Perkaya Rancangan Rencana Strategis Badan Keamanan Laut RI Tahun 2025-2029, Bakamla RI dan UNIDA Lanjut Workshop Hari Kedua
Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia (RI) bersama dengan Universitas Djuanda (UNIDA) lanjutkan Workshop Rancangan Rencana Strategis Badan Keamanan Laut Republik Indonesia Tahun 2025-2029 di Ruang ATJ hari kedua pada Selasa, 19 November 2024.
Workshop ini dilaksanakan selama 3 hari, Senin sampai dengan Rabu, 18-20 November 2024. Pada hari kedua membahas mengenai materi BAB 2 mengenai Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis dan BAB 3 mengenai Arah Kebijakan dan Strategi Nasional, Arah Kebijakan dan Strategi Bakamla, Kerangka Regulasi dan Kerangka Kelembagaan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor IV UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si. dan Wakil Rektor I UNIDA, Dr.cndt. Aal Lukmanul Hakim, SH., MH., serta para peserta yang merupakan perwakilan dari instansi terkait (dari unsur pemerintah, akademisi (Unida dan perguruan tinggi mitra), lembaga dan/praktisi) hingga perwakilan mahasiswa UNIDA serta tim perancangan Renstra dari Bakamla RI yang diketuai oleh Anton Ali Abbas, Ph.D.
Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bakamla RI yang telah memilih dan mempercayakan UNIDA untuk menjadi tuan rumah dalam kegiatan workshop ini dan terima kasih juga kepada para peserta undangan yang telah hadir dalam kegiatan kali ini. Semoga kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat dan dampak dalam peningkatan dan pengembangan kemaritiman di Indonesia terutama mendukung dan ikut serta meningkatkan kualitas rencana strategis dari BAKAMLA RI.
“Pada hari kedua ini akan membahas mengenai visi, misi, tujuan, sasaran strategis, arah Kebijakan, strategi Nasional, arah Kebijakan, strategi Bakamla, kerangka regulasi hingga kerangka kelembagaan. Diharapkan para peserta dalam workshop kali ini dapat menyampaikan gagasan atau idenya dalam memperkaya rancangan awal Renstra dari Bakamla RI sehingga rancangan Renstra Bakamla dapat lebih diperkaya dan matang. Kegiatan ini menjadi penting bagi insan akademis, khusus UNIDA, diharapkan dengan kegiatan ini, insan UNIDA dapat memberikan sumbangsih dalam segi pemikiran berdasarkan kapasitas dan kompetensinya untuk kemajuan negara dan bangsa terutama dalam bidang kelautan,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Tim Ahli Pertahanan dan Keamanan Bakamla RI, Dr. Akhmad Solihin, S.Pi., MH., dalam pemaparan materinya menyampaikan bahwa visi dari Bakamla RI sendiri tentu berkaitan dengan visi Indonesia Emas 2045. Visi Bakamla berlandaskan pada transformasi, berdaulat, maju, bekerlanjutan dan sinergi. Misi dari Bakamla juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari 8 misi pembangunan RPJMN 2025-2045 dan Asta Cita dari presiden dan Wakil Presiden terpilih.
“Guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Bakamla RI, berikut merupakan urgensi diperlukannya penguatan regulasi yaitu memberikan kepastian hukum dalam pengelolaan keamanan, keselamatan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya dan anggaran negara melalui penyederhanaan organisasi dalam penyelenggaraan keamanan, keselamatan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia,” tuturnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi antara Tim Bakamla RI dengan para peserta Workshop. Kegiatan workshop rancangan awal rencana strategis badan keamanan laut ini mempunyai keterkaitan erat juga dengan SDGs Center Universitas Djuanda sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dukungan universitas untuk mensukseskan tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals, SDGs). SDGs memang bertujuan untuk membangun citra planet/dunia yang lebih sejahtera, aman, dan berkelanjutan. Kegiatan ini tentu saja berkaitan erat dengan objek dan subjek serta tujuan pembangunan keamanan, keselamatan dan penegakan hukum di laut, yaitu diantaranya SDGs 14 (life below water) yang secara khusus memberikan perlindungan kepada ekosistem laut, terutama dalam upaya pencegahan terjadinya pencemaran laut, perlindungan keanekaragaman hayati laut dan pencegahan IUU (illegal, unregulated, unreported) fishing. SDGs 8 (decent work and economic growth) dan SDGs 9 (industry, innovation, and infrastructure) juga terkait dengan muatan kegiatan workshop ini, terutama dalam rangka mendorong keamanan dan keselamatan pelayaran dan aktivitas di laut lainnya dalam perpektif ekonomi kelautan (perikanan, pariwisata bahari, transportasi laut, ESDM laut, industri kelautan, bangunan kelautan dan jasa kelautan). Pada akhirnya keamanan laut memerlukan dukungan SDM, dukungan sarana, prasarana logistik dan anggaran, serta kolaborasi terintegrasi. Oleh karena itu, secara substantif workshop ini juga berkaitan dengan SDGs 16 (peace, justice, and strong institutions) yang diharapkan dapat menjamin ketertiban hukum di laut, perlindungan hak-hak maritim, dan diplomasi maritim serta SGDs 17 (partnership for the goals) yang menekankan pada pentingnya kerjasama internasional dan sinergitas-kolaboratif dengan berbagai sektor di bidang kemaritiman.