Muker XV UNIDA Bogor Ditutup, Hasilkan Rumusan Kinerja Menuju Target Akreditasi Unggul Tahun 2026
Musyawarah
Kerja (Muker) ke-XV Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor resmi ditutup pada
Selasa (2/8/2022) oleh Chancellor Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH selaku Anchor. Muker yang dilaksanakan selama 3 hari sejak Minggu (31/7/2022) di Darmawan Park Hotel, Sentul, Bogor, ini
menghasilkan luaran diantaranya Statuta, Rencana
Induk Pengembangan (RIP), Rencana Strategis (RENSTRA), Struktur Organisasi dan
Tata Kerja (SOTK), Pedoman Pengelolaan Pancadarma, serta tersusunnya Rencana
Kinerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun Akademik 2022/2023 sebagai bagian
dari perencanaan menuju Akreditasi Unggul tahun 2026.
Ketua Panitia Pelaksana Muker XV,
Dr. Ir. Ristika Handarini, MP mengatakan, tema yang diusung pada Muker kali ini
sesuai dengan luaran yang dihasilkan yaitu menuju UNIDA unggul tahun 2026.
Sehingga, paparan para pimpinan unit kerja bermuara pada pencapaian target
tersebut.
“Bapak /Ibu kita dapat melihat
bersama-sama gambaran dan ketercapaian
target Muker XV paparan dari masing-masing Ketua Komisi. Dengan Tema yang
diusung yaitu menuju UNIDA unggul tahun 2026, maka panduan paparan Bapak Rektor
yang menginisiasi semua paparan para pimpinan unit kerja diarahkan pada
akreditasi UNIDA unggul,” tuturnya.
“Bapak/Ibu, sebagai ketua panitia
saya mengucapkan terima kasih bagi peserta yang dapat mengikuti seluruh sesi kegiatan
ini, semoga semua pemikiran menjadi ladang ibadah dan memberikan kemanfaatan
besar bagi Universitas Djuanda. Ucapan terima kasih juga untuk Anchor, Co-Anchor, Reviewer, tim
perumus, semua panitia dan semua pihak yang telah menyukseskan rangkaian
kegiatan Muker XV ini,” tambahnya.
Sementara itu, Chancellor UNIDA
Bogor Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH mengapresiasi penyelenggaraan Muker XV
yang berjalan lancar. Dalam closing
statement-nya juga menyampaikan, hasil dari Muker ini agar segera dilakukan
rapat MTU untuk pengesahan. Selain itu, tahun ini merupakan tahun kesadaran
jabatan akademik dosen dan kesadaran akan data. Maka diharapkan dalam 100 hari
ke depan ada data terakurat, yang sudah diakurasi dan sudah diperbarui oleh
semua unit sehingga dengan demikian tidak ada lagi perselisihan data.
“Jika dilihat pada kalender
akademik, bulan September itu sudah mulai kegiatan perkuliahan. Dengan demikian
kita harus berburu dengan waktu, paling tidak awal bulan September rapat
pimpinan pertama MTU harus sudah memutuskan dan menyerahkan ‘blue book’ ke Rektor,” ujarnya.
“Setelah itu, jalankan rencana kerja
cepat, buat 100 hari kinerja Rektor. Seperti telah kita sepakati, tahun ini
merupakan tahun kesadaran (awareness)
dengan 2 fokus, ‘DARAJAD’ atau kesadaran akan jabatan akademik dan ‘DARADAT’
atau kesadaran terhadap data,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua
Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) Dr. H.
Bambang Widjojanto, SH., M.Sc mengatakan, sebuah kerumunan bisa menjadi
kekuatan jika bisa mengkonsolidasikan orang-orang hebat dan baik untuk membuat
sebuah barisan yang kuat. Barisan yang kuat dan dahsyat tidak mungkin terjadi
tanpa adanya kesadaran.
“Hari ini, di tempat ini, kita telah
menulis sejarah. Kita telah merubah kerumunan ini menjadi sebuah kekuatan. 5
tahun ke depan, kita akan memetik panen, buah dari apa yang kita tanam hari
ini. Terakhir, kesadaran yang telah terkonsolidasi ini hanya bisa terjadi bila
ada aksi. Saatnya berhenti bercakap-cakap, mulailah dengan action. Hanya dengan action
itulah kita bisa menjemput kemuliaan karena ada harapan,” ungkapnya.
Kemudian, Rektor UNIDA Bogor Prof.
Dr. Suhaidi, SH., MH berharap hasil dari Muker ini dapat segera disahkan untuk
dilaksanakan dan diimplementasikan ke dalam program kerja nyata. Prof. Dr.
Suhaidi, SH., MH juga meminta seluruh pimpinan unit kerja
untuk terus bersemangat.
“Paling penting ialah implementasi dari hasil Muker kita ini
setahun ke depan agar tercapainya cita-cita kita menjadi universitas unggul. Dengan
niat kita, kerja keras kita, insyaAllah
ini bisa. Kita harus semangat, semangat, dan semangat!,” pungkasnya.