Persiapkan Kegiatan KKN Tahun Akademik 2021/2022, FE UNIDA Bogor Selenggarakan Pembekalan
Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Djuanda
(UNIDA) Bogor selenggarakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang
diselenggarakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings pada Senin, 18 Juli 2022. Kegiatan pembekalan
ini diisi oleh Dekan FE UNIDA Bogor, Dr. Dra. Sri Harini, M.Si, praktisi Usaha Mikro
Kecil dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), Dra. Tika Siti
Jatnika, M.Si dan Dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNIDA Bogor,
Ir. Nur Rochman, MP. Kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Rektor I UNIDA Bogor,
Aal Lukmanul Hakim, M.Si beserta jajaran serta diikuti oleh mahasiswa FE yang
menjadi peserta KKN.
Wakil Rektor I UNIDA Bogor, dalam sambutannya
menyampaikan bahwa KKN ini menjadi salah satu item wajib yang harus
diikuti oleh mahasiswa termasuk mahasiswa FE. KKN ini lebih kepada aspek
pengabdian kepada masyarakat dan ini menjadi salah satu implementasi tridarma
perguruan tinggi dan diUNIDA Bogor ditambah 2 menjadi Pancadarma yaitu
pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, professional dan ketauhidan.
Manfaat KKN ini memiliki efek ganda baik itu efek untuk mahasiswa karena
waktunya mahasiswa melakukan pembelajaran dan mengaplikasikan ilmu yang dapat
di perkuliahan untuk menjadi solusi permasalah di masyarakat.
“Efeknya juga untuk pengembangan institusi baik
untuk prodi maupun fakultas dan universitas. Keluaran KKN ini diharapkan
menjadi hasil kinerja positif untuk prodi, fakultas dan universitas. KKN juga
untuk pengembangan masyarakat sehingga kegiatan pembekalan ini menjadi sangat
penting karena membekali apa saja yang harus mahasiswa lakukan nanti di
masyarakat. Efek KKN yang lebih luas lagi yaitu untuk membantu pemerintah dalam
pembangunan dan pengembangan masyarakat. Selamat melaksanakan pembakan dan KKN
dan mahasiswa turun ke masyarakat tidak hanya membawa nama pribadi akan tetapi
membawa nama UNIDA Bogor dan FE sehingga mahasiswa hendaknya menjaga nama
baik,” tutur Aal Lukmanul Hakim, SH., MH.
Ketua Pelaksana KKN FE UNIDA Bogor, Erni
Yuningsih, SE., MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun lalu pelaksanaannya
masih banyak keterbatasan karena pandemi belum mereda. Mudah-mudahan pada tahun
ini dilaksanakan lebih baik dan karena dilaksanakan secara luring akan tetapi
harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dan kegiatan KKN FE UNIDA Bogor ini
diikuti oleh 205 mahasiswa baik dari Prodi manajemen dan akuntansi.
“Mahasiswa peserta KKN dibagi ke dalam 20
kelompok dan dibimbing oleh dosen pembimbing lapang. Diharapkan mahasiswa bisa
menemukan solusi untuk permasalahan di kehidupan masyarakat di tempat KKN nanti
dan dapat melaksanakan apa yang harus dilaksanakan agar dapat bermanfaat bagi
masyarakat luas,” ungkap Erni Yuningsih, SE., MM.
Selanjutnya Dekan FE UNIDA Bogor, Dr. Dra. Sri
Harini, M.Si dalam paparan materinya manyampaikan bahwasanya KKN FE kali ini
salah satu fokusnya yaitu mengenai UMKM. Alasan mengapa UMKM menjadi fokus
dalam KKN ini karena negara akan mampu membangun apabila memiliki wirausahawan
minimal 2% dari jumlah penduduk, jumlah wirausaha Indonesia meningkat dari 1,6%
menjadi 3.10%. Indonesia masih di bawah Thailand, Malaysia dan Singapura
mengenai jumlah UMKM. Masih dibutuhkan sekitar 4 juta wirausahawan baru dan
jika melihat negara Jepang bahwa keberhasilan pembangunan Jepang ternyata
didukung oleh wirausahawan tingkat sedang 2% dan wirausahawan kecil 20% dari
jumlah penduduk. Oleh karena itu UMKM menjadi penting serta diharapkan dengan
KKN FE UNIDA Bogor ini dapat ikut serta dalam meningkatkan UMKM di Indonesia
khususnya di tempat KKN nanti dilaksanakan.
