Perkuat Informasi Aktivitas Lulusan, UNIDA Bentuk Tim Tracer Study Program Studi
Dalam upaya peningkatan Tracer Study
alumni, Biro Kemahasiswaan (Birmawa) Universitas Djuanda (UNIDA) dan Badan
Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (BPMPI) UNIDA bentuk tim tracer
study tingkat fakultas pada rabu (12/10/2022) di ruang senat UNIDA. Tracer
Study merupakan proses studi pelacakan aktivitas alumni pada Perguruan
Tinggi khususnya mengenai lama waktu tunggu dalam mendapatkan pekerjaan dan
kesesuaian bidang kerja alumni pasca lulus dari dunia perkuliahan.
Dalam sambutanya Wakil Rektor Bidang Akademik
dan Kemahasiswaan UNIDA Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menyampaikan bahwasannya
kegiatan tracer study dalam kalender akademik harus terlaporkan pada
bulan Desember dan merupakan bagian penting yang harus
dilakukan guna mengetahui status alumni setelah lulus dan menjadi salah satu
point yang harus dipenuhi dalam akreditasi.
“Tracer study merupakan bagian dari faktor penentu untuk akreditasi menjadi syarat perlu peringkat, sehingga wajib kita persiapkan agar memiliki nilai dan kebermanfaatan yang baik. Saya berharap ini menjadi fokus kita bersama, agenda rapat pembentukan tim tracer study, kedepan tidak hanya menjadi tanggungjawab dari Birmawa UNIDA tetapi juga menjadi tanggungjawab bersama khususnya di tingkat fakultas dan program studi, karena yang akan berhubungan langsung dengan lulusan yaitu program studi. Diharapkan bapak dan ibu di program studi berperan aktif khususnya berkenaan dengan penyampaian questioner yang wajib di isi oleh lulusan dan mendapatkan respon jawaban dari hasil pengisian questioner dari alumni,” tuturnya.
M. Rendi Ramdhani, M.Pd selaku kepala Birmawa
UNIDA menyampaikan harapannya dengan dengan disusunnya tim tracer study
fakultas dapat lebih memaksimalkan pengisian point tracer study dalam
pelacakan status alumni.
“Tujuan dari pembentukan tim tracer study ini
selain untuk memaksimalkan pelacakan alumni, serta untuk memonitoring lulusan perguruan
tinggi ketika memasuki dunia kerja. Tracer study juga bermanfaat,
terutama bagi perguruan tinggi, antara lain guna mendapatkan mengetahui informasi
lulusan, sebagai bahan evaluasi perguruan tinggi terhadap lulusan, dan sebagai
salah satu nilai tambah dalam akreditasi perguruan tinggi,” pungkasnya.
Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah,
S.Pd.I., M.Pd. selaku Kepala BPMPI UNIDA menjelaskan
pentingnya dalam keterpenuhan nilai tracer study untuk akreditasi.
“Dalam proses akreditasi tahun 2022 Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi
(LAMEMBA), dan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).
Saat ini harus memenuhi syarat perlu peringkat akreditasi dan salah satu point
yang harus dipenuhi adalah skor penilaian waktu tunggu dan kesesuaian bidang
kerja alumni yang masuk kedalam tracer study juga sebagai masukan untuk penentuan
profil lulusan kedepannya. Bismillah yakin bahwa harapan kita di 2026
kita merah akreditasi unggul, kita bekerja sama untuk memperoleh skor yang
maksimal,” tuturnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya
jawab, dan sebagai informasi dalam kegiatan ini mengundang ketua program studi
di lingkungan UNIDA.