[email protected] 0251-8240773
Berita

Pentingnya Menjaga Kebersihan Kandang dan Pemberian Obat cacing pada Ternak, Mahasiswa FAPERTA UNIDA berikan Penyuluhan

Kelompok  16 Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) berikan Penyuluhan Ternak pada (19/08/2022) di Kampung Pilar, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin.  Mengusung tema pentingnya  sanitasi kandang  (pembersihan kandang) dan pemberian obat cacing pada hewan ternak kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat  dalam  memelihara hewan ternak dan perawatannya sehingga hewan ternak seperi kambing atau domba terjamin kualitas kesehatannya dan aman untuk dikonsumsi.

Ketua Pelaksana KKN Kelompok 16 Restu Karunia Pratama menyatakan tujuan dari adanya kegiatan sanitasi kandang adalah untuk mencegah berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit pada hewan ternak warga sehingga perekonomian peternak meningkat dengan bertambahnya bobot hewan ternak.

Penyuluhan  di  sampaikan  oleh   Ir. Yayat dengan memaparkan dosis, manfaat, efek samping dari pemberian obat pada hewan ternak, serta pentingnya sanitasi   kandang.

“Penyakit  cacing  pada hewan ternak dapat menimbulkan kerugian ekonomi besar contohnya penurunan berat badan, turunnya kualitas daging, penularan pada manusia serta dapat menimbulkan kematian ternak.   Selain pentingnya sanitasi kandang pada sebuah peternakan tidak hanya penting bagi kesehatan hewan ternak, tetapi juga pada kesehatan peternak dan lingkungan disekitar peternakan,” paparnya.

Kegiatan  di  lanjutkan pemberian  obat cacing  jenis (Kalbazen -SG) dengan kandungan Albendazole 19mg setiap ml, dengan dosis 1 ml/5Kg sesuai berat badan hewan ternak yang dilakukan secara rutin setiap 3 - 4 bulan sekali. yang bertujuan untuk kontrol terhadap cacing gilig (termasuk tipe II Ostertagia), cacing paru pada kambing maupun domba.

Selain pemberian obat cacing Narasumber Ir. Yayat dan Mahasiswa memberikan wawasan kepada  masyarakat  bahwa  sangat  penting melaksanakan pembersihan kandang minimal dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari, untuk memberantas penyakit yang selama ini menjadi penyebab kematian hewan ternak. Seluruh bagian kandang perlu dibersihkan dengan desinfektan, mulai dari lantai, dinding, atap, hingga udara di dalam kandang. Peternak harus memastikan seluruh bagian kandang  basah karena terkena cairan desinfektan.

“Desinfektan yang disemprotkan ke kandang hanya bisa bekerja apabila langsung kontak dengan bibit penyakit. Oleh karena itu, penyemprotan desinfektan tidak boleh dilakukan sembarangan agar cairan tidak tersebut tidak terbuang sia-sia. Penyemprotan desinfektan pertama kali dilakukan dengan menggunakan jetspray agar cairan bisa masuk ke seluruh pori-pori yang ada di dinding atau lantai kandang begitupula dengan peralatan yang digunakan untuk operasional, seperti tempat ransum, tempat minum, tirai, brooder, hingga chick guard. Selain dibersihkan, alat-alat tersebut juga diperiksa secara berkala untuk memastikan kondisinya masih layak digunakan,” tuturnya.

Peralatan yang sudah tidak layak pakai sebaiknya langsung dibuang untuk diganti dengan yang baru. Selain itu, jangan menumpuk barang-barang bekas agar tidak menimbulkan tumpukan barang yang dapat memicu binatang, seperti tikus dan kecoa.

Para Peternak Pilar Jaya menyambut baik kegiatan penyuluhan ini mengingat banyaknya hewan ternak yang terkena wabah penyakit cacing, sehingga memberikan pemahaman kepada kelompok ternak di Desa Cinagara.

 “Saya sebagai ketua kelompok ternak merasa terbantu dengan adanya kegiatan penyuluhan ini. Berbagai pengetahuan baru dari kegiatan ini mampu diserap dari narasumber dan mahasiswa dalam pemberian obat cacing dan sanitasi kandang yang sangat dibutuhkan ternak terkait banyaknya kepentingan lain dalam berternak,” ungkap Jujum selaku Ketua kelompok Ternak.