Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif, Adil dan Berkelanjutan, UNIDA Terlibat Aktif dalam National Dissemination Forum on Disability-Inclusive Higher Education
Universitas Djuanda (UNIDA) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan. Hal ini diwujudkan melalui keikutsertaan UNIDA dalam National Dissemination Forum on Disability-Inclusive Higher Education in Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia bekerja sama dengan British Council.
Kegiatan nasional tersebut berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Auditorium Gedung D Lantai 2 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Senayan, Jakarta Pusat. UNIDA diwakili oleh Wakil Rektor III, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd., bersama tim Pusat Layanan Terpadu Pendidikan Inklusif dan Disabilitas (PUSPENSIF).
Forum ini merupakan bagian dari program Going Global Partnerships (GGP) Disability Inclusion Partnerships yang bertujuan mendiseminasikan hasil riset, praktik baik, serta model penguatan kebijakan pendidikan tinggi inklusif hasil kolaborasi perguruan tinggi di Indonesia dan Inggris. Kegiatan diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi, pengelola Unit Layanan Disabilitas (ULD), dosen, peneliti, pembuat kebijakan, serta mitra organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang disabilitas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang menekankan pentingnya penguatan sistem dan praktik pendidikan tinggi inklusif sebagai bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia yang berkeadilan. Forum kemudian diisi dengan pemaparan hasil riset dan praktik baik terkait pengelolaan Unit Layanan Disabilitas, pengembangan kebijakan dan peta jalan inklusi, penerapan Universal Design for Learning, serta strategi peningkatan aksesibilitas bagi sivitas akademika penyandang disabilitas.
Melalui diskusi panel dan sesi interaktif, peserta diajak untuk membahas berbagai tantangan implementasi pendidikan tinggi inklusif, mulai dari aspek kebijakan, kapasitas sumber daya manusia, pendanaan, hingga keberlanjutan program. Forum ini menjadi ruang pembelajaran sejawat yang mendorong peserta untuk mengidentifikasi langkah-langkah implementatif sesuai dengan konteks dan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.
UNIDA berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil forum dengan melakukan diseminasi internal, pemetaan kebutuhan layanan disabilitas, penguatan kebijakan dan standar operasional prosedur, serta integrasi prinsip Universal Design for Learning dalam pembelajaran. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi UNIDA sebagai perguruan tinggi yang menjunjung nilai inklusivitas, keadilan, dan keberlanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.