[email protected] 0251-8240773
Berita

Muslimah Adalah Wanita Terbersih di Muka Bumi

Oleh : Siti Masitoh, S.Pt., M.Si. (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Djuanda)

Assalamualaikum Wr .Wb

Bismillahhirrohmannirrohim

Alhamdulillahi robil alamin,wabihi nastainnu ala umuridunia waddin
Washolatu wassalamu ala syayidina wamaulana muhammadin wa’ala alihi
Washobihi adzmain, amma ba’du
Robbish shohli sodri waya sirli amri, wahlul ukhdatam milisani yaf kahu kauli


Puji Syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karuniaNya, taufik dan hidayahNya kita semua masih diberikan umur panjang, nikmat sehat, dan nikmat iman, sehingga kita masih bisa berkumpul pada siang hari ini dalam rangka Tolabul ilmi dan dalam rangka mempererat ukhuwah islamiah kita.
Sholawat dan salam semoga tercurahkan  kepada junjungan nabi besar kita Nabi Muhammad SAW Beserta para keluarganya, para sahabat, para pengikutnya dan mudah2an kita semua sebagai umatnya selalu berpegang teguh kepada ajaran2anya dan mudah2an kita semua akan mendapat safa’atnya di Yaumil kiamah, Aamiin Aamiin Aamiin Ya Robbal Allamin.


Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan tentang hasil penelitian seorang ahli genetika dunia yang berbangsa Yahudi bernama Robert Guilhem, yang menjadi muallaf dan mendeklarasikan keislamannya setelah terperangah kagum oleh ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang Masa Iddah.

Masa Iddah yaitu periode waktu yang ditentukan oleh agama Islam bagi seorang wanita setelah bercerai atau kematian suami, sebelum ia diperkenankan menikah lagi, masa tunggu selama tiga bulan bagi wanita, untuk boleh menikah lagi bagi wanita Muslimah yang dicerai suaminya seperti yang diatur Islam.  Guilhem, membuktikan dalam penelitiannya, bahwa jejak rekam seorang laki-laki di tubuh wanita akan hilang setelah tiga bulan. Guilhem yakin dengan bukti-bukti ilmiahnya. Bukti-bukti itu menyimpulkan bahwa hubungan badan antara suami dan istri akan menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik (rekam jejak) khususnya pada perempuan.

Jika pasangan ini setiap bulannya tidak melakukan persetubuhan maka sidik itu akan perlahan-lahan hilang antara 25-30 persen. Dan, setelah tiga bulan berlalu, maka sidik itu akan hilang secara keseluruhan.

Sehingga perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik laki-laki lainnya. Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian di sebuah perkampungan Afrika Muslim di Amerika.

Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa setiap wanita Muslim di sana hanya mengandung dari jejak sidik pasangan mereka saja. Sementara penelitian ilmiah di sebuah perkampungan lain di Amerika (perkampungan non Muslim) membuktikan bahwa wanitanya yang hamil memiliki jejak sidik beberapa laki-laki, dua hingga tiga.

Artinya, wanita-wanita non Muslim di sana melakukan hubungan intim dengan laki-laki selain pernikahan yang sah. Yang mengagetkan sang pakar ini, adalah ketika dia melakukan penelitian ilmiah terhadap istrinya sendiri. ternyata ia menemukan istrinya memiliki tiga rekam sidik laki-laki, alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu saja, dari tiga anaknya berasal dari dirinya, yaitu setelah ia melakukan test DNA terhadap anak anaknya.

Setelah penelitian-penelitian yang dilakukannya, ia meyakini bahwa hanya Islamlah yang menjaga martabat perempuan, dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin, bahwa wanita muslimah adalah wanita paling bersih di muka bumi.

Guru besar anatomi medis di Pusat Nasional Mesir, dan konsultan medis, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan bahwa Robert Gelhem, pemimpin Yahudi di Albert Einstein College, dan pakar genetika ini mendeklarasikan dirinya masuk Islam, ketika ia mengetahui hakikat empiris ilmiah, dan kemukjizatan Al-Quran tentang penyebab penentuan iddah (masa tunggu) perempuan yang dicerai suaminya dengan masa 3 bulan. (sumber bacaan = tulisan Dian Bango Alamanda/sharia.co.id)