[email protected] 0251-8240773
Berita

Persiapkan Akreditasi, FISIPKOM UNIDA Bogor Selenggarakan Diskusi

Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor gelar diskusi dalam rangka persiapan akreditasi di Ruang Rapat FISIPKOM lantai 4 pada pukul 16.00 WIB (01/11). Acara tersebut dihadiri Dekan, Wakil Dekan Akademik, Wakil Dekan Non Akademik, Ketua Program Studi Administrasi Publik dan Sains Komunikasi, Sekretaris Administrasi Publik, dan Kepala Laboratorium Administrasi Publik yang didampingi oleh Tim Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan Institusi (BPMPI).

Dekan FISIPKOM UNIDA Bogor, Dra. Ginung Pratidina, M.Si dalam paparannya menyampaikan bahwa kegiatan diskusi ini merupakan agenda FISIPKOM UNIDA Bogor dalam rangka persiapan akreditasi yang tentunya sangat penting untuk dilaksanakan.

“Kita harus giatkan kejar pemenuhan pengisian instrumen akreditasi untuk memaksimalkan capaian hasil akreditasi. Tentunya hal tersebut membutuhkan kerja sama dan keseriusan dari semua pihak terkait,” ungkap Dra. Ginung Pratidina, M.Si.

Program Studi pada Perguruan Tinggi mengikuti Peraturan BAN PT No. 2/2019 menggunakan instrumen Akreditasi Program Studi (APS). Kepala BPMPI Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd memaparkan bahwa akreditasi Program Studi melalui pengisian instrumen Laporan Kinerja Program Studi (LKPS). Ada panduan LKPS dengan menggunakan 9 kriteria. Penilaian LKPS ini dilakukan secara kuantitatif, sedangkan penilaian Laporan Evaluasi Diri (LED) secara kualitatif. Dengan demikian, penyelesaian LKPS dan LED harus dengan konsep berpikir yang sama. Saat ini setiap prodi harus membuat LED.

“Syarat perlu terakreditasi diberlakukan pada butir-butir penilaian yang menentukan status status akreditasi pada Diploma Tiga/Sarjana/Sarjana Terapan/Magister/Magister Terapan yaitu skor butir penilaian Penjaminan Mutu (keterlaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal, akademik dan non akademik), skor butir penilaian kecukupan jumlah Dosen Tetap Program Studi (DTPS), dan skor butir penilaian kurikulum,” tambah Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd.   

Hal lainnya yang perlu diperhatikan juga antara lain skor butir penilaian kualifikasi akademik DTPS (dosen tetap perguruan tinggi yang ditugaskan sebagai pengampu mata kuliah dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kompetensi inti program studi yang diakreditasi), skor butir penilaian jabatan akademik DTPS (dosen tetap perguruan tinggi yang ditugaskan sebagai pengampu mata kuliah dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kompetensi inti program studi yang diakreditasi), skor butir penilaian waktu tunggu, dan skor butir penilaian kesesuaian bidang kerja.