[email protected] 0251-8240773
Berita

Perkuat Mutu dan Akuntabilitas Riset, UNIDA Laksanakan Monev Internal Hibah BIMA Tahun 2025

Dalam rangka menjamin mutu dan akuntabilitas pelaksanaan program penelitian, Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Lembaga Penelitian, Pengabdian dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal terhadap pelaksanaan Program Penelitian Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) Tahun Anggaran 2025 pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meetings dan diikuti oleh para dosen peneliti penerima hibah penelitian yang didanai melalui platform BIMA. Turut hadir dalam kegiatan ini tim reviewer internal yang terdiri dari para akademisi lintas bidang keilmuan, yakni Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si (Reviewer Bidang Sains), Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd (Reviewer Bidang Sosial dan Hukum), dan Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd (Reviewer Bidang Sosial dan Hukum).

Tujuan dari pelaksanaan Monev ini adalah untuk memantau kemajuan pelaksanaan penelitian, menilai kesesuaian antara rencana kerja dan pelaksanaan aktual di lapangan, serta memberikan masukan konstruktif guna peningkatan kualitas hasil penelitian. Monev internal ini juga merupakan bentuk transparansi atas pelaksanaan kegiatan penelitian dan kemajuan yang telah dicapai oleh masing-masing peneliti. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam siklus penelitian hibah BIMA Tahun Anggaran 2025 dan wajib dilaksanakan oleh seluruh penerima hibah.

“Silakan Bapak/Ibu peneliti memaparkan program dan kegiatan yang telah dilakukan dalam proses penelitian. Monev internal ini merupakan amanah dari DP2M dan menjadi salah satu bentuk penilaian sejauh mana penelitian telah berjalan, terutama karena dana hibah telah dicairkan sebesar 80%. Reviewer akan menilai capaian tersebut, termasuk luaran wajib yang harus dipenuhi,” jelas Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd, Wakil Rektor III sekaligus Ketua LP3K UNIDA.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd mengingatkan pentingnya luaran wajib yang ditentukan berdasarkan skema penelitian yang diikuti.

“Sebagai contoh, pada skema Fundamental, luaran wajibnya adalah artikel ilmiah yang terbit di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus atau WoS. Sedangkan pada skema Penelitian Terapan, luaran wajibnya antara lain berupa visibility study dan hasil uji kelayakan. Luaran wajib ini akan melalui proses validasi khusus, sehingga harus benar-benar dipenuhi,” tambahnya.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd juga mengingatkan seluruh dosen dan peneliti untuk segera melakukan pemutakhiran data SINTA, sesuai arahan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek).

“Saat ini tinggal H-5 menuju batas akhir pemutakhiran data SINTA. Ini penting karena akan berdampak langsung pada klasterisasi institusi. UNIDA saat ini berada di klaster Utama, dan kita berharap bisa naik ke klaster Mandiri. Peningkatan klaster akan membuka banyak peluang dan privilege dalam skema pendanaan penelitian maupun pengabdian,” tegasnya.

Ia pun menutup dengan ajakan kepada seluruh dosen agar saling mengingatkan dan berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran SINTA. Melalui kegiatan ini, UNIDA menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu riset dan publikasi ilmiah, serta mendukung penuh dosen dalam menghasilkan karya penelitian yang berdampak bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat luas.