[email protected] 0251-8240773
Berita

Perkuat Wawasan Berwirausaha, Mahasiswa FISIPKOM UNIDA Selenggarakan Webinar Kewirausahaan

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) Universitas Djuanda Bogor (UNIDA) sukses selenggarakan Webinar Kewirausahaan Sabtu (15/3/23) melalui Zoom Meetings Cloud dan live streaming via Youtube Channel Commap TV.

Dengan tema "Get The Line, Get Ready To Be An Entrepreneur" webinar ini mengulas tentang serba-serbi berbisnis, dimulai dari cara merintis bisnis hingga strategi mendapatkan konsumen diperkuat dengan berbagai pengalaman yang sudah dialami oleh narasumber dari latar belakang bisnis yang berbeda.

Dekan FISIPKOM, Ginung Pratidina mendukung penuh acara ini sekaligus memperkenalkan jurusan yang ada di FISIPKOM UNIDA.

"FISIPKOM terdiri dari prodi Administrasi Publik, Sains Komunikasi dan Ilmu Komputer. Webinar ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Sains Komunikasi angkatan 2020, luar biasa acara ini menghadirkan pembicara yang kompeten dalam bidangnya masing-masing" ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Maria Fitriah selaku kepala prodi sains komunikasi menyebut webinar kewirausahaan ini bermanfaat sebagai bekal untuk menjadi seorang pengusaha.

"Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan menuntut kita agar kretif dan inovatif, kita harus memberikan potensi yang dimiliki agar bisa membuka pekerjaan kepada orang lain. Webinar ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat yang bisa kita terapkan untuk menjadi pengusaha yang baik" tuturnya.

Webinar kewirausahaan ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta mengantarkan para peserta pada kesuksesan dalam bidang wirausaha. Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan ketua pelaksana, Dedy Ardiansyah Ramadhan dalam sambutannya.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Dekan, Kaprodi, Narasumber, Panitia, serta seluruh peserta yang hadir pada zoom meeting. Semoga webinar ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat dan bisa mengantarkan kita pada kesuksesan dunia dan akhirat" ucapnya.

Selanjutnya, Sujimin, S.Ag., M.Si dalam paparan materinya menyampaikan bahwasanya entrepreneur adalah hal yang sudah dilakukan dari sejak manusia masih berusia anak-anak. Sudah dikenalkan pada sesuatu yang dibutuhkan sehingga sesuatu yang dibutuhkan itu harus dibeli atau diusahakan maka yang dimaksud entrepreneur disini sudah berjalan.

“kebutahan masyarakat saat ini ada 3 diantaranya yaitu piknik perut, piknik pikiran dan piknik hati. Kalau perut sudah kenyang, hatinya dan pikirannya tenang maka hidup juga akan tenang. Maka dari itu kita bisa simpulkan bahwa entrepreneur sudah melekat dalam diri kita sedari kecil,” ungkapnya.

Desi Hasbiyah, S.I.Kom., M.I.Kom dalam paparannya menyatakan bahwasanya ketika ingin memulai sebuah usaha maka harus tahu terlebih dahulu apa tujuannya, apa yang ingin dikembangkan dan apa yang ingin inovasikan. Kalau orientasinya secara profit maka gerak langkahnya hanya dari segi profit saja, begitu pun jika berorientasi pada kegiatan religi saja maka gerak langkahnya hanya dalam segi religi saja. Oleh karena itu mesti dicari dan dikembangkan bagaimana caranya tujuan dari usaha itu dapat lebih berkembang dan lebih luas lagi sehingga dapat bermanfaat untuk banyak orang.

Sementara itu, Abdul Rahman Agung dalam paparan materinya menyampaikan bahwasanya poin penting dalam berbisnis ada 3 poin diantaranya yaitu value brand yang dimana membahas keunggulan dari bisnis yang dibangun, marketing yaitu cara memasarkan produk dan manajemen keuangan yang secara sederhannya dapat memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis.

“Pada saat ini digital marketing sangat penting untuk dilakukan dalam bisnis. Digital marketing itu sendiri adalah strategi pemasaran yang melibatkan digital yang dimana salah satunya media sosial dan media digital lainnya. Dan ada beberapa alasan mengapa harus melakukan digital marketing yang diantaranya yaitu penggunaan internet yang saat ini sangat banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, pesaing juga sudah banyak yang beralih digital marketing, digital marketing yang terus berkembang serta lebih efektif dari segi budget, waktu dan tenaga,” ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara para narasumber dan peserta.