[email protected] 0251-8240773
Berita

Perkuat Pelaksanaan Program Pembelajaran Daring Kolaborasi dengan IISIP YAPIS Biak Papua, UNIDA Bogor Selenggarakan FGD

Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) perkuat program Pembelajaran Daring Kolaborasi (PDK) dengan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) YAPIS Biak Papua pada jumat (07/10/2022) secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Program Bantuan PDK merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai upaya dalam mendukung kebijakan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Program PDK juga merupakan bentuk kebijakan yang mendorong perguruan tinggi lebih aktif memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran guna memperluas jangkauan sumber belajar yang bermutu.

Hj. Ginung Pratidina, Dra., M.Si menyampaikan bahwasannya melalui Hibah program PDK yang diraih Program Studi Administrasi Publik merupakan bentuk pelaksanaan Implementation Arrangement (IA) dari penandatanganan nota kerja sama antara UNIDA dengan IISIP YAPIS Biak yang dalam hal ini dilaksanakan oleh FISIPKOM khususnya oleh Program Studi Administrasi Pubik. 

Alhamdulillah hibah PDK dari Kemendikbudristek yang diperoleh Program Studi Administrasi Publik ini merupakan bentuk pelaksanaan kegiatan nyata dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, kami ucapkan terima kasih kepada jajaran pimpinan UNIDA dan IISIP YAPIS Biak yang selalu mendukung penuh dalam pelaksanaan program ini. Mudah-mudahan dengan acara FGD ini kita bisa mendengarkan pemaparan dari pakar narasumber dan berdiskusi bersama guna matangkan tim dalam memperkuat informasi program PDK sehingga kita dapat sama-sama dapat penuhi kewajiban dalam setiap proses yang harus dilaksanakan dalam program PDK,” tuturnya.

Dalam FGD ini menghadirkan dua narasumber yang berasal dari eksternal dan internal, yaitu Anggoro S. Pramudyo, M.Kom dari Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA) dan Dr. La Ode Amril, M.Pd selaku Kepala Biro Pendidikan dan Pembelajaran UNIDA.

Melalui kesempatan yang sama sambutan Rektor UNIDA yang dalam hal ini diwakili oleh Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menyampaikan bahwasannya FGD sebagai salah satu rangkaian dari pelaksanaan hibah PDK.

“Melalui FGD ini kita sudah menghadirkan dua narasumber yang akan membahas Panduan Operasional Baku (POB) untuk para dosen pengampu yang tentunya ikut dilibatkan sehingga program ini dapat berjalan secara baik dan benar sesuai dengan prosedur dengan harapan program PDK ini dapat berjalan secara optimal, mari kita sama-sama dengarkan pemaparan dari narasumber yang sudah hadir yaitu narasumber dari BELMAWA serta narasumber internal yang nantinya akan memaparkan materinya, mohon di simak dengan baik serta fokus perhatikan hal-hal teknis dan hal-hal strategis apa saja yang nantinya harus kita lakukan serta implementasikan. Selamat mengikuti FGD, semoga apa yang sudah direncanakan dapat memberikan manfaat dan kebaikan untuk kita semua,” pungkasnya. 

Dalam pemaparannya Anggoro S. Pramudyo, M.Kom menyampaikan terkait teknis pelaksanaan program PDK khususnya tentang tiga mekanisme yaitu Persiapan, Pelaksanaan dan Penilaian serta Evaluasi yang harus dilaksanakan sehingga pembelajaran kolaborasi antara UNIDA dan IISIP YAPIS Biak dapat berjalan sesuai dengan ketentuan. Sedangkan Dr. La Ode Amril, M.Pd menyampaikan tentang mengapa harus melaksanakan program PDK serta penyampaian seputar penyusunan POB.

“Melalui pembelajaran kolaborasi dalam program PDK Dosen di Indonesia sebagai dosen penggerak perlu memiliki strategi inovasi yang tepat agar dapat mendorong mahasiswa untuk memiliki keterampilan yang inovatif, mendorong dalam menghasilkan beragam model pembelajaran berbasis teknologi informasi yang dapat memfasilitasi penyelenggaraan MBKM, meningkatkan engagement, dan mampu menjawab tantangan  revolusi Industri 4.0, dan meningkatkan dinamika proses pembelajaran di perguruan tinggi, menumbuhkan keterampilan berinovasi, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas  pendidikan tinggi di Indonesia,” Dr. La Ode Amril, M.Pd dalam pemaparannya.