Prodi Agroteknologi FAPERTA UNIDA Selenggarakan Praktisi Mengajar, Undang Ir. Slamet Rahardjo dari Corteva Agriscience Indonesia
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar pada Sabtu (28/06/2025) di Ruang Kelas B.312, FAPERTA UNIDA. Kegiatan ini menghadirkan Ir. Slamet Raharjo, Country Sales Leader sekaligus Member Board of Directors Corteva Agriscience Indonesia, yang meyampaikan materi bertema “Agriculture Input Innovation – A Key Factor in Successful Farming Business”.
Acara ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian UNIDA, Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si., jajaran pimpinan struktural FAPERTA, serta diikuti oleh para mahasiswa.
Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si dalam sambutannya menekankan mengenai pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri. Ia menyebutkan bahwa kehadiran Ir. Slamet Rahardjo, yang mewakili perusahaan global Corteva Agriscience, merupakan kesempatan sangat berharga bagi mahasiswa.
“Pak Slamet berasal dari Corteva, sebuah perusahaan multinasional dengan jaringan di berbagai negara. Beliau bersedia hadir dan berbagi ilmu meskipun biasanya memiliki kesibukan tinggi. Ini merupakan kesempatan luar biasa bagi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan global di bidang pertanian,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Agroteknologi FAPERTA UNIDA Dr. Muhammad Zainal Fanani, S.P., M.P menyampaikan bahwa kegiatan Praktisi Mengajar menjadi momen penting dalam memberikan perspektif berbeda kepada mahasiswa.
“Selama ini mahasiswa terbiasa mengikuti perkuliahan bersama dosen, namun kali ini suasananya berbeda karena mereka dapat menyimak langsung pengalaman nyata dari seorang praktisi yang berkiprah di industri global,” ungkapnya.
Dr. Muhammad Zainal Fanani, S.P., M.P menambahkan bahwa kegiatan ini sangat relevan untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja, yang mana diperlukan kombinasi antara teori akademik dan pengetahuan praktis.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Ir. Slamet Rahardjo menjelaskan bahwa Corteva Agriscience resmi berdiri pada tahun 2019 sebagai hasil penggabungan tiga perusahaan besar, yakni DuPont, Dow, dan Pioneer.
Ir. Slamet Rahardjo menuturkan, Corteva mengedepankan pendekatan customer centricity, dengan menjadikan petani sebagai pusat perhatian dalam setiap inovasi yang dikembangkan.
“Kami ingin menjadi solution provider, bukan hanya penjual produk. Tim lapangan kami menjadi tempat konsultasi pertama ketika petani menghadapi tantangan,” ujarnya.
Ir. Slamet Rahardjo juga menyampaikan bahwa Corteva telah menjalin kerja sama dengan UNIDA dalam bentuk program magang dan penelitian. Lebih lanjut, ia membuka peluang kerja sama lanjutan, khususnya dalam penelitian yang relevan dengan bidang usaha Corteva, mulai dari kajian efek produk hingga aspek teknis pertanian lainnya.
Di akhir pemaparannya, Ir. Slamet Rahardjo menyoroti tantangan sektor pertanian di Indonesia, seperti keterbatasan tenaga kerja saat musim tanam dan fragmentasi lahan yang menyulitkan adopsi teknologi modern.