[email protected] 0251-8240773
Kegiatan Kemahasiswaan

PPK Ormawa HIMATIP UNIDA Bantu Warga Banjarwangi Olah Sayuran Hidroponik Jadi Produk Bernilai Tinggi

Dalam rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) mengadakan pelatihan dan pendampingan hilirisasi produk olahan sayuran bagi warga Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 26 Agustus 2025 ini mengusung tema “Inovasi Produk Sayuran Hasil Hidroponik: Bayam dan Selada Menjadi Produk Hilirisasi Potensi di Desa Banjarwangi”.

Refal Maulana Fadillah, Ketua HIMATIP UNIDA sekaligus Ketua PPK Ormawa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi besar Desa Banjarwangi dalam budidaya sayuran hidroponik, khususnya bayam dan selada.

“Selama ini hasil panen hanya dipasarkan dalam bentuk segar dengan nilai jual yang terbatas. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk melakukan hilirisasi dengan mengolah bayam menjadi bubuk bayam serta selada menjadi keripik selada. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah, memperluas peluang usaha, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan meliputi pemetaan potensi pertanian, sosialisasi pentingnya hilirisasi produk, hingga pelatihan pengolahan hasil panen hidroponik. Kelompok Wanita Tani (KWT) dan PKK Desa Banjarwangi mendapat pendampingan dalam proses produksi, pengemasan, pelabelan, hingga standardisasi produk agar siap bersaing di pasar ritel maupun digital.

Refal menambahkan, hilirisasi produk berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Produk olahan seperti bubuk bayam dan keripik selada memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan sayuran segar, sehingga dapat menjadi cadangan pangan yang bergizi, praktis, dan mudah diakses masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya KWT dan PKK, memperluas lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta menjadikan Banjarwangi sebagai desa percontohan dalam pengembangan produk olahan hidroponik yang berdaya saing,” ujarnya.

Kepala Desa Banjarwangi, Supratno Prasetyo, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa.

“Anak muda Banjarwangi memilih inovasi hilirisasi bayam dan selada, bukan terkungkung di pabrik sejak dini. Kemandirian lahir dari keberanian berinovasi,” tuturnya.

Sementara itu, Intan Kusumaningrum, S.Si., M.Si., selaku narasumber, menekankan pentingnya menjaga kualitas pangan. Ia berharap melalui program ini, Desa Banjarwangi dapat berkembang menjadi desa percontohan dalam pengolahan produk hidroponik yang berdaya saing serta mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga kualitas, keberagaman, dan keberlanjutan,” ujarnya.