Pentingnya Menjaga Kebersihan Kandang dan Pemberian Obat cacing pada Ternak, Mahasiswa FAPERTA UNIDA berikan Penyuluhan
Kelompok
16 Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Fakultas Pertanian (FAPERTA)
Universitas Djuanda (UNIDA) berikan Penyuluhan Ternak pada (19/08/2022) di
Kampung Pilar, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin. Mengusung tema pentingnya sanitasi kandang (pembersihan kandang) dan pemberian obat
cacing pada hewan ternak kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat dalam
memelihara hewan ternak dan perawatannya sehingga hewan ternak seperi
kambing atau domba terjamin kualitas kesehatannya dan aman untuk dikonsumsi.
Ketua Pelaksana KKN Kelompok 16 Restu Karunia Pratama menyatakan tujuan dari
adanya kegiatan sanitasi kandang adalah untuk mencegah berkembangnya bakteri
dan virus penyebab penyakit pada hewan ternak warga sehingga perekonomian
peternak meningkat dengan bertambahnya bobot hewan ternak.
Penyuluhan
di sampaikan oleh Ir. Yayat dengan memaparkan dosis, manfaat,
efek samping dari pemberian obat pada hewan ternak, serta pentingnya
sanitasi kandang.
“Penyakit
cacing pada hewan ternak dapat
menimbulkan kerugian ekonomi besar contohnya penurunan berat badan, turunnya kualitas
daging, penularan pada manusia serta dapat menimbulkan kematian ternak. Selain pentingnya sanitasi kandang pada
sebuah peternakan tidak hanya penting bagi kesehatan hewan ternak, tetapi juga
pada kesehatan peternak dan lingkungan disekitar peternakan,” paparnya.
Kegiatan
di lanjutkan pemberian obat cacing jenis (Kalbazen
-SG) dengan kandungan Albendazole 19mg
setiap ml, dengan dosis 1 ml/5Kg sesuai berat badan hewan ternak yang dilakukan secara rutin setiap 3 - 4 bulan sekali.
yang
bertujuan untuk kontrol terhadap cacing gilig
(termasuk tipe II Ostertagia), cacing
paru pada kambing maupun domba.
Selain pemberian obat cacing Narasumber Ir.
Yayat dan Mahasiswa memberikan wawasan kepada
masyarakat bahwa sangat
penting melaksanakan pembersihan kandang minimal dua kali sehari, yaitu
pada pagi dan sore hari, untuk memberantas penyakit yang selama ini menjadi
penyebab kematian hewan ternak. Seluruh bagian kandang perlu dibersihkan dengan
desinfektan, mulai dari lantai, dinding, atap, hingga udara di dalam kandang.
Peternak harus memastikan seluruh bagian kandang basah karena terkena cairan desinfektan.
“Desinfektan yang disemprotkan ke kandang
hanya bisa bekerja apabila langsung kontak dengan bibit penyakit. Oleh karena
itu, penyemprotan desinfektan tidak boleh dilakukan sembarangan agar cairan
tidak tersebut tidak terbuang sia-sia. Penyemprotan desinfektan pertama kali
dilakukan dengan menggunakan jetspray agar cairan bisa masuk ke seluruh
pori-pori yang ada di dinding atau lantai kandang begitupula dengan peralatan
yang digunakan untuk operasional, seperti tempat ransum, tempat minum, tirai,
brooder, hingga chick guard. Selain
dibersihkan, alat-alat tersebut juga diperiksa secara berkala untuk memastikan
kondisinya masih layak digunakan,” tuturnya.
Peralatan yang sudah tidak layak pakai
sebaiknya langsung dibuang untuk diganti dengan yang baru. Selain itu, jangan
menumpuk barang-barang bekas agar tidak menimbulkan tumpukan barang yang dapat
memicu binatang, seperti tikus dan kecoa.
Para Peternak Pilar Jaya menyambut baik
kegiatan penyuluhan ini mengingat banyaknya hewan ternak yang terkena wabah
penyakit cacing, sehingga memberikan pemahaman kepada kelompok ternak di Desa
Cinagara.
“Saya sebagai ketua kelompok ternak merasa terbantu dengan adanya kegiatan penyuluhan ini. Berbagai pengetahuan baru dari kegiatan ini mampu diserap dari narasumber dan mahasiswa dalam pemberian obat cacing dan sanitasi kandang yang sangat dibutuhkan ternak terkait banyaknya kepentingan lain dalam berternak,” ungkap Jujum selaku Ketua kelompok Ternak.
