[email protected] 0251-8240773
Berita

Persiapkan Kegiatan KKN Tahun Akademik 2021/2022, FE UNIDA Bogor Selenggarakan Pembekalan

Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings pada Senin, 18 Juli 2022. Kegiatan pembekalan ini diisi oleh Dekan FE UNIDA Bogor, Dr. Dra. Sri Harini, M.Si, praktisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), Dra. Tika Siti Jatnika, M.Si dan Dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNIDA Bogor, Ir. Nur Rochman, MP. Kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Rektor I UNIDA Bogor, Aal Lukmanul Hakim, M.Si beserta jajaran serta diikuti oleh mahasiswa FE yang menjadi peserta KKN.

Wakil Rektor I UNIDA Bogor, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN ini menjadi salah satu item wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa termasuk mahasiswa FE. KKN ini lebih kepada aspek pengabdian kepada masyarakat dan ini menjadi salah satu implementasi tridarma perguruan tinggi dan diUNIDA Bogor ditambah 2 menjadi Pancadarma yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, professional dan ketauhidan. Manfaat KKN ini memiliki efek ganda baik itu efek untuk mahasiswa karena waktunya mahasiswa melakukan pembelajaran dan mengaplikasikan ilmu yang dapat di perkuliahan untuk menjadi solusi permasalah di masyarakat.

“Efeknya juga untuk pengembangan institusi baik untuk prodi maupun fakultas dan universitas. Keluaran KKN ini diharapkan menjadi hasil kinerja positif untuk prodi, fakultas dan universitas. KKN juga untuk pengembangan masyarakat sehingga kegiatan pembekalan ini menjadi sangat penting karena membekali apa saja yang harus mahasiswa lakukan nanti di masyarakat. Efek KKN yang lebih luas lagi yaitu untuk membantu pemerintah dalam pembangunan dan pengembangan masyarakat. Selamat melaksanakan pembakan dan KKN dan mahasiswa turun ke masyarakat tidak hanya membawa nama pribadi akan tetapi membawa nama UNIDA Bogor dan FE sehingga mahasiswa hendaknya menjaga nama baik,” tutur Aal Lukmanul Hakim, SH., MH.

Ketua Pelaksana KKN FE UNIDA Bogor, Erni Yuningsih, SE., MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun lalu pelaksanaannya masih banyak keterbatasan karena pandemi belum mereda. Mudah-mudahan pada tahun ini dilaksanakan lebih baik dan karena dilaksanakan secara luring akan tetapi harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dan kegiatan KKN FE UNIDA Bogor ini diikuti oleh 205 mahasiswa baik dari Prodi manajemen dan akuntansi.

“Mahasiswa peserta KKN dibagi ke dalam 20 kelompok dan dibimbing oleh dosen pembimbing lapang. Diharapkan mahasiswa bisa menemukan solusi untuk permasalahan di kehidupan masyarakat di tempat KKN nanti dan dapat melaksanakan apa yang harus dilaksanakan agar dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Erni Yuningsih, SE., MM.

Selanjutnya Dekan FE UNIDA Bogor, Dr. Dra. Sri Harini, M.Si dalam paparan materinya manyampaikan bahwasanya KKN FE kali ini salah satu fokusnya yaitu mengenai UMKM. Alasan mengapa UMKM menjadi fokus dalam KKN ini karena negara akan mampu membangun apabila memiliki wirausahawan minimal 2% dari jumlah penduduk, jumlah wirausaha Indonesia meningkat dari 1,6% menjadi 3.10%. Indonesia masih di bawah Thailand, Malaysia dan Singapura mengenai jumlah UMKM. Masih dibutuhkan sekitar 4 juta wirausahawan baru dan jika melihat negara Jepang bahwa keberhasilan pembangunan Jepang ternyata didukung oleh wirausahawan tingkat sedang 2% dan wirausahawan kecil 20% dari jumlah penduduk. Oleh karena itu UMKM menjadi penting serta diharapkan dengan KKN FE UNIDA Bogor ini dapat ikut serta dalam meningkatkan UMKM di Indonesia khususnya di tempat KKN nanti dilaksanakan.

“Kegiatan KKN ini merupakan bagian dari Pancadarma yang dimiliki UNIDA Bogor yaitu pengabdian kepada masyarakat. Adapun program prioritas dalam kegiatan KKN ini dibagi menjadi dua menurut prodi yang ada di FE UNIDA Bogor. Prioritas program di Prodi Manajemen diantaranya kewirausahaan UMKM dan IMKM/Koperasi Go Online, pengembangan kinerja pemasaran UMKM/IMKM dan keunggulan kompetitif. Prodi Akuntansi berfokus pada strategi peningkatan kinerja UMKM, sektor publik, keuangan dan bisnis dalam perspektif akuntansi keuangan dan permodalan, prioritas program lainnya untuk akuntansi yaitu penataan standar akuntansi keuangan dan perpajakan,” ungkap Dr. Dra. Sri Harini, M.Si.

Praktisi UMKM dan BUMDES, Dra. Tika Siti Jatnika, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa selain UMKM yang menjadi fokus ada juga BUMDES yang dimiliki oleh desa yang ada di Kabupaten Bogor khususnya yang nanti dapat menjadi program di kegiatan KKN. Adapun contoh bidang usaha dari BUMDES diantaranya perhotelan, pasar desa, air bersih, desa wisata, industri, peternakan, pertanian dan lainnya. Di BUMDES yang dimiliki oleh desa tentu terdapat masalah-masalah yang harus dicari solusinya dan diharapkan kegiatan KKN ini dapat menemukan solusi dari permasalahan-permasalahan BUMDES tersebut.

“Permasalah BUMDES diantaranya kesulitan untuk mencari Sumber Daya Manusia (SDM), besaran anggaran yang dialokasikan dari APB Desa yang kurang maksimal. Desa masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur, belum menemukan potensi usaha, penentuan jenis usaha yang tanpa melalui uji kelayakan usaha, belum tertibnya pelaporan BUMDES, sosok atau figur Kepala Desa menentukan kemajuan BUMDES, masa transisi kepemimpinan Kepala Desa dan unit BUMDES yang terdampak COVID-19. Dari permasalahan-permasalahan tersebut mahasiswa FE UNIDA Bogor tentu sangat bisa berperan dalam pemecahan masalah belum tertibnya pelaporan BUMDES,” tutur Dra. Tika Siti Jatnika, M.Si.

Pada kesempatan yang sama Dosen Agroteknologi FAPERTA UNIDA Bogor, Ir. Nur Rochman, M.Si selaku pemateri dalam paparan materinya menyampaikan bahwa tentu ada faktor penghambat dan pendorong dalam pertumbuhan UMKM desa yang di mana faktor pendorong pertumbuhan diantaranya Sumber Daya Alam (SDA), infrastruktur, BUMDES, otonomi daerah dan keunikan produk atau jasa. Sedangkan untuk faktor penghambat diantaranya yaitu modal, SDM, pemasaran, akses informasi dan networking.

“Adapun yang menjadi potensi SDA di desa diantaranya kesuburan tanah, air dan sumber daya hayati. Untuk potensi SDM yaitu kelimpahan, bonus demografi dan keterampilan. Diharapkan mahasiswa dapat memperhatikan dan meningkatkan potensi yang ada di desa dalam kegiatan KKN nanti,” ungkap Ir. Nur Rochman, MP.