[email protected] 0251-8240773
Berita

Penguatan Branding Kampus, DIM UNIDA Selenggarakan Pelatihan Presenter Mahasiswa

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Direktorat Institutional Marketing (DIM) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Presenter bagi para mahasiswa pada Rabu, (7/01/2026), bertempat di Smart Class Sekolah Pascasarjana, Gedung A UNIDA.

Pelatihan yang mengusung tema “Meningkatkan Perolehan Penerimaan Mahasiswa Baru dengan Penguatan Branding melalui Komunikasi Persuasif Presenter UNIDA” ini diikuti oleh mahasiswa perwakilan program studi UNIDA dengan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang komunikasi dan pemasaran, yakni Arti Yoesdiarti, S.P., M.M selaku Direktur DIM UNIDA, Robby Firliandoko, A.Md., S.I.Kom., M.Si, Dosen Sains Komunikasi FISIP UNIDA sekaligus Direktur Kabekraf, serta M. Rifa’i Eka Pratama, S.A.P., M.A.P, Kepala Bidang Promosi DIM UNIDA.

Direktur DIM UNIDA, Arti Yoesdiarti, S.P., M.M menyampaikan bahwa pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa UNIDA, khususnya dalam hal keterampilan komunikasi dan presentasi yang persuasif sebagai bagian dari strategi branding institusi.

Arti Yoesdiarti, S.P., M.M menegaskan, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menyampaikan nilai, keunggulan, dan visi UNIDA kepada calon mahasiswa serta masyarakat luas.

“Mahasiswa bukan sekadar penyampai informasi, melainkan representasi citra institusi. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, membangun rasa percaya diri, memperluas jejaring, serta memberikan manfaat nyata bagi program studi, fakultas, dan institusi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun personal branding. Menurutnya, setiap individu memiliki branding yang harus dikelola dan ditampilkan dengan baik, terutama sebagai bekal di dunia profesional.

“Pelatihan Presenter ini juga diharapkan mampu menciptakan kesan pertama yang positif, dari mulai cara berpenampilan rapi dan profesional, membangun keterlibatan serta kedekatan dengan audiens, dan membantu calon mahasiswa dalam menentukan program studi dan kampus yang tepat,” jelasnya.

Salah satu peserta pelatihan, Ayu Setiana Putri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dan wawasan baru terkait peran mahasiswa sebagai representatif institusi. Ia menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan mahasiswa, khususnya dalam menghadapi kegiatan promosi kampus dan interaksi langsung dengan calon mahasiswa.

“Kami dapat meningkatkan soft skill, khususnya dalam kemampuan komunikasi dan presentasi. Kegiatan ini juga membuka peluang untuk memperoleh relasi dan jejaring baru yang bermanfaat bagi pengembangan diri mahasiswa,” tuturnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar komunikasi, teknik presentasi efektif, pengelolaan bahasa tubuh, penguatan pesan branding institusi, hingga simulasi praktik sebagai presenter. Kegiatan ini dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan latihan langsung guna mengasah kemampuan peserta secara komprehensif.