[email protected] 0251-8240773
Berita

Pengembangan Pertanian Menuju Desa Unggul Melalui Sinergi Dalam Implementasi Teknologi Tepat Guna, Faperta Unida adakan pembekalan KKN

Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada (18/07/2022) bertempat di Ruang B.501. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Faperta tahun akademik 2022/2023. Pembekalan KKN adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberikan arahan dan tata cara administratif dan substantif agar mahasiswa mempunyai persiapan matang dalam melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) sebagai salah satu aktualisasi pengabdian kepada masyarakat. Arahan dan Teknis KKN disampaikan oleh pemateri dari dosen Faperta yakni Ir. Nur Rochman, MP, Dr. Ir. Deden Sudrajat, M.Si, Dr. Ir. Apendi Arsyad, M.Si dan Ir. Mulyana, M.Si dengan mengusung tema pengembangan pertanian menuju desa unggul melalui sinergi dalam implementasi teknologi tepat guna.

Dekan Fakultas Pertanian Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi,M.Si dalam sambutannya mengatakan tema yang diangkat merupakan upaya Faperta memenuhi beberapa nilai UNGGUL, Universality - Novelty - Good practice - Ghirah - Uswah - Legacy.  Oleh karena itu diperlukan kolaborasi dan partisipasi aktif semua pihak baik internal Faperta dan Unida maupun para pemangku kepentingan yang terkait dengan kegiatan KKN.  Kolaborasi dan partisipasi ini memerlukan kerjasama yang baik antar semua komponen terlibat agar dapat bekerjasama dan saling memberi benefit untuk semua.  Kerjasama ini diharapkan mengandung unsur kolaborasi, elaborasi, respek, jejaring, aktif, sinergitas, aktualiasi, mufakat dan amanah.

“Selain itu, para peserta KKN Faperta Universitas Djuanda diharapkan dapat menjalankan misi sebagai agen perubahan dan dalam konteks ini para peserta dapat menerapkan 5-tor, yaitu sebagai motor, fasilitator, mediator, motivator dan katalisator. Belajarlah dari lebah, di mana ia selalu hadir di lingkungan bersih dan menjadi agen proses penyerbukan serta menghasilkan madu yang berguna bagi manusia.  Lebah juga selalu berkolaborasi dan berpartisipasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diamanahkan kepadanya.Semoga peserta KKN Faperta dapat menjalankan aktivitas dan program KKN yang membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah desa yang menjadi lokasi kegiatan KKN,” tutur Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi.,M.Si.

Dalam materinya Ir. Nur Rochman, MP mengatakan bahwa mahasiswa menjadi agen masyarakat sesuai dengan bidang ilmu pertanian di tempat KKN. Kegiatan KKN sebagai sarana agar menjadi sarjana yang mumpuni, dapat mentransfer ilmu pengetahuan.

“Pertama kali mahasiswa harus berkomunikasi dengan pihak desa, penyuluh, gapoktan, tokoh masyarakat dll. Peran mahasiswa selama KKN menjadi fasilitator kerjasama dengan pihak lain, koordinator kegiatan dan narasumber. Maka perlu merancang program kerja sesuai dengan pemetaan potensi desa. Jadilah kolaborator yang baik dalam kerjasama tim, selain itu program KKN dapat membuat program keagamaan, program pendidikan, program kesehatan, program sosial,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Dr. Ir. Deden sudrajat, M.Si menyampaikan materi tentang tertib administrasi dan luaran KKN. Ia menjelaskan tentang sistematika dan laporan panduan KKN Faperta Menurutnya dokumentasi video kegiatan ini penting karena ketika kegiatan KKN sudah selesai dilaksanakan tetap bisa dikenang. Selain itu ini juga menjadi luaran dalam laporan KKN.

“Dokumentasikan setiap kegiatan dengan menggunakan buku catatan harian sesuai format, log book akan didokumentasi dalam bentuk narasi, foto atau videovideo dan artikel kegiatan di media massa online/cetak, website atau artikel di jurnal pengabdian sebagai luaran KKN,”paparnya.

Pemateri selanjtunya Dr. Ir. Apendi Arsyad, M.Si dan Ir. Mulyana,M.Si memaparkan tentang bagaimana membangun komunikasi dengan masyarakat dan menciptakan kerjasama tim yang baik. Kerjasama dalam KKN ini sebagai sarana yang sangat baik dalam menggabungkan berbagai talenta. Diperlukan keterampilan managerial dan keterampilan interpersonal termasuk kemampuan komunikasi.

 “Banyak cara untuk menyampaikan komunikasi dengan orang lain,  intinya moral dan etika penting ketika melaksanakan KKN dan harapan saya anda semua bisa menjadi orang yang baik dan sukses dalam menjalankan KKN,” ungkap Dr. Ir. Apendi Arsyad, M.Si.

Ketua pelaksana KKN Faperta Arti Yoesdiarti, SP., MM berharap agar mahasiswa sanggup berkiprah di masyarakat, membangun jejaring yang baik,  belajar kerjasama dan memberi solusi atas masalah yang ada di sekitarnya. KKN akan dilaksanakan di 5 kecamatan (Megamendung, Ciawi, Caringin, Cijeruk, Cigombong).

“Temanya berbasis sinergi untuk implementasi teknologi tepat guna dalam bidang pertanian, karena  kerjasama dan berjejaring adalah hal mutlak untuk memajukan umat dalam bidang apapun. Sinergi dengan penyuluh, pemerintahan desa, masyarakat desa, Gapoktan, UMKM, balai penelitian, perusahaan serta akademisi diharapkan dapat menciptakan  program yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan desa,” pungkasnya.

Mahasiswa Program studi Akuakultur Khasni ditemui usai acara mengatakan sangat semangat mengikuti KKN ini.

 “Disamping exited saya juga lumayan deg-degan nanti akan ada permasalahan apa yang akan dihadapi pada saat KKN, selain itu kita perkelompok berbeda program studi sehingga kita bisa bersama-sama bertukar pikiran,” ungkap Khasni.