[email protected] 0251-8240773
Informasi

Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui penerapan teknologi hidroponik dan strategi pemasaran untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi lokal di desa Cikangkung.

02 Agustus dan 07 September  2025, Desa Cikangkung Kec. Ciracap, Kab. Sukabumi.

 

Tim Dosen program -PMM 2025

 

1).        Yanyan Mulyaningsih. SP.,MP

2).        Arti Yoesdiarti. SP.MM

3).        Ir. Linar Humaira, MS.

4).        Nani Yulianti, SP.,M.Si

 

Latar Belakang:

Desa Cikangkung merupakan sebuah desa yang berada di bagian selatan Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi,  terletak tepat di pesisir selatan Pulau Jawa. Desa Cikangkung di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, merupakan wilayah perdesaan yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian. Dengan potensi lahan yang luas dan sumber daya alam yang mendukung, desa ini memiliki peluang besar dalam produksi pangan. Namun, masih banyak masalah yang dihadapi, seperti ketergantungan pada metode pertanian tradisional, rendahnya produktivitas lahan, serta terbatasnya akses terhadap teknologi pertanian modern. Kondisi ini diperparah oleh perubahan iklim yang menyebabkan musim tanam tidak menentu dan meningkatnya serangan hama. Selain itu, minimnya diversifikasi pangan dan keterbatasan akses pasar membuat hasil pertanian belum optimal dalam mendukung ketahanan pangan desa. Dalam hal ini, teknologi hidroponik dapat menjadi salah satu solusi alternatif. Sistem pertanian hidroponik tidak memerlukan lahan luas(1,2), lebih tahan terhadap perubahan cuaca (3), dan mampu menghasilkan tanaman sayuran berkualitas tinggi dalam waktu yang relatif singkat (4,5 ). Penerapan hidroponik juga dapat melibatkan generasi muda melalui pelatihan dan wirausaha pertanian modern, sehingga membantu menciptakan ketahanan pangan berbasis inovasi lokal (6,7) dan memperkuat perekonomian masyarakat desa secara berkelanjutan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang teknik budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik, serta memberikan wawasan mengenai strategi pemasaran dan manajemen produksi hidroponik agar mampu mengelola usaha pertanian secara berkelanjutan.

 

Sambutan:

  • Ketua Pengabdian Yanyan mulyaningsih. SP.,MP menyampaikan:

                        Mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kepala Desa serta Ibu-ibu KWT dan PKK Desa Cikangkung yang telah meluangkan waktunya untuk hadir. Tak lupa, saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang telah berkontribusi dan berperan aktif dalam kegiatan ini. Harapan kami, melalui kegiatan penerapan hidroponik serta strategi pemasaran hasil hidroponik, Ibu2 KWT Srikandi dan PKK Desa Cikangkung sekalian dapat memperoleh pengetahuan baru yang ke depannya bisa diterapkan untuk meningkatkan perekonomian lokal di Desa Cikangkung. Semoga ilmu yang dibagikan dapat bermanfaat dan menjadi langkah awal bagi kemajuan pertanian modern di desa Cikangkung.Kegiatan pengabdian ini dilakukan sampai bulan desember dengan pendampingan oleh mahaiswa dan dosen dari prodi agroteknologi dan agribisnis fakultas pertanian universitas Djuanda.

Terimkasih juga kepada Kemdikdisaintek yang telah Mendanai program pengabdian ini melalui anggaran dana pengabdian tahun 2025.

 

  • Bapak Kepala Desa Cikangung: Bpk Sapudin menyampaikan:

                          Mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu Dosen dari Universitas Djuanda Bogor yang telah memilih Desa Cikangkung pada kegiatan kali ini. Saya sangat mengapresiasi kehadiran dan kontribusi yang diberikan. Harapan saya, melalui kegiatan ini, khususnya dengan adanya pendampingan dari para dosen dan mahasiswa, dapat membantu Ibu-ibu KWT dan PKK dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan, terutama dalam bidang pertanian hidroponik dan berguna untuk mendukung peningkatan ekonomi lokal di desa kita tercinta semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua.

