[email protected] 0251-8240773
Berita

Potret Pergerakan Pejuang Keadilan Sosial di Dunia dan Indonesia

Oleh Fachri Helmanto, M.Pd

Bogor - Memasuki tahun ke 16 dari peringatan hari keadilan sosial sedunia tertanggal hari ini 20 Februari 2023. Pencanangan hari keadilan sosial sedunia merupakan momentum sebagai titik awal ajakan masyarakat dunia agar merefleksikan keadilan melalui sejumlah pergerakan melalui pekerjaan (prinsip dan hak dasar di tempat kerja), perlindungan sosial, dan dialog sosial. Sejumlah potret pergerakan pejuang keadilan sosial perlahan dirasakan oleh masyarakat. Terlebih semenjak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengagendakan tujuh belas tujuan pengembangan berkelanjutan. Adapun potret pergerakan bukan lah sesuatu yang senantiasa dimaknai negatif semata, namun makna positif pun ikut menyerta.

Pandangan Dunia atas Keadilan Sosial

Guna memahami pergerakan keadilan sosial, tentu aneh rasanya jika tidak diawali dengan sejumlah paparan mengenai keadilan sosial itu sendiri. Keadilan sosial dalam pandangan dunia kerap kali dimaknai sebagai cara pandang bahwa setiap orang berhak atas hak dan kesempatan ekonomi, politik dan sosial yang sama. Pengertian tersebut memang menjadi wacana-wacana di tingkat PBB bahkan menjadi rujukan atas agenda pergerakan para pejuang keadilan sosial.

Mungkin kita belum lama mengingat kejadian yang sempat menjadi perdebatan dalam kontestasi piala dunia tahun 2022 di Qatar. Penggunaan atribut pelangi pada topi dan bendera sempat menjadi larangan dikarenakan atribut tersebut melambangkan masyarakat lesbian, gay, biseksual dan transgender atau mudahnya dengan singkatan LGBT.

Hal yang diperjuangkan oleh pejuang keadilan sosial yakni mengubah pandangan masyarakat umum mengenai LGBT. Dengan kata lain, masyarkat LGBT diupayakan diterima dan diakui keberadaaannya sebagai kelompok masyarakat yang memiliki perbedaan orientasi seksual. Ditambah, polemik mengenai boleh atau tidaknya penggunaan atribut LGBT didukung oleh para pemain sepak bola yang berlaga di lapangan hijau. Warna pelangi juga mulai ditambahkan pada jersey serta band (kain elastis) di lengan. Tindakan para pemain ini juga dianggap mendukung hal yang sedang disuarakan oleh para pejuang keadilan sosial.

Pergerakan pejuang keadilan sosial pada kontes PD 2022 Qatar tentu saja dimaknai positif dan negatif. Sisi positifnya adalah masyarakat LGBT mendapatkan hak yang sama secara sosial. Di Indonesia, tindakan menyerupai wanita dalam tayangan televisi sempat dilarang di tahun 2016. Larangan ini memang sempat dinyatakan dalam ketentuan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang memberikan sanksi bagi para aktor yang tampil seperti banci-bancian. Larangan ini memang disambut baik oleh masyarakat sehingga masyarakat Indonesia menilai KPI telah memberlakukan hal yang benar dalam bagian edukasi masyarakat.

Tentu saja televisi bagi masyarakat Indonesia, selain berfungsi sebagai hiburan. Televisi dijadikan referensi gaya hidup dan informasi pemberitaan mengenai segala yang terjadi baik di dalam negeri maupun diluar negeri secara meluas. Betul sekali, larangan KPI tersebut muncul dari keluhan sejumlah masyarakat yang melihat anak-anak mudah menirukan tindakan kebanci-bancian yang dapat menggeser nilai budaya Indonesia.

Adapun larangan KPI tersebut hanya berlaku pada penyiaran televisi. Ekspektasi masyarakat agar diberlakukan di berbagai platform nampaknya membutuhkan peraturan yang lebih mengikat. Pasalnya seiring dengan perkembangan teknologi, akses informasi kini semakin meluas dan mendukung tingkat mobilitas yang tinggi, yakni smartphone. Sebut saja platform youtube, tiktok. Instagram, dan sejenisnya tidak dapat terikat dengan ketentuan KPI.

Alhasil platform tersebut mampu memviralkan kembali apa-apa yang telah dilarang menjadi konsumsi publik. Salah satunya adalah fenomena SCBD yang memiliki salah satu pegiatnya mengenakan pakaian yang kebanci-bancian. SCBD itu sendiri merupakan singkatan Sudirman Citayam Bojong Depok untuk komunitas remaja yang berkumpul di bilangan Sudirman Jakarta. Remaja-remaja tersebut sebetulnya mengusung fashion melalui outfit sederhana yang mereka bawa dari rumah. Namun salah satunya ada sosok lelaki yang mengenakan outfit seperti layaknya wanita tomboy dan menyuarakan penantian atas cowo yang mengendarai merek motor tertentu.

Jelas tindakan lelaki yang ingin dikenal dengan sebutkan Mami itu mendobrak hal yang pernah dilarang di tahun 2016 oleh KPI. Pun, masyarakat pun memiliki reaksi berbeda. Ada yang mendukung dan juga ada yang mengomentari negatif atasnya. Bagaimanapun selanjutnya komunitas SCBD pun mulai bermunculan lelaki serupa Mami namun dengan fashion yang berbeda.

