[email protected] 0251-8240773
Prestasi

Peduli Fenomena Toxic Relationship, FISIPKOM UNIDA Gelar Webinar Nasional Kompra 2.0

Bogor, 01 Oktober 2022 – Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor bekerja sama  dengan Universitas Surakarta   menggelar webinar Komunikasi Public Relation (KOMPRA) 2.0 dengan tema “Healing: Fenomena Toxic Relationship Terhadap Kesehatan Mental” pada Sabtu (1/10) pukul 13.00 WIB, melalui zoom.

Dalam sambutannya, Dekan FISIPKOM UNIDA, Ginung Pratidina, Dra., M.Si, menyebut, salah satu  digelarnya  kegiatan  ini  untuk  mengimplementasikan   kerja  sama  antara  UNIDA dan Universitas Surakarta.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Maria Fitriah, S.Sos., M.Si,  selaku wakil dekan non akademik FISIPKOM ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Wahjoe Mawardiningsih, S.Sos., M.I.Kom, selaku dosen Psikologi komunikasi universitas Surakarta, Ruhimat , S.Sos., M.I.Kom, selaku dosen Komunikasi Organisasi UNIDA, dan Nila Nirmala, M.Psi, selaku praktisi Bidang Psikologi Industri organisasi.

Narasumber pertama, Ruhimat, S.Sos., M.I.Kom, memaparkan materi mengenai toxic relationship dan toxic leader pada organisasi. Pada awal pemaparan, ia menjelaskan tentang definisi komunikasi organisasi yang berhubungan dengan toxic relationship. Menurutnya, pemimpin yang baik  adalah pemimpin  yang  mampu  bertanggungjawab atas keberlangsungan  organisasi  yang dipimpin dan tidak haus akan kekuasaan serta menghindari kekerasan terhadap anggotanya dalam mencapai tujuan organisasi. Sedangkan, pemimpin yang toxic memiliki kepribadian yang buruk dan dapat  menghambat  keberlangsungan  organisasi,  hal tersebut  dibuktikan dengan  perilaku destruktif yang d ilayangkan pada karyawannya.

Lebih lanjut, narasumber kedua, Wahjoe Mawardiningsih, S.Sos., M.I.Kom memaprkan materi mengenai mahkluk sosial. Pemaparan diawali dengan mengenalkan ciri manusia sebagai makhluk

sosial yang diantaranya selalu  membutuhkan orang lain. Ia juga menjelaskan  terkait penyebab timbulnya toxic dalam hubungan personal ditandai denganadanya  perbedaan status sosial dan gagalnya proses komunikasi.

Pada kesempatan yang sama, narasumber  ketiga, Nila Nirmala,  M.Psi, selaku  praktisi Bidang Psikologi Industri organisasi, menjelaskan tentang Toxic Behavior. Menurutnya, toxic relationship bisa muncul kapan saja dan terjadi pada sipa saja. Namun, toxic d apat disembuhkan tergantung tingkat toxic yang disebabkan. Ia juga memaparkan  ciri-ciri  toxic yang tanpa sadar individu lakukan pada dirinya sendiri, salah satunya sulit berkata tidak pada orang lain untuk memenuhi tuntutannya termasuk dalam hal negatif. Menurutnya, cara mengatasinya toxic relationship yaitu berani menolak atas sesuatu yang mereka inginkan.