Perkuat Wawasan Berwirausaha, Mahasiswa FISIPKOM UNIDA Selenggarakan Webinar Kewirausahaan
Mahasiswa
Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) Universitas
Djuanda Bogor (UNIDA) sukses selenggarakan Webinar Kewirausahaan Sabtu (15/3/23)
melalui Zoom Meetings Cloud dan live streaming via Youtube Channel Commap TV.
Dengan
tema "Get The Line, Get Ready To Be An Entrepreneur" webinar
ini mengulas tentang serba-serbi berbisnis, dimulai dari cara merintis bisnis
hingga strategi mendapatkan konsumen diperkuat dengan berbagai pengalaman yang
sudah dialami oleh narasumber dari latar belakang bisnis yang berbeda.
Dekan
FISIPKOM, Ginung Pratidina mendukung penuh acara ini sekaligus memperkenalkan
jurusan yang ada di FISIPKOM UNIDA.
"FISIPKOM
terdiri dari prodi Administrasi Publik, Sains Komunikasi dan Ilmu Komputer.
Webinar ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Sains Komunikasi angkatan 2020, luar
biasa acara ini menghadirkan pembicara yang kompeten dalam bidangnya
masing-masing" ujarnya.
Dalam
kesempatan yang sama, Maria Fitriah selaku kepala prodi sains komunikasi
menyebut webinar kewirausahaan ini bermanfaat sebagai bekal untuk menjadi
seorang pengusaha.
"Tingginya
angka pengangguran dan kemiskinan menuntut kita agar kretif dan inovatif, kita
harus memberikan potensi yang dimiliki agar bisa membuka pekerjaan kepada orang
lain. Webinar ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat yang bisa kita terapkan
untuk menjadi pengusaha yang baik" tuturnya.
Webinar
kewirausahaan ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta mengantarkan para
peserta pada kesuksesan dalam bidang wirausaha. Hal tersebut sejalan dengan
yang disampaikan ketua pelaksana, Dedy Ardiansyah Ramadhan dalam sambutannya.
"Saya
ucapkan terima kasih kepada Dekan, Kaprodi, Narasumber, Panitia, serta seluruh
peserta yang hadir pada zoom meeting. Semoga webinar ini dapat memberikan ilmu
yang bermanfaat dan bisa mengantarkan kita pada kesuksesan dunia dan
akhirat" ucapnya.
Selanjutnya,
Sujimin, S.Ag., M.Si dalam paparan materinya menyampaikan bahwasanya entrepreneur
adalah hal yang sudah dilakukan dari sejak manusia masih berusia anak-anak.
Sudah dikenalkan pada sesuatu yang dibutuhkan sehingga sesuatu yang dibutuhkan
itu harus dibeli atau diusahakan maka yang dimaksud entrepreneur disini sudah
berjalan.
“kebutahan
masyarakat saat ini ada 3 diantaranya yaitu piknik perut, piknik pikiran dan
piknik hati. Kalau perut sudah kenyang, hatinya dan pikirannya tenang maka
hidup juga akan tenang. Maka dari itu kita bisa simpulkan bahwa entrepreneur
sudah melekat dalam diri kita sedari kecil,” ungkapnya.
Desi
Hasbiyah, S.I.Kom., M.I.Kom dalam paparannya menyatakan bahwasanya ketika ingin
memulai sebuah usaha maka harus tahu terlebih dahulu apa tujuannya, apa yang
ingin dikembangkan dan apa yang ingin inovasikan. Kalau orientasinya secara
profit maka gerak langkahnya hanya dari segi profit saja, begitu pun jika
berorientasi pada kegiatan religi saja maka gerak langkahnya hanya dalam segi
religi saja. Oleh karena itu mesti dicari dan dikembangkan bagaimana caranya
tujuan dari usaha itu dapat lebih berkembang dan lebih luas lagi sehingga dapat
bermanfaat untuk banyak orang.
Sementara
itu, Abdul Rahman Agung dalam paparan materinya menyampaikan bahwasanya poin
penting dalam berbisnis ada 3 poin diantaranya yaitu value brand yang
dimana membahas keunggulan dari bisnis yang dibangun, marketing yaitu
cara memasarkan produk dan manajemen keuangan yang secara sederhannya dapat
memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis.
“Pada
saat ini digital marketing sangat penting untuk dilakukan dalam bisnis. Digital
marketing itu sendiri adalah strategi pemasaran yang melibatkan digital yang
dimana salah satunya media sosial dan media digital lainnya. Dan ada beberapa
alasan mengapa harus melakukan digital marketing yang diantaranya yaitu
penggunaan internet yang saat ini sangat banyak digunakan dalam kehidupan
sehari-hari, pesaing juga sudah banyak yang beralih digital marketing, digital
marketing yang terus berkembang serta lebih efektif dari segi budget, waktu dan
tenaga,” ungkapnya.
Kegiatan
dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara para narasumber dan
peserta.