[email protected] 0251-8240773
Kegiatan Kemahasiswaan

Praktikum Lapang Ekologi Perairan, Mahasiswa Akuakultur FAPERTA UNIDA Kaji Ekosistem Mangrove di Taman Wisata Alam Angke Kapuk

Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) melaksanakan praktikum mata kuliah Ekologi Perairan berbasis studi lapang di ekosistem mangrove Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai struktur, fungsi, dan dinamika ekosistem mangrove melalui observasi langsung di lapangan.

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem khas di wilayah pesisir yang memiliki fungsi ekologis penting, antara lain sebagai habitat biota perairan, daerah pemijahan (spawning ground), daerah asuhan (nursery ground), serta penyedia nutrien bagi organisme akuatik.

Dalam konteks ekologi perairan, mangrove turut berperan dalam menjaga keseimbangan biogeokimia. Selain itu, keberadaan mangrove turut mendukung keanekaragaman hayati yang mendiami ekosistem tersebut seperti; bentos, ikan, dan burung. Sehingga kawasan ini menjadi salah satu objek penting dalam kajian ekologis dan konservasi perairan.

Praktikum diawali dengan pengarahan dosen pengampu mata kuliah, kemudian dilanjutkan pemaparan teknis oleh Anggi Robiatu Rohman selaku asisten praktikum terkait metode pengambilan data ekosistem mangrove. Materi yang disampaikan mencakup penentuan titik sampling, penarikan transek, penetapan plot, prosedur pengambilan sampel, serta pemanfaatan aplikasi Monitoring Mangrove (MonMang). Mahasiswa juga dibekali penjelasan mengenai penanganan sampel untuk keperluan analisis lanjutan.

Praktikum lapangan meliputi sejumlah kegiatan utama, yakni pengambilan data struktur komunitas mangrove, pengambilan sampel bentos, pengumpulan data perifiton, serta pengukuran parameter kualitas air. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan gambaran ekologis yang utuh mengenai kondisi mangrove pada petak pengamatan di kawasan TWA Angke Kapuk.

Adapun output kegiatan meliputi data keanekaragaman mangrove, bentos, dan perifiton, serta hasil analisis sederhana mengenai hubungan biota dengan faktor lingkungan. Praktikum ini berkontribusi pada peningkatan kompetensi mahasiswa dalam teknik sampling, identifikasi biota, dan pemahaman fungsi ekologis ekosistem mangrove.

Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai ekosistem mangrove sebagai bagian penting kawasan pesisir. Kegiatan ini diarahkan untuk melatih keterampilan pengambilan dan pengolahan data, kemampuan interpretasi kondisi ekologis, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian mangrove.

Salah satu peserta, Norma, menyampaikan bahwa kegiatan praktikum lapangan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai keterkaitan komponen biotik dan abiotik di ekosistem mangrove. Menurutnya, kondisi lapangan menghadirkan tantangan tersendiri yang mendorong mahasiswa untuk lebih cermat dalam melakukan pengamatan dan pengukuran.

“Kami menjadi lebih memahami keterkaitan antara komponen biotik dan abiotik di ekosistem mangrove dan menerapkan teknik penentuan titik sampling, menggunakan alat ukur kualitas air, bentos serta perifiton,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Fatham yang menilai bahwa praktikum ini memberikan pengalaman langsung terkait pentingnya metode sampling dalam menentukan kualitas data. Ia menambahkan bahwa melalui pengamatan lapangan, mahasiswa dapat memahami peran ekologis setiap organisme serta hubungan antar komponen dalam ekosistem pesisir.

“Saya belajar bahwa metode sampling itu sangat menentukan kualitas data, baik dalam identifikasi mangrove, bentos, perifiton, maupun vegetasi. Selain itu riil lapangan bahwa setiap organisme memiliki peran ekologis yang saling terhubung, dan berpengaruh terhadap keberlanjutan ekosistem dapat kita pahami dengan baik,” ungkapnya.