 

Sesi pemaparan materi:

  • Yanyan mulyaningsih. SP.,MP menjelaskan mengenai Teknik Budidaya Sayuran dengan Sistem Hidroponik

Yanyan memaparkan:

Menjelaskan Hidroponik merupakan suatu teknik budidaya tanaman yang tidak bergantung pada tanah sebagai media tumbuh, melainkan menggunakan larutan nutrisi yang mengandung unsur hara penting bagi perkembangan tanaman. Dalam sistem ini, akar tanaman disangga oleh media tanam alternatif seperti rockwool, arang sekam, cocopeat, atau hidroton yang berfungsi menjaga kelembapan serta mendukung kestabilan tanaman. Sistem ini sangat cocok diterapkan di area terbatas karena memungkinkan pemanfaatan ruang dan air secara efisien. Selain itu, metode hidroponik memungkinkan kontrol yang sangat presisi terhadap asupan nutrisi dan kondisi lingkungan tumbuh, termasuk suhu, pencahayaan, dan tingkat keasaman (pH), sehingga sangat potensial dalam menunjang produktivitas pertanian modern.

            Salah satu keunggulan menonjol dari sistem hidroponik adalah efisiensi penggunaan air, yang dapat lebih hemat dibandingkan metode pertanian konvensional. Efisiensi ini terjadi karena air yang digunakan dalam sistem hidroponik bersirkulasi dan dapat digunakan kembali, sehingga mengurangi pemborosan. Selain itu, karena tidak memerlukan lahan luas, sistem ini sangat ideal diterapkan di wilayah perkotaan maupun di daerah dengan kualitas tanah yang rendah atau tidak subur. Tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik juga menunjukkan laju pertumbuhan yang lebih cepat serta hasil panen yang lebih tinggi, akibat penyerapan nutrisi yang lebih optimal dan konsisten. Di samping itu, penggunaan media tanam non-tanah turut mengurangi risiko serangan penyakit yang biasanya berasal dari patogen tanah. Dengan jejak karbon yang relatif rendah dan minimnya limbah, hidroponik termasuk dalam kategori teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

            Proses budidaya tanaman secara hidroponik dilakukan melalui beberapa tahapan sistematis. Tahap pertama adalah persiapan instalasi, di mana memilih jenis sistem hidroponik yang sesuai seperti Nutrient Film Technique (NFT), Deep Flow Technique (DFT), sistem wick, atau rakit apung, serta menyiapkan media tanam yang digunakan. Selanjutnya, tahap pembibitan dilakukan dengan menyemai benih hingga tanaman menunjukkan daun sejati sebagai tanda siap pindah tanam. Setelah bibit tumbuh optimal, tahap berikutnya adalah pemindahan tanaman ke sistem hidroponik yang telah dirancang. Tahap pemeliharaan mencakup pengecekan dan pengaturan pH, Electrical Conductivity (EC), intensitas pencahayaan, serta pemberian nutrisi yang tepat dan terjadwal secara rutin. Terakhir, proses panen dapat dilakukan, yang pada umumnya lebih cepat dibandingkan metode konvensional, tergantung pada jenis tanaman yang dibudidayakan.

            Sistem hidroponik sangat fleksibel dan dapat diterapkan pada berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran daun seperti selada, kangkung, dan bayam, hingga tanaman buah seperti tomat dan stroberi, bahkan tanaman berkhasiat obat sekalipun. Karena kemampuannya untuk beradaptasi dalam berbagai kondisi dan efisiensinya dalam memanfaatkan sumber daya, hidroponik dipandang sebagai solusi pertanian modern yang menjawab tantangan keterbatasan lahan serta krisis air yang kian mengemuka di masa depan.

 

  • Arti Yoesdiarti. SP.MM menjelaskan mengenai Pemasaran Sayuran Hidroponik

Arti memaparkan:

Pemateri menegaskan bahwa strategi pemasaran yang terstruktur dan efektif menjadi faktor penentu dalam keberhasilan bisnis hidroponik, terutama ketika menghadapi dinamika pasar yang semakin kompetitif. Keberhasilan tidak cukup diraih hanya dengan menghasilkan produk yang unggul secara kualitas; pelaku usaha juga harus mampu mengomunikasikan nilai tambah produk secara meyakinkan dan relevan bagi konsumen. Dalam hal ini, aspek visual dan fungsional dari kemasan produk memainkan peran strategis. Kemasan yang dirancang secara menarik, bersih, dan menyajikan informasi secara jelas tidak hanya meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen, tetapi juga memperkuat persepsi profesionalisme, menciptakan kepercayaan, dan mempertegas identitas merek yang ingin dibangun oleh pelaku usaha hidroponik.

