Praktisi Mengajar Prodi Agroteknologi Faperta UNIDA Hadirkan Praktisi Nasional Bahas Sustainability Pertanian
Program Studi Agroteknologi (AGT) Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) menghadirkan praktisi nasional dalam kegiatan Praktisi Mengajar yang digelar di Ruang B.312, Kamis (25/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus menjembatani dunia akademik dengan praktik lapangan.
Narasumber yang dihadirkan adalah Teddy H. Tambu, Country Director Yayasan Agri Sustineri Indonesia. Dalam pemaparannya, ia mengangkat tema “Sustainability: Pertanian sebagai Masa Depan dan Sumber Penghasilan”, yang menekankan pentingnya pertanian berkelanjutan sebagai fondasi ketahanan pangan sekaligus peluang ekonomi.
“Pertanian memiliki masa depan yang sangat besar. Jika dikelola dengan pendekatan inovatif dan berkelanjutan, sektor ini mampu menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan sekaligus solusi bagi berbagai persoalan global,” ujar Teddy.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian kini tidak lagi sekadar berorientasi pada produksi pangan, tetapi telah berkembang menjadi sektor strategis yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tantangan global seperti perubahan iklim, degradasi lahan, dan meningkatnya kebutuhan pangan, menurutnya, hanya dapat dijawab melalui pendekatan keberlanjutan.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika FAPERTA UNIDA. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai isu, mulai dari tantangan pertanian modern hingga peluang agribisnis berkelanjutan dan peran generasi muda dalam transformasi sektor pertanian.
Ketua Program Studi Agroteknologi FAPERTA UNIDA, Dr. Muhammad Zainal Fanani, S.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Praktisi Mengajar merupakan komitmen prodi untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai realitas dunia pertanian saat ini. Pertanian modern menuntut inovasi, adaptasi teknologi, dan pola pikir berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan masa depan,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Wakil Dekan Non Akademik FAPERTA UNIDA, Arti Yoesdiarti, S.P., M.M. Ia menilai kolaborasi antara akademisi dan praktisi menjadi langkah strategis dalam menciptakan lulusan yang siap menghadapi dinamika sektor pertanian.
“Sinergi ini penting untuk memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata di lapangan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi budaya akademik,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah dosen Agroteknologi, di antaranya Dr. Ir. Arifah Rahayu, M.Si., Dr. Ir. Setyono, M.Si., dan Dr. Ir. Askif Pasaribu, M.P.
Melalui kegiatan ini, FAPERTA UNIDA menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, inovatif, dan berdaya saing. Kegiatan Praktisi Mengajar juga menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan pertanian yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.