[email protected] 0251-8240773
Berita

Muker XV UNIDA Bogor Ditutup, Hasilkan Rumusan Kinerja Menuju Target Akreditasi Unggul Tahun 2026

Musyawarah Kerja (Muker) ke-XV Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor resmi ditutup pada Selasa (2/8/2022) oleh Chancellor Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH selaku Anchor. Muker yang dilaksanakan selama 3 hari sejak Minggu (31/7/2022) di Darmawan Park Hotel, Sentul, Bogor, ini menghasilkan luaran diantaranya Statuta, Rencana Induk Pengembangan (RIP), Rencana Strategis (RENSTRA), Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), Pedoman Pengelolaan Pancadarma, serta tersusunnya Rencana Kinerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun Akademik 2022/2023 sebagai bagian dari perencanaan menuju Akreditasi Unggul tahun 2026.

Ketua Panitia Pelaksana Muker XV, Dr. Ir. Ristika Handarini, MP mengatakan, tema yang diusung pada Muker kali ini sesuai dengan luaran yang dihasilkan yaitu menuju UNIDA unggul tahun 2026. Sehingga, paparan para pimpinan unit kerja bermuara pada pencapaian target tersebut.

“Bapak /Ibu kita dapat melihat bersama-sama gambaran  dan ketercapaian target Muker XV paparan dari masing-masing Ketua Komisi. Dengan Tema yang diusung yaitu menuju UNIDA unggul tahun 2026, maka panduan paparan Bapak Rektor yang menginisiasi semua paparan para pimpinan unit kerja diarahkan pada akreditasi UNIDA unggul,” tuturnya.

“Bapak/Ibu, sebagai ketua panitia saya mengucapkan terima kasih bagi peserta yang dapat mengikuti seluruh sesi kegiatan ini, semoga semua pemikiran menjadi ladang ibadah dan memberikan kemanfaatan besar bagi Universitas Djuanda. Ucapan terima kasih juga untuk Anchor, Co-Anchor, Reviewer, tim perumus, semua panitia dan semua pihak yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan Muker XV ini,” tambahnya.

Sementara itu, Chancellor UNIDA Bogor Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH mengapresiasi penyelenggaraan Muker XV yang berjalan lancar. Dalam closing statement-nya juga menyampaikan, hasil dari Muker ini agar segera dilakukan rapat MTU untuk pengesahan. Selain itu, tahun ini merupakan tahun kesadaran jabatan akademik dosen dan kesadaran akan data. Maka diharapkan dalam 100 hari ke depan ada data terakurat, yang sudah diakurasi dan sudah diperbarui oleh semua unit sehingga dengan demikian tidak ada lagi perselisihan data.

“Jika dilihat pada kalender akademik, bulan September itu sudah mulai kegiatan perkuliahan. Dengan demikian kita harus berburu dengan waktu, paling tidak awal bulan September rapat pimpinan pertama MTU harus sudah memutuskan dan menyerahkan ‘blue book’ ke Rektor,” ujarnya.

“Setelah itu, jalankan rencana kerja cepat, buat 100 hari kinerja Rektor. Seperti telah kita sepakati, tahun ini merupakan tahun kesadaran (awareness) dengan 2 fokus, ‘DARAJAD’ atau kesadaran akan jabatan akademik dan ‘DARADAT’ atau kesadaran terhadap data,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) Dr. H. Bambang Widjojanto, SH., M.Sc mengatakan, sebuah kerumunan bisa menjadi kekuatan jika bisa mengkonsolidasikan orang-orang hebat dan baik untuk membuat sebuah barisan yang kuat. Barisan yang kuat dan dahsyat tidak mungkin terjadi tanpa adanya kesadaran.

“Hari ini, di tempat ini, kita telah menulis sejarah. Kita telah merubah kerumunan ini menjadi sebuah kekuatan. 5 tahun ke depan, kita akan memetik panen, buah dari apa yang kita tanam hari ini. Terakhir, kesadaran yang telah terkonsolidasi ini hanya bisa terjadi bila ada aksi. Saatnya berhenti bercakap-cakap, mulailah dengan action. Hanya dengan action itulah kita bisa menjemput kemuliaan karena ada harapan,” ungkapnya.

Kemudian, Rektor UNIDA Bogor Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH berharap hasil dari Muker ini dapat segera disahkan untuk dilaksanakan dan diimplementasikan ke dalam program kerja nyata. Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH juga meminta seluruh pimpinan unit kerja untuk terus bersemangat.

“Paling penting ialah implementasi dari hasil Muker kita ini setahun ke depan agar tercapainya cita-cita kita menjadi universitas unggul. Dengan niat kita, kerja keras kita, insyaAllah ini bisa. Kita harus semangat, semangat, dan semangat!,” pungkasnya.