            Selain aspek visual dan branding, pemateri juga menyoroti pentingnya strategi distribusi yang tepat sasaran. Pemilihan jalur distribusi harus mempertimbangkan karakteristik demografis dan psikografis dari pasar yang dituju. Model distribusi dapat bersifat langsung, seperti penjualan personal ke konsumen akhir, atau melalui jaringan ritel, pasar modern, hingga pemanfaatan teknologi digital. Di era transformasi digital saat ini, pemanfaatan berbagai platform daring seperti WhatsApp Business, Instagram, Facebook, hingga marketplace digital menjadi sarana yang tidak hanya efektif dalam menjangkau konsumen secara luas, tetapi juga efisien dalam membangun interaksi, memperbaharui informasi produk secara berkala, serta memperkuat hubungan emosional antara konsumen dan produk melalui konten yang menarik dan komunikatif.

            Profesionalisme dalam berbisnis juga digaris bawahi sebagai elemen esensial dalam membangun citra positif dan kredibilitas usaha. Profesionalisme tersebut tercermin dalam berbagai aspek operasional, mulai dari ketepatan waktu dalam pengiriman, kejelasan harga dan deskripsi produk, hingga konsistensi pelayanan. Tidak kalah penting, pelayanan yang cepat tanggap, ramah, dan solutif akan menciptakan pengalaman pelanggan yang positif. Dalam jangka panjang, pengalaman tersebut berpotensi menumbuhkan loyalitas konsumen yang kuat. Loyalitas ini pada gilirannya tidak hanya berdampak terhadap peningkatan penjualan berulang, tetapi juga memperkuat keberadaan merek melalui promosi tidak langsung dari konsumen melalui testimoni dan word of mouth yang positif di berbagai kanal, baik daring maupun luring.

            keberhasilan usaha hidroponik tidak semata bergantung pada keberhasilan teknis dalam proses budidaya tanaman, melainkan sangat dipengaruhi oleh seberapa baik pelaku usaha memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pemasaran modern. Pendekatan pemasaran yang komprehensif, adaptif terhadap perubahan tren, dan berbasis pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan serta perilaku pasar merupakan kunci untuk menciptakan keberlanjutan usaha dan memperluas pangsa pasar secara berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika persaingan global.

 

  • Linar Humaira, MS menjelaskan mengenai Manajemen Produksi Hidroponik

Linar memaparkan:

Materi yang dipaparkan mencakup beragam dimensi strategis dalam pengembangan usaha hidroponik yang berkelanjutan, khususnya di kawasan pesisir yang memiliki tantangan ekologis dan geografis tersendiri. Keterbatasan lahan subur dan rendahnya ketersediaan air tawar menjadi faktor pembatas utama yang memerlukan pendekatan inovatif dalam sistem pertanian. Dalam hal ini, tahapan perencanaan produksi memegang peranan vital. Proses ini mencakup penjadwalan tanam yang disesuaikan dengan siklus permintaan pasar, pemilihan komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan adaptif terhadap kondisi lingkungan lokal, serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana produksi agar kegiatan budidaya berjalan secara efisien, terukur, dan berorientasi pada hasil optimal.

            Efisiensi dalam operasional menjadi fokus lanjutan yang tidak kalah penting dalam mendukung keberlanjutan usaha. Pengelolaan sumber daya dilakukan dengan prinsip hemat energi dan air, yang sangat relevan di kawasan pesisir. Selain itu, manajemen tenaga kerja diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dengan cara yang efisien, melalui pembagian tugas yang jelas serta pelatihan teknis yang tepat sasaran. Pemanfaatan teknologi yang sederhana namun aplikatif—misalnya sistem irigasi tetes otomatis atau penggunaan sensor nutrisi—dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi. Tahap berikutnya adalah pengelolaan pascapanen, yang mencakup berbagai tindakan preventif dan korektif untuk menjaga mutu produk. Penanganan pascapanen yang cermat—termasuk pemanenan pada waktu yang tepat, penyortiran berdasarkan kualitas, pengemasan yang higienis, serta distribusi yang efisien—akan menentukan daya saing produk hidroponik di pasar.

