PASCA UNIDA Gelar Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2026, Bahas Transformasi Pendidikan di Era Society 5.0
Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Program Studi Magister Pendidikan Dasar (MPD) menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Dasar secara daring melalui Zoom Meeting pada Jum’at (17/7/2026). Seminar mengangkat tema "Transformasi Pendidikan Dasar melalui Literasi Numerasi dan Inovasi Pembelajaran Digital Era Society 5.0" sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan dasar di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan zaman.
Kegiatan ini menghadirkan Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I., sebagai Keynote Speaker. Seminar juga menghadirkan dua narasumber, yaitu Kepala Program Studi Magister Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana UNIDA Dr. Wiworo Retnadi Rias Hayu, M.Pd, serta Dosen Program Studi Magister Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana UNIDA Dr. Mega Febriani Sya, M.Pd.
Direktur Sekolah Pascasarjana UNIDA, Prof. Dr. Hj. Henny Nuraeny, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar nasional ini merupakan bagian komitmen dalam menghadirkan forum akademik yang mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan.
"Melalui Program Studi Magister Pendidikan Dasar, kami terus mendorong terciptanya budaya akademik yang produktif dan kolaboratif. Seminar ini menjadi wadah bagi para akademisi, guru, mahasiswa, dan praktisi pendidikan untuk bertukar gagasan serta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan dan pembelajaran di era Society 5.0," ujarnya.
Prof. Dr. Hj. Henny Nuraeny, S.H., M.H menambahkan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, tetapi juga penguatan tata kelola pendidikan, kepemimpinan, serta nilai-nilai yang menjadi fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Sementara itu selaku keynote speaker, Rektor UNIDA Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I. menekankan pentingnya membangun kecintaan terhadap literasi dan numerasi sejak dini melalui pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan kontekstual. Menurutnya, literasi dan numerasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan akademik, tetapi sebagai fondasi berpikir kritis, pengambilan keputusan, serta bekal menghadapi tantangan era Society 5.0.
“Teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkaya proses pembelajaran tanpa mengesampingkan peran guru dalam membentuk karakter dan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Sementara itu, Dr. Wiworo Retnadi Rias Hayu, M.Pd memaparkan materi mengenai inovasi media pembelajaran "SAINSKU" berbasis Android dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Ia menjelaskan bahwa media tersebut dirancang untuk mendukung Kurikulum Merdeka melalui berbagai aktivitas interaktif yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik serta menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan efektif.
Pada sesi berikutnya, Dr. Mega Febriani Sya, M.Pd membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam menciptakan pembelajaran yang lebih personal, inklusif, dan efektif. Ia menekankan bahwa penggunaan AI dalam dunia pendidikan harus disertai dengan literasi digital dan etika agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk mendukung proses belajar mengajar.