Persiapan Pelaksanaan Program KKN, FAPERTA UNIDA Adakan Pembekalan bagi Mahasiswa
Fakultas
Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Pembekalan Kuliah
Kerja Nyata (KKN) dengan tema "Pengembangan Pertanian Menuju Desa Unggul dan Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Implementasi Teknologi Tepat Guna" yang digelar secara luring di Aula FAPERTA UNIDA pada Jumat,
28 Juli 2023. Kegiatan tersebut diisi oleh Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Ir.
Burhanudin Malik, Maapl.Sc, Dosen FAPERTA, Dr. Ir.
Apendi Arsyad, M.Si, Ir. Nur Rocman, MP dan Ir. Mulyana, M.Si serta dihadiri
oleh Wakil Rektor III UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si, Pimpinan FEPERTA
UNIDA dan mahasiswa FAPERTA yang akan melaksanakan KKN.
Pembekalan
KKN ini merupakan agenda rutin FAPERTA UNIDA untuk membekali para mahasiswa
yang akan melaksanakan KKN dalam upaya persiapan pelaksanaan program KKN agar
berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuannya.
Wakil
Rektor III UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam sambutannya menyatakan
bahwasanya mahasiswa FAPERTA UNIDA yang akan melaksanakan KKN diharapkan siap
menjadi agent of change dan harus amanah dalam pelaksanaannya. Mahasiswa FAPERTA juga harus mampu menjadi
5 ‘TOR’, yang diantaranya menjadi Mediator, Fasilitator, Motivator, Katalisator
dan Mentor.
“Dalam KKN ini diharapkan mahasiswa dapat
melaksanakan program yang dapat membantu menyelesaikan isu permasalahan yang
ada di masyarakat saat ini seperti permasalahan stunting, peningkatan
pendidikan dan isu permasalahan lainnya. Mahasiswa harus mampu membangun
semangat untuk terus melakukan yang terbaik dan menjadi uswah bagi
masyarakat,” ujarnya.
Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Ir. Burhanudin Malik, Maapl.Sc dalam paparannya menyatakan bahwa selain menjadi agent
of change, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi agent of faculty
dan agent of university, jadi mahasiswa harus menunjukan attitude
yang baik dan menunjukkan karakter mahasiswa dari Kampus Bertauhid. Mahasiswa
juga diharapkan selalu bersikap ramah, sopan, produktif dan baik sehingga
nilai-nilai dari UNIDA dapat terasa oleh masyarakat. Kemudian lebih dari itu, dengan
program KKN yang akan dilaksanakan nanti harus menjadi solusi untuk
permasalahan yang terjadi di masyarakat.
“Sangat penting dalam menyusun program
nanti mahasiswa dapat mengutamakan permasalahan yang terjadi di masyarakat
seperti peningkatan UMKM, pendidikan, kesadaran hukum dan keikutsertaan politik.
Cari potensi yang ada di tempat KKN nanti lalu kembangkan potensi tersebut
dengan program KKN sehingga KKN ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,”
tuturnya.
Sementara itu, Ir. Nur Rocman, MP dalam
paparannya menyatakan ada beberapa hal yang dapat diperhatikan oleh mahasiswa
dalam KKN nanti terkait isu masalah di
Kabupaten Bogor seperti stunting, kerawanan
pangan, pengangguran dan pendidikan. Isu-isu tersebut menjadi tujuan utama
dalam melaksanakan program KKN nantinya. Sementara untuk pemetaan masalah utama desa dapat bersumber dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, perangkat desa bidang Kesra, Ketua
Gapoktan, Ketua Potkan
dan tokoh masyarakat lainnya.
“Dalam menyusun laporan program kerja di dalamnya harus ada latar
belakang, tujuan, isi kegiatan program dan uraian tentang program kerja. Mahasiswa KKN harus terus berkonsultasi dengan para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan jika butuh narasumber maka mahasiswa bisa meminta tolong kepada para dosen FAPERTA menjadi narasumber. Jika progam kerja dilakukan
dengan baik dan dilakukan dengan bersungguh-sungguh, insyaAllah perubahan itu nyata
dan banyak memberilan manfaat yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ir. Mulyana,
M.Si selaku narasumber menyatakan bahwa dalam KKN harus dapat membangun tim
yang solid. Tim adalah dua orang atau lebih yang
berinteraksi dan saling mempengaruhi ke arah tujuan yang sama. Teamwork
merupakan sarana yang sangat baik dalam menggabungkan berbagai talenta dan
dapat memberikan solusi inovatif suatu pendekatan yang mapan. Membangun tim
artinya harus terus mengembangkan semangat antar anggota,
saling percaya, kedekatan, komunikasi dan produktivitas. Dalam KKN setiap kelompok harus terus komitmen, saling tergantung, adanya pendelegasian dan sumber daya.
“Untuk
membentuk kekompakan kelompok bisa dengan cara menghindari
mempertahankan pendapat yang egois, jangan
mengubah pendapat hanya demi kesepakatan dan menghindari konflik, mencoba
melibatkan semua orang dalam proses pengambilan keputusan, jangan berasumsi
bahwa seorang harus menang dan seorang harus kalah pada waktu diskusi. Empat
cara meningkatkan kekompakan tim yaitu dengan cara memperkenalkan kompetisi,
meningkatkan ketertarikan antar pribadi, meningkatkan interaksi, menciptakan
tujuan bersama dan rasa senasib,” pungkasnya.