[email protected] 0251-8240773
Berita

Momentum Milad ke-36, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H Ajak Insan UNIDA Revolusi Paradigma

Dalam rangka Halal Bi Halal 1444 Hijriyah bersamaan dengan Perayaan Puncak Milad ke-36 Universitas Djuanda (UNIDA), Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengajak seluruh Insan UNIDA untuk bersama-sama melakukan revolusi paradigma.

Pada awal pemaparan, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H bercerita mengenai perjalanan sejarah UNIDA yang didirikan pada tanggal 21 Maret tahun 1987 oleh Alamsyah Ratu Perwiranegara berdasarkan SK. YPSPI No: 083/PSPI/III/87. Dalam perjalanannya tersebut, UNIDA mengalami fluktuasi dan degradasi kelembagaan. Hingga akhirnya pada tahun 2006, keluarga BYC berinisiatif untuk menyelamatkan UNIDA, yang kemudian YPSPI bertransformasi menjadi YPSPIAI.

UNIDA memiliki nama besar Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, seorang pahlawan nasional berdarah Sunda. Tidak hanya sekedar menyandang nama, tentu potret perjuangan Ir. H. Djuanda Kartawidjaja menjadi acuan untuk bagaimana UNIDA dapat berkontribusi dan memberikan kebermanfaatan bagi bangsa, negara, dan ummat.

Selain itu, UNIDA dikenal dengan tagline Kampus Bertauhid yang memiliki visi Menjadi Universitas Riset yang Menyatu dalam Tauhid dan Diakui Dunia. Sehingga, ada 3 kata kunci dalam visi yang menjadi fokus utama, yakni Riset, Tauhid, dan Diakui Dunia.

Oleh karena itu, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menegaskan bahwa momentum Milad ke-36 perlu dimaknai oleh insan UNIDA dengan mengenali jati dirinya sebagai Kampus Bertauhid. Hal ini menjadi suatu keharusan, agar dapat tercapainya cita-cita dan tujuan yang telah ditetapkan bersama.

“Untuk itu kita perlu bertanya pada diri kita sendiri, kita perlu memahami dimana posisi kita berada. Pertama, sadar dan faham kedudukan dirinya, dan ingin ikut membangun UNIDA. Kedua, tidak sadar dan tidak faham kedudukan dirinya, tapi ingin ikut membangun UNIDA. Yang ketiga, sadar dan faham kedudukan dirinya, tapi tidak ingin ikut membangun UNIDA. Lalu terakhir, tidak sadar dan tidak faham kedudukan dirinya, dan tidak ingin ikut membangun UNIDA. Maka pertanyaannya, dimanakah saya, anda, dan kita berada?,” tanya Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menjelaskan, revolusi paradigma diperlukan untuk belajar dari masa lalu yang kemudian menyusun masa depan. Paradigma berpikir baru ini harus ditanamkan, yaitu perubahan cara pandang insan UNIDA dari keragu-raguan menjadi keyakinan yang mumpuni, cakap menyusun langkah bersama UNIDA apapun profesi dan jabatan. Revolusi paradigma juga berarti revolusi akhlak dan mental, artinya sikap dan prilaku untuk bisa memenuhi 21 karakter tauhid mencapai tujuan hidup menggenggam dunia meraih akhirat.

“UNIDA harus mampu bermanfaat bagi Bogor, Jawa Barat, Indonesia, dan dunia. Maka sangat perlu untuk kita sadar diri dan sadar kompetisi. Semua insan UNIDA harus terlibat dan melibatkan diri menuju UNIDA unggul. Jati diri adalah posisi kita, diakui dunia adalah keniscayaan, unggul adalah tujuan kita, dan istiqomah adalah jalan kita mencapai tujuan itu,” pungkas Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.

Sebagai informasi, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta ukhuwah pasca libur idul fitri 1444 H antar sesama Insan UNIDA dan Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda (YPSPIAI). Kegiatan yang mengangkat tema “Dengan Tasyakuran Milad ke-36 Universitas Djuanda dan Halal Bi Halal 1444 H, Kita Wujudkan Kampus Bertauhid Tercinta yang Unggul, Bersih, Indah dan Nyaman” ini berlangsung di di BYC Hall Gedung G Lantai 5 UNIDA pada Selasa (02/05/2023).

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan pengumuman juara dan pemenang perlombaan pada milad ke-36, serta diumumkan juga kategori khusus yaitu pemberian apresiasi kepada 3 pilar terfavorit yang diraih oleh Ujang Sumitra (Security), Dadang (Driver), dan khusus Udin Supriadin (Cleaning Service) atas dedikasi serta pengabdiannya juga mendapat hadiah umroh dari Dr. Abraham Yazdi Martin, S.H., M.Kn selaku Pro Chancellor UNIDA.