan, baik di tingkat perguruan maupun universitas melalui berbagai program beasiswa yang tersedia.
"Semoga UNIDA selalu dapat menjadi ayahnya anak yatim. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat untuk kita semua dan tahun baru ini menjadikan kita pribadi yang lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor I UNIDA, Dr. Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H., menambahkan bahwa peringatan 10 Muharram merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di seluruh lingkungan Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI), mulai dari tingkat perguruan hingga universitas. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu wujud implementasi visi Kampus Bertauhid yang terus dibangun di UNIDA.
Dr. Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menjelaskan bahwa semangat Kampus Bertauhid bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan.
"Kampus Bertauhid bukan hanya panggilan, tetapi merupakan visi UNIDA yang diharapkan dapat diterapkan oleh setiap insan UNIDA. Semoga melalui peringatan ini kita terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.
Sementara itu, Bendahara Umum MUI Kota Bogor, Ust. M. Ririe Ridwan, Lc yang hadir memberikan tausyiah, mengajak seluruh peserta menjadikan datangnya tahun baru Islam sebagai kesempatan untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Ia mengingatkan bahwa Allah SWT telah memberikan kesempatan untuk memasuki Muharram yang baru, sehingga setiap Muslim seharusnya hadir dengan semangat dan kualitas diri yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
"Muharram adalah bulan hijrah. Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi perubahan kualitas jiwa menuju pribadi yang lebih baik. Perubahan itu dimulai dari diri sendiri dengan semakin banyak mengingat Allah SWT," pesannya.
Ust. M. Ririe Ridwan, Lc menambahkan bahwa perubahan tidak akan terjadi apabila seseorang masih mempertahankan kebiasaan yang sama, termasuk menganggap dosa sebagai sesuatu yang biasa. Muharram, lanjutnya, menjadi pengingat agar setiap Muslim terus melakukan muhasabah dan memperbaiki kualitas iman.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan doa bersama. Melalui kegiatan ini, UNIDA berharap semangat berbagi, kepedulian, dan perbaikan diri terus tumbuh di lingkungan kampus sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Kampus Bertauhid.