Peringati Kemerdekaan ke-77 RI, Insan UNIDA dan YPSPIAI Laksanakan Upacara
Universitas Djuanda (UNIDA) bersama Yayasan Pusat
Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) menyelenggarakan Upacara Peringatan
Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia pada Rabu (17/8/2022) di Lapangan Kampus
UNIDA.
Pelaksanaan upacara ini dipimpin oleh Rektor UNIDA Prof.
Dr. Suhaidi, S.H., M.H yang bertindak sebagai Inpektur Upacara, sementara pengibar
bendera ialah Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) SMK Amaliah dengan dihadiri
oleh para pimpinan YPSPIAI, para pimpinan UNIDA, para tamu undangan, para
mahasiswa, serta siswa-siswi Perguruan Amaliah.
Dalam amanatnya, Rektor UNIDA Prof. Dr. Suhaidi, S.H.,
M.H menyampaikan bahwa menginjak usia ke-77 tahun peringatan kemerdekaan,
Indonesia masih menghadapi berbagai macam permasalahan yang menjadi tantangan
bangsa. Pandemi Covid-19 juga berdampak pada penurunan tingkat pertumbuhan
ekonomi dan meningkatkan jumlah masyarakat miskin di Indonesia.
Selain itu, kualitas pendidikan di Indonesia masih di
bawah negara tetangga. Dalam publikasi ilmiah, Indonesia belum dapat menyaingi
India, salah satu negara dengan masalah kemiskinan dan konflik rasial terbesar
di dunia.
“Sebagai insan akademik, kita sudah seharusnya
memperhatikan kualitas pendidikan. Kita memiliki kesempatan untuk berperan
dalam meningkatkan harkat dan martabat pendidikan bangsa dan negara di mata
dunia. Kita mencanangkan menuju akreditasi unggul di tahun 2026, ini memerlukan
peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa secara bersamaan. Dosen Universitas
Djuanda harus mampu berprestasi di bidang akademik dan non akademik,” tuturnya.
Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H mengatakan, Universitas Djuanda
lebih dari perguruan tinggi lain karena tidak hanya memiliki Tridarma, namun Pancadarma.
Profesionalitas dan ketauhidan menjadi nilai tambah yang seharusnya menempatkan
insan Universitas Djuanda melampaui kata unggul.
“Mari berkarya secara nyata. Semangat ketauhidan
merupakan kekuatan kita untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Secara kumulatif,
usaha kita bersama untuk meraih akreditasi unggul merupakan upaya menyokong
kejayaan Indonesia di mata dunia,” tambahnya.
Terakhir, Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H mengingatkan
bahwa Universitas Djuanda menyandang nama pahlawan nasional, yaitu Djuanda Kartawidjaja,
seorang pahlawan yang berjasa dalam membangun dan memperluas kedaulatan
Indonesia di mata dunia. Untuk itu, Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H mengajak
seluruh insan akademik bersama-sama membangun kedaulatan pendidikan Indonesia.
“Mari kita jadikan semangat perjuangan mengisi
kemerdekaan ini dengan memajukan diri, institusi, dan mendorong generasi
penerus. Jadikan semangat Pancadarma dan 21 nilai karakter tauhid sebagai obor
dan motor mewujudkan Universitas Djuanda menjadi universitas riset yang menyatu
dalam tauhid dan diakui dunia. Semoga kedepannya Indonesia bisa terus maju,
menjadi negara yang lebih baik, rakyatnya sejahtera, dan aman sentosa.
Dirgahayu Negara Republik Indonesia,” pungkasnya.
Setelah pelaksanaan upacara, kegiatan
dilanjutkan dengan pengumuman Pengelolaan Fakultas Terbaik, Dosen dengan HKI
terbaik, Publikasi Ilmiah Dosen Terbaik per-Program Studi, Dosen Teladan, Tenaga
Kependidikan Teladan, Guru teladan di lingkungan YPSPIAI, serta pemenang perlombaan
peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia.