[email protected] 0251-8240773
Kegiatan Kemahasiswaan

Persiapan Pelaksanaan Program KKN, FAPERTA UNIDA Adakan Pembekalan bagi Mahasiswa

Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema "Pengembangan Pertanian Menuju Desa Unggul dan Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Implementasi Teknologi Tepat Guna" yang digelar secara luring di Aula FAPERTA UNIDA pada Jumat, 28 Juli 2023. Kegiatan tersebut diisi oleh Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Ir. Burhanudin Malik, Maapl.Sc, Dosen FAPERTA, Dr. Ir. Apendi Arsyad, M.Si, Ir. Nur Rocman, MP dan Ir. Mulyana, M.Si serta dihadiri oleh Wakil Rektor III UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si, Pimpinan FEPERTA UNIDA dan mahasiswa FAPERTA yang akan melaksanakan KKN.

Pembekalan KKN ini merupakan agenda rutin FAPERTA UNIDA untuk membekali para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN dalam upaya persiapan pelaksanaan program KKN agar berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuannya.

Wakil Rektor III UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam sambutannya menyatakan bahwasanya mahasiswa FAPERTA UNIDA yang akan melaksanakan KKN diharapkan siap menjadi agent of change dan harus amanah dalam pelaksanaannya. Mahasiswa FAPERTA juga harus mampu menjadi 5 ‘TOR’, yang diantaranya menjadi Mediator, Fasilitator, Motivator, Katalisator dan Mentor.

“Dalam KKN ini diharapkan mahasiswa dapat melaksanakan program yang dapat membantu menyelesaikan isu permasalahan yang ada di masyarakat saat ini seperti permasalahan stunting, peningkatan pendidikan dan isu permasalahan lainnya. Mahasiswa harus mampu membangun semangat untuk terus melakukan yang terbaik dan menjadi uswah bagi masyarakat,” ujarnya.

Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Ir. Burhanudin Malik, Maapl.Sc dalam paparannya menyatakan bahwa selain menjadi agent of change, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi agent of faculty dan agent of university, jadi mahasiswa harus menunjukan attitude yang baik dan menunjukkan karakter mahasiswa dari Kampus Bertauhid. Mahasiswa juga diharapkan selalu bersikap ramah, sopan, produktif dan baik sehingga nilai-nilai dari UNIDA dapat terasa oleh masyarakat. Kemudian lebih dari itu, dengan program KKN yang akan dilaksanakan nanti harus menjadi solusi untuk permasalahan yang terjadi di masyarakat.

“Sangat penting dalam menyusun program nanti mahasiswa dapat mengutamakan permasalahan yang terjadi di masyarakat seperti peningkatan UMKM, pendidikan, kesadaran hukum dan keikutsertaan politik. Cari potensi yang ada di tempat KKN nanti lalu kembangkan potensi tersebut dengan program KKN sehingga KKN ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ir. Nur Rocman, MP dalam paparannya menyatakan ada beberapa hal yang dapat diperhatikan oleh mahasiswa dalam KKN nanti terkait isu masalah di Kabupaten Bogor seperti stunting, kerawanan pangan, pengangguran dan pendidikan. Isu-isu tersebut menjadi tujuan utama dalam melaksanakan program KKN nantinya. Sementara untuk pemetaan masalah utama desa dapat bersumber dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, perangkat desa bidang Kesra, Ketua Gapoktan, Ketua Potkan dan tokoh masyarakat lainnya.

“Dalam menyusun laporan program kerja di dalamnya harus ada latar belakang, tujuan, isi kegiatan program dan uraian tentang program kerja. Mahasiswa KKN harus terus berkonsultasi dengan para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan jika butuh narasumber maka mahasiswa bisa meminta tolong kepada para dosen FAPERTA menjadi narasumber. Jika progam kerja dilakukan dengan baik dan dilakukan dengan bersungguh-sungguh, insyaAllah perubahan itu nyata dan banyak memberilan manfaat yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ir. Mulyana, M.Si selaku narasumber menyatakan bahwa dalam KKN harus dapat membangun tim yang solid. Tim adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi dan saling mempengaruhi ke arah tujuan yang sama. Teamwork merupakan sarana yang sangat baik dalam menggabungkan berbagai talenta dan dapat memberikan solusi inovatif suatu pendekatan  yang mapan. Membangun tim artinya harus terus mengembangkan semangat antar anggota, saling percaya, kedekatan, komunikasi dan produktivitas. Dalam KKN setiap kelompok harus terus komitmen, saling tergantung, adanya pendelegasian dan sumber daya.

“Untuk membentuk kekompakan kelompok bisa dengan cara menghindari mempertahankan pendapat yang egois, jangan mengubah pendapat hanya demi kesepakatan dan menghindari konflik, mencoba melibatkan semua orang dalam proses pengambilan keputusan, jangan berasumsi bahwa seorang harus menang dan seorang harus kalah pada waktu diskusi. Empat cara meningkatkan kekompakan tim yaitu dengan cara memperkenalkan kompetisi, meningkatkan ketertarikan antar pribadi, meningkatkan interaksi, menciptakan tujuan bersama dan rasa senasib,” pungkasnya.