Pengembangan Pertanian Menuju Desa Unggul Melalui Sinergi Dalam Implementasi Teknologi Tepat Guna, Faperta Unida adakan pembekalan KKN
Fakultas Pertanian (FAPERTA)
Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
pada (18/07/2022) bertempat di Ruang B.501. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh
mahasiswa Faperta tahun akademik 2022/2023. Pembekalan KKN adalah kegiatan yang
dilakukan untuk memberikan arahan dan tata cara administratif dan substantif
agar mahasiswa mempunyai persiapan matang dalam melaksanakan kuliah kerja nyata
(KKN) sebagai salah satu aktualisasi pengabdian kepada masyarakat. Arahan dan
Teknis KKN disampaikan oleh pemateri dari dosen Faperta yakni Ir. Nur Rochman,
MP, Dr. Ir. Deden Sudrajat, M.Si, Dr. Ir. Apendi Arsyad, M.Si dan Ir. Mulyana,
M.Si dengan mengusung tema pengembangan pertanian menuju desa unggul melalui
sinergi dalam implementasi teknologi tepat guna.
Dekan Fakultas Pertanian Dr. Yudi
Wahyudin, S.Pi,M.Si dalam sambutannya mengatakan tema yang diangkat merupakan
upaya Faperta memenuhi beberapa nilai UNGGUL, Universality - Novelty - Good practice - Ghirah - Uswah - Legacy. Oleh karena itu diperlukan kolaborasi dan
partisipasi aktif semua pihak baik internal Faperta dan Unida maupun para
pemangku kepentingan yang terkait dengan kegiatan KKN. Kolaborasi dan partisipasi ini memerlukan
kerjasama yang baik antar semua komponen terlibat agar dapat bekerjasama dan
saling memberi benefit untuk semua. Kerjasama
ini diharapkan mengandung unsur kolaborasi, elaborasi, respek, jejaring, aktif,
sinergitas, aktualiasi, mufakat dan amanah.
“Selain itu, para peserta KKN
Faperta Universitas Djuanda diharapkan dapat menjalankan misi sebagai agen
perubahan dan dalam konteks ini para peserta dapat menerapkan 5-tor, yaitu
sebagai motor, fasilitator, mediator, motivator dan katalisator. Belajarlah
dari lebah, di mana ia selalu
hadir di lingkungan bersih dan menjadi agen proses penyerbukan serta
menghasilkan madu yang berguna bagi manusia.
Lebah juga selalu berkolaborasi dan berpartisipasi sesuai dengan tugas
pokok dan fungsi yang diamanahkan kepadanya.Semoga peserta KKN Faperta dapat
menjalankan aktivitas dan program KKN yang membawa berkah dan manfaat bagi
masyarakat luas, khususnya di wilayah desa yang menjadi lokasi kegiatan KKN,” tutur Dr. Yudi Wahyudin,
S.Pi.,M.Si.
Dalam materinya Ir. Nur Rochman,
MP mengatakan bahwa mahasiswa menjadi agen masyarakat sesuai dengan bidang ilmu
pertanian di tempat KKN. Kegiatan KKN sebagai sarana agar menjadi sarjana yang
mumpuni, dapat mentransfer ilmu pengetahuan.
“Pertama kali mahasiswa harus
berkomunikasi dengan pihak desa, penyuluh, gapoktan, tokoh masyarakat dll. Peran
mahasiswa selama KKN menjadi fasilitator kerjasama dengan pihak lain,
koordinator kegiatan dan narasumber. Maka perlu merancang program kerja sesuai
dengan pemetaan potensi desa. Jadilah kolaborator yang baik dalam kerjasama
tim, selain itu program KKN dapat membuat program keagamaan, program
pendidikan, program kesehatan, program sosial,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama Dr. Ir.
Deden sudrajat, M.Si menyampaikan materi tentang tertib administrasi dan luaran
KKN. Ia menjelaskan
tentang sistematika dan laporan panduan KKN Faperta Menurutnya dokumentasi
video kegiatan ini penting karena ketika kegiatan KKN sudah selesai
dilaksanakan tetap bisa dikenang. Selain itu ini juga menjadi luaran dalam
laporan KKN.
“Dokumentasikan setiap kegiatan
dengan menggunakan buku catatan harian sesuai format, log book akan
didokumentasi dalam bentuk narasi, foto atau videovideo dan artikel kegiatan di
media massa online/cetak, website atau artikel di jurnal pengabdian sebagai
luaran KKN,”paparnya.
Pemateri selanjtunya Dr. Ir.
Apendi Arsyad, M.Si dan Ir. Mulyana,M.Si memaparkan tentang bagaimana membangun
komunikasi dengan masyarakat dan menciptakan kerjasama tim yang baik. Kerjasama
dalam KKN ini sebagai sarana yang sangat baik dalam menggabungkan berbagai
talenta. Diperlukan keterampilan managerial
dan keterampilan interpersonal termasuk kemampuan komunikasi.
“Banyak cara untuk menyampaikan komunikasi
dengan orang lain, intinya moral dan
etika penting ketika melaksanakan KKN dan harapan saya anda semua bisa menjadi
orang yang baik dan sukses dalam menjalankan KKN,” ungkap Dr. Ir. Apendi Arsyad, M.Si.
Ketua pelaksana KKN Faperta Arti
Yoesdiarti, SP., MM berharap agar
mahasiswa sanggup berkiprah di masyarakat, membangun jejaring yang baik, belajar kerjasama dan memberi solusi atas
masalah yang ada di sekitarnya. KKN akan dilaksanakan di 5 kecamatan (Megamendung, Ciawi,
Caringin, Cijeruk, Cigombong).
“Temanya berbasis sinergi untuk
implementasi teknologi tepat guna dalam bidang pertanian, karena kerjasama dan berjejaring adalah hal mutlak untuk memajukan umat dalam
bidang apapun. Sinergi dengan penyuluh, pemerintahan desa, masyarakat desa, Gapoktan,
UMKM, balai penelitian, perusahaan serta akademisi diharapkan dapat menciptakan program yang tepat dan sesuai dengan
kebutuhan desa,” pungkasnya.
Mahasiswa Program studi
Akuakultur Khasni ditemui usai acara mengatakan sangat semangat mengikuti KKN
ini.
“Disamping exited
saya juga lumayan deg-degan nanti akan ada permasalahan apa yang akan dihadapi
pada saat KKN, selain itu kita perkelompok berbeda program studi sehingga kita
bisa bersama-sama bertukar pikiran,” ungkap Khasni.