[email protected] 0251-8240773
Berita

Momentum SPHIRIC 2026, FISIP UNIDA Teken MoA dan IA Bersama Sejumlah Perguruan Tinggi

Dalam rangkaian kegiatan Social, Political, and Humanities International Conference (SPHIRIC) 2026, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) terus memperluas jejaring kerja sama akademik melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation of Arrangement (IA) yang dilaksanakan di Ruang Rapat ATJ UNIDA pada Rabu, 29 April 2026.

Penandatanganan kerja sama tersebut melibatkan sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Insititut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Biak, Universitas Pakuan (UNPAK), Universitas Ibn Khaldun (UIKA), Universitas Lancang Kuning (UNILAK) Pekanbaru, Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bogor, Universitas Muhammadiyah Palopo, dan Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI).

Kolaborasi ini menjadi bagian strategis dari upaya internasionalisasi kampus serta penguatan kolaborasi lintas institusi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dekan FISIP UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si dalam keterangannya menyampaikan bahwa momentum SPHIRIC 2026 tidak hanya menjadi forum ilmiah internasional, tetapi juga sebagai ruang konkret untuk membangun kemitraan strategis antarperguruan tinggi.

“Melalui penandatanganan MoA dan IA ini, kami berharap dapat memperkuat sinergi akademik serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UNIDA, Prof. Dr. Hj. Henny Nuraeny, S.H., M.H yang hadir mewakili Rektor UNIDA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan global di bidang pendidikan tinggi.

Prof. Dr. Hj. Henny Nuraeny, S.H., M.H juga menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada aspek seremonial, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata melalui program-program kolaboratif yang berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.