[email protected] 0251-8240773
Berita

Perkuat Informasi Aktivitas Lulusan, UNIDA Bentuk Tim Tracer Study Program Studi

Dalam upaya peningkatan Tracer Study alumni, Biro Kemahasiswaan (Birmawa) Universitas Djuanda (UNIDA) dan Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (BPMPI) UNIDA bentuk tim tracer study tingkat fakultas pada rabu (12/10/2022) di ruang senat UNIDA. Tracer Study merupakan proses studi pelacakan aktivitas alumni pada Perguruan Tinggi khususnya mengenai lama waktu tunggu dalam mendapatkan pekerjaan dan kesesuaian bidang kerja alumni pasca lulus dari dunia perkuliahan.

Dalam sambutanya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIDA Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menyampaikan bahwasannya kegiatan tracer study dalam kalender akademik harus terlaporkan pada bulan Desember dan merupakan bagian penting yang harus dilakukan guna mengetahui status alumni setelah lulus dan menjadi salah satu point yang harus dipenuhi dalam akreditasi.

Tracer study merupakan bagian dari faktor penentu untuk akreditasi menjadi syarat perlu peringkat, sehingga wajib kita persiapkan agar memiliki nilai dan kebermanfaatan yang baik. Saya berharap ini menjadi fokus kita bersama, agenda rapat pembentukan tim tracer study, kedepan tidak hanya menjadi tanggungjawab dari Birmawa UNIDA tetapi juga menjadi tanggungjawab bersama khususnya di tingkat fakultas dan program studi, karena yang akan berhubungan langsung dengan lulusan yaitu program studi. Diharapkan bapak dan ibu di program studi berperan aktif khususnya berkenaan dengan penyampaian questioner yang wajib di isi oleh lulusan dan mendapatkan respon jawaban dari hasil pengisian questioner dari alumni,” tuturnya.

M. Rendi Ramdhani, M.Pd selaku kepala Birmawa UNIDA menyampaikan harapannya dengan dengan disusunnya tim tracer study fakultas dapat lebih memaksimalkan pengisian point tracer study dalam pelacakan status alumni.  

“Tujuan dari pembentukan tim tracer study ini selain untuk memaksimalkan pelacakan alumni, serta untuk memonitoring lulusan perguruan tinggi ketika memasuki dunia kerja. Tracer study juga bermanfaat, terutama bagi perguruan tinggi, antara lain guna mendapatkan mengetahui informasi lulusan, sebagai bahan evaluasi perguruan tinggi terhadap lulusan, dan sebagai salah satu nilai tambah dalam akreditasi perguruan tinggi,” pungkasnya.

Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, S.Pd.I., M.Pd. selaku Kepala BPMPI UNIDA menjelaskan pentingnya dalam keterpenuhan nilai tracer study untuk akreditasi.

“Dalam proses akreditasi tahun 2022 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA), dan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Saat ini harus memenuhi syarat perlu peringkat akreditasi dan salah satu point yang harus dipenuhi adalah skor penilaian waktu tunggu dan kesesuaian bidang kerja alumni yang masuk kedalam tracer study juga sebagai masukan untuk penentuan profil lulusan kedepannya. Bismillah yakin bahwa harapan kita di 2026 kita merah akreditasi unggul, kita bekerja sama untuk memperoleh skor yang maksimal,” tuturnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, dan sebagai informasi dalam kegiatan ini mengundang ketua program studi di lingkungan UNIDA.