Perkuat Kerja Sama Internasional, UNIDA dan Recep Tayyip Erdogan University Tandatangani Nota Kesepahaman
Universitas Djuanda (UNIDA) dan Recep Tayyip Erdogan University dari Türkiye sepakat menjalin kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) pada Selasa (5/11/2024) di Ruang ATJ UNIDA, Bogor.
Acara penandatanganan dihadiri oleh jajaran pimpinan UNIDA termasuk para Wakil Rektor, Kepala Kantor Urusan Internasional, para Dekan hingga Ketua Program Studi di Lingkungan UNIDA. Adapun dari pihak Recep Tayyip Erdogan University hadir Prof. Dr. Naim Demirel.
Wakil Rektor IV UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam sambutannya menyoroti sejarah panjang dan pengaruh global Türkiye, khususnya dalam konteks ketahanan komunitas Islam. Menurutnya, sejarah ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya nilai-nilai persatuan, kekuatan, dan tujuan yang jelas dalam membangun peradaban.
“Turki memiliki sejarah yang kaya dan terkenal yang bergema secara global, menunjukkan kekuatan dan ketahanan komunitas Islam. Sering dikatakan bahwa orang yang menaklukkan Konstantinopel akan dipimpin oleh pemimpin terbaik, tentara terbaik, dan rakyat terbaik, seperti yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad SAW. Universitas Recep Tayyib Erdogan sebagai salah satu lembaga pendidikan terkemuka di Turki tidak diragukan lagi memiliki aspirasi yang sangat luar biasa. Di sinilah pemimpin masa depan Turki dan dunia Islam akan dibina dan dikembangkan,” tuturnya.
Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si juga menekankan kebanggaan UNIDA yang menyandang nama pahlawan nasional Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, mantan Perdana Menteri Indonesia yang terkenal dengan Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957.
“Warisan ini menginspirasi kami untuk berupaya mencapai keunggulan dalam pendidikan dan kepemimpinan,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan dari Recep Tayyip Erdogan University, Prof. Dr. Naim Demirel menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan jaringan pendidikan global dan menjalin kolaborasi yang saling menguntungkan kedua pihak. MoA yang ditandatangani mencakup berbagai program kerja sama, meliputi pertukaran mahasiswa dan staf pengajar, penelitian bersama, serta pengembangan kurikulum.
“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, meningkatkan kapasitas riset, dan menghasilkan lulusan berdaya saing internasional,” tuturnya