Ide SCBD sebetulnya adalah untuk memberikan kesempatan yang sama bagi para model professional dan amatir. SCBD lebih mengusung unjuk kebolehan berlenggok memamerkan outfit yang dikenakan dengan minimal budget. Perlu diakui, unjuk kebolehan dinilai positif terhadap keadilan sosial dalam hal pekerjaan serta fashion sosial. Namun, sosok seperti Mami, mungkin masih memerlukan pertimbangan lebih sebab secara ketentuan KPI pernah melarangnya sehingga tindakan mami dianggap tindakan yang bermakna negatif.

Perihal positif dan negative atas pergerakan pejuang keadilan sosial sejatinya adalah dikembalikan pada masyarakat yang menilai. Menjatuhkan penilaian positif maupun negative pun dikhawatirkan akan mendorong pada tindakan yang tidak mencerminkan keadilan sosial.

Keadilan sosial versi Indonesia

Pengertian keadlian sosial dunia telah mengarahkan pada hal yang bersifat ambigu. Pun sejatinya kesamaan ekonomi, politik, maupun sosial sejatinya akan meniadakan konsepsi yang telah jelas dinyatakan dalam Alquran yakni segala sesuatu diciptakan berpasangan. Ayat ke 49 surat Az Zariyat itu tentu saja mengindikasikan setiap hal memiliki peranan masing-masing agar tercipa keseimbangan. Untuk itu konsep keadilan sosial di Indonesia berbeda dengan yang ada di dunia.

Pengertian keadilan sosial di Indonesia dipahami melalui definsi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

“Keadilan sosial adalah kerja sama untuk menghasilkan masyarakat yang bersatu secara organis sehingga setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan nyata untuk tumbuh dan belajar hidup berdasarkan kemampuan aslinya.“

Didasarkan pengertian diatas, pola pergerakan pejuang keadilan sosial di Indonesia pun merujuk pada landasan filosofis Indonesia, yakni Pancasila sila kelima. Pergerakannya antara lain berorientasi pada pelestarian lingkungan dan penanggulangan bencana.

Bagi beberapa orang yang tinggal diperkotaan mungkin telah biasa mengalami belanja dengan membawa kantong ramah lingkungan. Sejumlah supermarket di daerah tertentu di Indonesia memberlakukan kebijakan untuk mendorong adanya pengurangan penggunaan plastik. Sehingga pembeli diwajibkan menyediakan kantong belanja yang dibawa dari rumah maupun membeli kantong belanja yang memiliki potensi untuk dipakai berulang kali. Pada awal pemberlakuan ini memang mendapatkan kesan negatif dari masyarakat, pasalnya masyarakat menjadi lebih repot apabila tidak membawa kantong belanja sendiri.

Tak hanya kantong belanja, penggunaan gelas plastik maupun sedotan plastic juga mengalami pembiasaan baru. Gelas plastik yang biasa digunakan untuk menyeduh kopi instan di taman maupun disupermarket berubah menjadi gelas kertas. Sementara sedotan plastik yang biasa ada dalam tiap gelas minuman kini diwajibkan untuk tidak memakai sedotan atau berganti dengan sedotan besi. Ketiga hal tersebut berkenaan langsung pada wujud kerja sama masyarakat sosial untuk menciptakan lingkungaan yang dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk saat ini melainkan untuk kehidupan generasi selanjutnya.

Tindakan kerja sama ini dilakukan sebagai keadilan sosial pada masyarakat yang hidup saat ini kepada masyarakat yang akan dibentuk oleh anak cucu kita. Pergerakannya dengan memberikan bumi kesempatan untuk dapat mengurai kertas yang selanjutnya juga dapat dimanfaatkan untuk nutrisi tanaman.

Tak hanya keadilan sosial dalam rangka pelestarian lingkungan, Indonesia sejatinya memiliki banyak orang yang peka terhadap sesama. Tindakan nyata yang belum lama terjadi adalah sejumlah elemen masyarakat turut membantu menggalang dana atas bencana yang dialami oleh masyarakat yang terdampak gempa Cianjur. Bahkan terdapat himbauan dari pemerintah untuk mengalihkan pendapatan masjid sebesar 50% untuk membantuk korban bencana tersebut.

Pengumpulan dana disekolah umumnya sekaligus dalam rangka membiasakan peserta didik dalam membantu sesama. Namun dalam penanggulangan gempa Cianjur lalu, sejumlah mahasiswa turun ke jalan; bahkan para seniman turut memainkan keterampilannya dalam memainkan biola, gitar, bernyanyi. Deklamasi puisi, hingga manusia silver juga menyuarakan penggalangan dana untuk membantu korban gempa. Tak berhenti disitu, sejumlah organisasi masyarakat seperti forum suku tertentu, kelompok keagamaan, hingga kelompok profesi juga turut mengajak masyarakat untuk menyumbang sebagian rejeki yang dapat berupa uang maupun barang

Pergerjakan pejuang keadilan sosial di Indonesia tentunya lebih mengarah pada kegiatan pergerakan yang berdampak untuk saling berbagi rasa di masa kini maupun untuk masa depan. Dengan kata lain, kesamaan yang dimaksud dalam pandangan masyarakat Indonesia untuk berperan pada kemampuan pribadi masing-masing. Rakyat Indonesia tidak harus berisikan orang yang sama secara ekonomi, sebab hal tersebut akan meruntuhkan kebinekaan yang telah dijunjung tinggi selama ini.