[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Peringati Maulid Nabi, Insan UNIDA Bentuk Karakter Berbasis Uswah Hasanah Rasulullah SAW

Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah, Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda bersama Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar Majelis Tasbih dan Majelis Dhuha dengan mengangkat tema bertajuk “Membentuk Karakter Insan UNIDA Berbasis Uswah Hasanah Rasulullah SAW”, pada Jum’at (6/10/2023). Bertempat di Masjid Baitul Hamdi, Kampus UNIDA, peringatan maulid kali ini mengundang K.H. Syamsul Arifin Nababan (Pimpinan dan Pengasuh Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia).

Turut hadir dalam kegiatan diantaranya Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D beserta para Wakil Rektor, Pimpinan PP MABIT UNIDA dan PP Tahfizh BINTA Amaliyah, Pimpinan Unit kerja, Dosen, Tenaga Kependidikan, para Santri serta Mahasiswa.

Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rasulullah SAW adalah insan terbaik, sosok uswah bagi umat manusia di muka bumi. Hal ini secara terang disampaikan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21. Oleh karena itu, sudah seharusnya untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk cinta kepadanya.

“Saya datang dari Pidie Jaya, Aceh. Disana, peringatan maulid selalu ramai dan meriah. Setiap masing-masing keluarga menyambut maulid dengan ikut menyumbangkan apa yang dipunya. Begitu memuliakan Baginda Rasulullah SAW. Karena apa? Karena Rasul adalah pemimpin kita, harus kita teladani,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menuturkan, bahwa peringatan maulid ini diharapkan menjadi sarana untuk senantiasa mengingat dan meneladani apa yang sudah Rasullulah SAW contohkan baik secara lisan maupun perbuatan.

“Hari ini kita mengingat adanya makhluk terbaik dunia yang telah dilahirkan ke dunia ini. Banyak kisah dan cerita Rasulullah SAW yang jika kita resapi, memberikan uswah bagi kita semua. Begitu mulianya Rasulullah SAW sehingga Allah SWT pun menyuruh kita untuk bershalawat,” tutur Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H dalam sambutannya.

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menambahkan, sifat Rasulullah SAW juga tergambar dalam 21 Nilai Karakter Tauhid. Didalamnya, terkandung dan terpancar sifa-sifat Rasul yang wajib diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semalam saya berkontempelasi, 21 Nilai Karakter Tauhid ini adalah penjelmaan dari sifat Rasulullah SAW. Maka ayo kita perkuat 21 Nilai Karakter Tauhid ini, tanamkan dalam setiap tindakan dan perbuatan kita. Mudah-mudahan kita menjadi ummatnya yang mendapat syafaat Rasulullah SAW,” pungkasnya.

Sementara itu dalam paparan tausyiah yang disampaikan K.H. Syamsul Arifin Nababan mengemukakan bahwa sesungguhnya Islam itu agama yang luas. Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk seluruh ummat manusia di dunia, bukan hanya suku Arab, bukan hanya di jazirah Arab, atau hanya untuk sebagian golongan. Allah SWT menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul penutup hingga akhir zaman.

“Ada satu yang harus kita kenang di maulid ini, Rasulullah SAW adalah nabi dan rasul yang terakhir, tidak ada nabi dan rasul sesudahnya. Jika ada seseorang yang mengaku nabi, sudah dipastikan bahwa seseorang tersebut adalah seorang nabi yang palsu,” terangnya.

"Meskipun sebagai nabi terakhir, Muhammad memiliki nama yang sudah sangat terkenal dan sudah sangat populer, bahkan sebelum nabi Muhammad lahir. Orangnya belum lahir, tetapi namanya sudah berkibar sejak zaman Nabi Adam, bahwa Muhammad adalah nama seorang nabi yang menjadi nabi terakhir,” sambungnya.