Muslimah Adalah Wanita Terbersih di Muka Bumi
Assalamualaikum Wr .Wb
Bismillahhirrohmannirrohim
Alhamdulillahi robil alamin,wabihi nastainnu ala
umuridunia waddin
Washolatu wassalamu ala syayidina wamaulana muhammadin wa’ala alihi
Washobihi adzmain, amma ba’du
Robbish shohli sodri waya sirli amri, wahlul ukhdatam milisani yaf kahu kauli
Puji Syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karuniaNya,
taufik dan hidayahNya kita semua masih diberikan umur panjang, nikmat sehat,
dan nikmat iman, sehingga kita masih bisa berkumpul pada siang hari ini dalam
rangka Tolabul ilmi dan dalam rangka mempererat ukhuwah islamiah kita.
Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada
junjungan nabi besar kita Nabi Muhammad SAW Beserta para keluarganya, para
sahabat, para pengikutnya dan mudah2an kita semua sebagai umatnya selalu
berpegang teguh kepada ajaran2anya dan mudah2an kita semua akan mendapat
safa’atnya di Yaumil kiamah, Aamiin Aamiin Aamiin Ya Robbal Allamin.
Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan tentang hasil
penelitian seorang ahli genetika dunia yang berbangsa Yahudi bernama Robert
Guilhem, yang menjadi muallaf dan mendeklarasikan keislamannya setelah
terperangah kagum oleh ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang Masa Iddah.
Masa Iddah yaitu periode waktu yang ditentukan oleh agama
Islam bagi seorang wanita setelah bercerai atau kematian suami, sebelum ia
diperkenankan menikah lagi, masa tunggu selama tiga bulan bagi wanita, untuk boleh menikah
lagi bagi wanita Muslimah yang dicerai suaminya seperti yang diatur Islam. Guilhem, membuktikan dalam penelitiannya,
bahwa jejak rekam seorang laki-laki di tubuh wanita akan hilang setelah tiga
bulan. Guilhem yakin dengan bukti-bukti ilmiahnya. Bukti-bukti itu menyimpulkan
bahwa hubungan badan antara suami dan istri akan menyebabkan laki-laki
meninggalkan sidik (rekam jejak) khususnya pada perempuan.
Jika
pasangan ini setiap bulannya tidak melakukan persetubuhan maka sidik itu akan
perlahan-lahan hilang antara 25-30 persen. Dan, setelah tiga bulan berlalu,
maka sidik itu akan hilang secara keseluruhan.
Sehingga
perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik laki-laki lainnya. Bukti
empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan
pembuktian di sebuah perkampungan Afrika Muslim di Amerika.
Dalam
penelitiannya, ia menemukan bahwa setiap wanita Muslim di sana hanya mengandung
dari jejak sidik pasangan mereka saja. Sementara penelitian ilmiah di sebuah
perkampungan lain di Amerika (perkampungan non Muslim) membuktikan bahwa
wanitanya yang hamil memiliki jejak sidik beberapa laki-laki, dua hingga tiga.
Artinya,
wanita-wanita non Muslim di sana melakukan hubungan intim dengan laki-laki
selain pernikahan yang sah. Yang mengagetkan sang pakar ini, adalah ketika dia
melakukan penelitian ilmiah terhadap istrinya sendiri. ternyata ia menemukan
istrinya memiliki tiga rekam sidik laki-laki, alias istrinya berselingkuh. Dari
penelitiannya, hanya satu saja, dari tiga anaknya berasal dari dirinya, yaitu
setelah ia melakukan test DNA terhadap anak anaknya.
Setelah
penelitian-penelitian yang dilakukannya, ia meyakini bahwa hanya Islamlah yang
menjaga martabat perempuan, dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin,
bahwa wanita muslimah adalah wanita paling bersih di muka bumi.
Guru
besar anatomi medis di Pusat Nasional Mesir, dan konsultan medis, Dr. Abdul
Basith As-Sayyid menegaskan bahwa Robert Gelhem, pemimpin Yahudi di Albert
Einstein College, dan pakar genetika ini mendeklarasikan dirinya masuk Islam,
ketika ia mengetahui hakikat empiris ilmiah, dan kemukjizatan Al-Quran tentang
penyebab penentuan iddah (masa tunggu) perempuan yang dicerai suaminya dengan
masa 3 bulan. (sumber bacaan = tulisan Dian Bango Alamanda/sharia.co.id)