            Dalam aspek pemasaran memegang peran kunci dalam menjembatani produk dengan konsumen. Strategi pemasaran yang disusun secara sistematis mencakup identifikasi segmen pasar yang potensial, penetapan harga yang kompetitif namun tetap menguntungkan, serta penguatan citra merek melalui branding yang konsisten. Dalam era digital, pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce menjadi instrumen penting untuk memperluas jangkauan pasar. Kanal seperti Instagram, Facebook, atau marketplace digital tidak hanya memfasilitasi transaksi, tetapi juga memungkinkan komunikasi dua arah dengan konsumen, serta media untuk edukasi produk secara kreatif. Dengan strategi pemasaran yang adaptif, produk hidroponik dari kawasan pesisir tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga berpotensi menembus pasar modern seperti restoran, hotel, dan segmen konsumen premium.

            Keberlangsungan usaha tidak dapat dilepaskan dari sistem pengelolaan keuangan yang tertib dan transparan. Pencatatan keuangan yang dilakukan secara konsisten dan akurat memungkinkan pelaku usaha untuk memantau arus kas masuk dan keluar, mengevaluasi efektivitas penggunaan biaya operasional, serta menyusun rencana pengembangan usaha secara realistis dan berbasis data. Keteraturan dalam aspek keuangan ini menjadi fondasi penting untuk menilai kelayakan bisnis dalam jangka panjang, sekaligus sebagai alat untuk menarik potensi investasi maupun akses ke pendanaan eksternal.

            Sehingga integrasi yang sinergis antara aspek produksi, operasional, pemasaran, dan keuangan menjadi kunci utama dalam menjadikan hidroponik sebagai solusi pertanian yang adaptif, efisien, dan kompetitif. Bahkan di wilayah pesisir yang selama ini dianggap kurang ideal untuk pertanian konvensional, pendekatan hidroponik terbukti mampu menghadirkan peluang usaha yang prospektif dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya alam.

 

  • Nani Yulianti, SP.,M.Si memaparkan:

Praktik budidaya sayuran hidroponik diawali dengan persiapan alat dan bahan, seperti instalasi hidroponik yang diberikan ke mitra yaitu instalasi hidroponik sistem DFT, kemudian  wadah tanam berupa pipa, media tanam seperti rockwool , larutan nutrisi AB Mix, serta alat ukur pH dan EC. Tahap berikutnya peserta pelatihan melakukan penyemaian benih pada media rockwoll dengan menanam benih selada keriting dan sawi pagoda. Setelah itu, dilakukan persiapan larutan nutrisi dengan konsentrasi dan pH air baku yang sesuai kebutuhan tanaman, lalu bibit dipindahkan ke netpot pada instalasi hidroponik DFT yang sudah di siapkan di halaman kantor Desa Cikangkung. Selama masa pertumbuhan, tanaman harus dirawat dengan pemberian nutrisi teratur, pengecekan pH dan EC, penyediaan cahaya matahari yang cukup, serta menjaga kebersihan instalasi agar terhindar dari lumut maupun hama. Setelah berumur sekitar 25–30 hari, sayuran daun dapat dipanen dengan cara mencabut tanaman secara utuh atau memetik daunnya sesuai kebutuhan.

 

Pendapat Tentang Jalannya Kegiatan:

  • Peserta

Ibu Rina ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi memberikan respons yang sangat positif terhadap kegiatan yang diselenggarakan tersebut. Mereka menilai bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif yang tinggi, khususnya dalam memperkenalkan konsep pertanian modern kepada masyarakat desa. Sebelum mengikuti kegiatan ini, sebagian besar peserta mengaku belum memiliki pemahaman mengenai sistem pertanian hidroponik. Namun, melalui penjelasan dan praktik yang diberikan selama acara berlangsung, mereka merasa mendapatkan wawasan baru yang bermanfaat. Tidak hanya menambah pengetahuan, kegiatan ini juga membangkitkan antusiasme serta memotivasi mereka untuk mulai mencoba penerapan metode hidroponik secara sederhana di pekarangan rumah masing-masing.

 

  • Ketua PKK desa Cikangkung

Alhamdulillah, para anggota KWT dan PKK sangat antusias dan senang atas kehadiran dosen dan mahasiswa dari Universitas Djuanda. Kehadiran mereka membawa semangat baru, khususnya dalam memberikan pendampingan dan pembelajaran kepada para ibu-ibu KWT dan PKK. Kami berharap, ilmu yang disampaikan dapat dipahami dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga tetap bermanfaat bahkan setelah para mahasiswa tidak lagi berada di Desa Cikangkung.