[email protected] 0251-8240773
Kegiatan Kemahasiswaan

Pelajari Industri Pangan PT Nippon Indosari Corpindo dan PT Ajinomoto Indonesia, HIMATEPA UNIDA Laksanakan Kunjungan Industri

Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEPA) Universitas Djuanda (UNIDA) melalui sektor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia menggelar kegiatan Kunjungan Industri bertema “Future Food Innovation – Bridging Campus Learning and Industrial Practice” pada (2/02/2026). Kegiatan ini berlangsung di PT Nippon Indosari Corpindo dan PT Ajinomoto Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara teori akademik dengan praktik industri, sekaligus memberikan pemahaman langsung mengenai standar profesionalisme di sektor pangan. Mahasiswa diajak melihat bagaimana dua perusahaan besar tersebut mengelola produksi, menjaga kualitas, serta menerapkan inovasi berbasis teknologi.

Shabrina Novia Public Relations PT. Nippon Indosari Corpindo menekankan pada keunggulan operasional yang berfokus pada standarisasi dan higienitas produk dalam skala massif, ia menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga kualitas produk melalui standar ketat.

“Kami tidak hanya membuat roti, tetapi memastikan setiap produk memenuhi standar  higienis, halal, dan sehat,” ujar Shabrina dalam sambutannya.

Dalam sesi pemaparan, pihak perusahaan menjelaskan bahwa proses produksi dilakukan secara otomatis dengan intervensi manusia yang minim untuk menjaga sterilitas produk. Hal ini menjadi bagian dari implementasi standar keamanan pangan seperti analisis bahaya dan titik kontrol kritis dan Good Manufacturing Practices (GMP).

Ketua Pelaksana kegiatan, Arlita Nada Putri, mengaku terkesan dengan sistem produksi yang diterapkan.

“Kami sangat terkesan melihat bagaimana teknologi fully automated bekerja. Konsistensi rasa dalam ribuan roti sangat bergantung pada kontrol suhu dan waktu yang presisi,” ungkapnya.

Sementara itu, di PT Ajinomoto Indonesia, peserta mendapatkan wawasan terkait inovasi bioteknologi dan keberlanjutan lingkungan. Nutrition & Education Staff, Nabilah Devinawati Rinjani, menjelaskan bahwa produk penyedap rasa diproduksi melalui proses fermentasi alami.

“MSG dihasilkan dari proses fermentasi bahan seperti tebu atau jagung, mirip dengan pembuatan tempe. Kami juga menerapkan konsep zero waste dalam produksi,” jelasnya.

Lebih lanjut Nabilah menyampaikan materi ini bertujuan untuk meluruskan persepsi masyarakat melalui penjelasan ilmiah mengenai keamanan produk dan manfaatnya dalam strategi diet rendah garam atau bijak garam.

Ketua HIMATEPA UNIDA, Regina Putri Nailah, menilai kunjungan ini memberikan perspektif baru.

“Kami mendapatkan wawasan tentang bagaimana industri dapat berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan, terutama melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi tantangan industri serta kepekaan terhadap inovasi dan tanggung jawab sosial di bidang pangan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri, baik dalam bentuk riset, magang, maupun pengembangan sumber daya manusia.