“Kegiatan KKN ini merupakan bagian dari
Pancadarma yang dimiliki UNIDA Bogor yaitu pengabdian kepada masyarakat. Adapun
program prioritas dalam kegiatan KKN ini dibagi menjadi dua menurut prodi yang
ada di FE UNIDA Bogor. Prioritas program di Prodi Manajemen diantaranya
kewirausahaan UMKM dan IMKM/Koperasi Go
Online, pengembangan kinerja pemasaran UMKM/IMKM dan keunggulan kompetitif.
Prodi Akuntansi berfokus pada strategi peningkatan kinerja UMKM, sektor publik,
keuangan dan bisnis dalam perspektif akuntansi keuangan dan permodalan,
prioritas program lainnya untuk akuntansi yaitu penataan standar akuntansi
keuangan dan perpajakan,” ungkap Dr. Dra. Sri Harini, M.Si.
Praktisi UMKM dan BUMDES, Dra. Tika Siti
Jatnika, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa selain UMKM yang menjadi fokus
ada juga BUMDES yang dimiliki oleh desa yang ada di Kabupaten Bogor khususnya
yang nanti dapat menjadi program di kegiatan KKN. Adapun contoh bidang usaha
dari BUMDES diantaranya perhotelan, pasar desa, air bersih, desa wisata,
industri, peternakan, pertanian dan lainnya. Di BUMDES yang dimiliki oleh desa
tentu terdapat masalah-masalah yang harus dicari solusinya dan diharapkan
kegiatan KKN ini dapat menemukan solusi dari permasalahan-permasalahan BUMDES
tersebut.
“Permasalah BUMDES diantaranya kesulitan untuk
mencari Sumber Daya Manusia (SDM), besaran anggaran yang dialokasikan dari APB
Desa yang kurang maksimal. Desa masih memprioritaskan pembangunan
infrastruktur, belum menemukan potensi usaha, penentuan jenis usaha yang tanpa
melalui uji kelayakan usaha, belum tertibnya pelaporan BUMDES, sosok atau figur
Kepala Desa menentukan kemajuan BUMDES, masa transisi kepemimpinan Kepala Desa
dan unit BUMDES yang terdampak COVID-19. Dari permasalahan-permasalahan
tersebut mahasiswa FE UNIDA Bogor tentu sangat bisa berperan dalam pemecahan
masalah belum tertibnya pelaporan BUMDES,” tutur Dra. Tika Siti Jatnika, M.Si.
Pada kesempatan yang sama Dosen Agroteknologi
FAPERTA UNIDA Bogor, Ir. Nur Rochman, M.Si selaku pemateri dalam paparan
materinya menyampaikan bahwa tentu ada faktor penghambat dan pendorong dalam
pertumbuhan UMKM desa yang di mana faktor pendorong pertumbuhan diantaranya
Sumber Daya Alam (SDA), infrastruktur, BUMDES, otonomi daerah dan keunikan
produk atau jasa. Sedangkan untuk faktor penghambat diantaranya yaitu modal,
SDM, pemasaran, akses informasi dan networking.
“Adapun yang menjadi potensi SDA di desa
diantaranya kesuburan tanah, air dan sumber daya hayati. Untuk potensi SDM
yaitu kelimpahan, bonus demografi dan keterampilan. Diharapkan mahasiswa dapat
memperhatikan dan meningkatkan potensi yang ada di desa dalam kegiatan KKN
nanti,” ungkap Ir. Nur Rochman, MP.