Optimalkan Pelaporan Kinerja Dosen, BSDM UNIDA Gelar Roadshow Pendampingan Pengusulan JAD dan Penggunaan Menu Baru SISTER
Biro Sumber Daya Manusia (BSDM) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar roadshow pendampingan terkait Jabatan Akademik Dosen (JAD) dan Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi (SISTER) pada Rabu (17/06/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di seluruh fakultas sebagai upaya memastikan setiap dosen memperoleh pemahaman yang menyeluruh mengenai penggunaan menu baru SISTER, khususnya yang berkaitan dengan pelaporan kinerja dan pengusulan JAD.
Kepala Biro SDM UNIDA, Andri Brawijaya, S.H.I., M.H menyampaikan bahwa roadshow ini merupakan bentuk komitmen universitas dalam mendampingi dosen agar mampu memanfaatkan fitur-fitur terbaru pada SISTER secara optimal. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap sistem akan mendukung kelancaran pelaporan kinerja sekaligus proses pengusulan Jabatan Akademik Dosen.
"Pendampingan ini merupakan langkah nyata institusi dalam memastikan seluruh dosen memahami dan mampu memanfaatkan fitur terbaru SISTER secara optimal, khususnya yang berkaitan dengan pelaporan kinerja dan proses pengusulan JAD. Kami berharap kehadiran para dosen dapat memperlancar proses administrasi akademik secara keseluruhan," ujarnya.
Andri Brawijaya, S.H.I., M.H juga menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua jalur pengusulan Jabatan Akademik Dosen yang dilakukan melalui portal SISTER Kemendiktisaintek. Ia mengingatkan para dosen untuk memastikan seluruh dokumen yang tersimpan di SISTER telah sinkron dengan data pada platform SINTA agar proses pengusulan dapat berjalan dengan baik.
"Terdapat dua sistem jalur pengusulan yang tersedia. Pengusulan dilakukan melalui SISTER Kemendiktisaintek, dan dokumen di SISTER harus sinkron dengan dokumen di SINTA. Bapak dan Ibu juga perlu memperhatikan batasan maksimum AK prestasi dan AK konversi per tahun," tuturnya.
Materi sosialisasi turut disampaikan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UNIDA, Prof. Dr. Henny Nuraeny, S.H., M.H. Ia menjelaskan bahwa sistem pengusulan JAD kini mengalami sejumlah perubahan sehingga dosen perlu memahami posisi keilmuannya secara lebih terstruktur, mulai dari rumpun ilmu, cabang ilmu, hingga ranting ilmu sesuai bidang kepakarannya.
Prof. Henny menambahkan bahwa kepakaran seorang dosen dibangun melalui keterkaitan antara latar belakang pendidikan, penelitian doktoral, mata kuliah yang diampu, serta aktivitas pengabdian kepada masyarakat. Kesesuaian unsur-unsur tersebut menjadi salah satu aspek penting yang akan dinilai oleh asesor dalam proses pengusulan JAD.
"Untuk Bapak dan Ibu yang sudah menempuh S3, asesor akan menilai keterkaitan antara topik penelitian dengan mata kuliah yang diampu. Dari sanalah kepakaran dosen akan muncul. Mata kuliah harus linear dengan penelitian, begitu pula karya-karya ilmiah dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat," pungkasnya.