Penampilan Orasi Mahasiswa, Semarakkan Seminar Nasional UNIDA
Universitas
Djuanda (UNIDA) selenggarakan Seminar Nasional yang dilaksanakan pada senin
(17/10/2022) di Aula Gedung C UNIDA. Seminar Nasional ini terbagi menjadi dua
sesi, untuk sesi pertama mengangkat konsep talkshow dengan narasumber Dr. Hj.
R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I sebagai tokoh muslimah, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi.,
M.Si sebagai akademisi dan H. Inayatullah Hasyim, LL.B., LL.M sebagai tokoh
agama dengan penampilan orasi tiga bahasa dari mahasiswa yang disampaikan oleh
Ruben Bentiyan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Komputer
dengan orasi Bahasa Indonesia, orasi Bahasa Inggris oleh Ronald mahasiswa
Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru dan orasi Bahasa Arab yang disampaikan
oleh Rizkia mahasiswa Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru.
Dalam
sesi kedua menghadirkan pembicara utama dengan tema Seminar Nasional yang
bertajuk “Membangun Kapasitas Mahasiswa Menuju Indonesia Tangguh” diantaranya
Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H selaku Chancellor UNIDA, Prof. Dr. Suhaidi,
S.H., M.H selaku Rektor UNIDA, Drs. H. Mulyadi, MMA selaku Anggota Komisi V DPR-RI,
dan H. Ahmad Muzani selaku Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik
Indonesia (MPR-RI).
Ruben
Bentiyan selaku orator dalam kegiatan seminar nasional menyampaikan rasa senang
atas kesempatan untuk dapat ikut serta dalam kegiatan dan memberikan orasi
dihadapan para peserta seminar. Ruben merasa optimis bahwa generasi muda
Indonesia saat ini adalah generasi yang tangguh dan siap untuk menghadapi
setiap rintangan menuju Indonesia generasi emas.
“Ada
sebuah keyakinan, ada optimisme di mana bangsa kita akan bisa memanfaatkan
bonus demografinya dengan baik, dibuktikan dengan masih antusiasnya mahasiswa
untuk mengikuti kegiatan seminar, dengan perasaan senang 30 menit pun saya siap
jika diminta memberikan orasi-orasi untuk mengagitasi kesadaran masyrakat dalam
membangun dan menebar manfaat . Harapan saya, menuju indonesia tangguh tidak
hanya menjadi sebuah treadmill saja. Tapi menjadi sebuah track marathon yang
panjang, yang di mana; setiap dari kita memiliki rasa yang sama, yakni mau
berjalan ataupun berlari untuk menjemput indonesia tangguh tersebut.
Mempertebal sense of belongings, agar tugas berat ini diampu oleh sesama
pewaris sah dari negara ini,” tuturnya.
Sementara
itu, Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P yang pada kesempatan ini menjadi moderator
mengungkapkan bahwa seminar nasioal ini bukan hanya sebatas seremonial, tetapi
juga menjadi momen untuk bisa bersama-sama membangun negeri menuju Indonesia
yang Tangguh.